alexametrics
24.5 C
Bojonegoro
Sunday, June 26, 2022

PKB Isyaratkan Usung Balon Bupati Perempuan

TUBAN, Radar Tuban-Di tengah kontroversi munculnya Fredy Ardlian Syah sebagai bakal calon (balon) bupati dari PDI Perjuangan, kabar mengejutkan datang dari DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Tuban. Partai pemenang pemilu di Tuban ini kemungkinan besar bakal mencalonkan balon bupati perempuan. Isyarat tersebut disampaikan Wakil Ketua II DPC PKB Tuban Nashruddin Ali.

Kepada Jawa Pos Radar Tuban, Nashruddin, panggilan akrabnya  memastikan keseriusan rencana tersebut. 

Untuk mengetahui tingkat elektabilitas cabup perempuan yang bakal diusung, dia berencana mengujinya pada survei. ”Kita sudah menunjuk lembaga survei yang kredibel dan terpercaya,” ujar dia tanpa menyebut lembaga survei dimaksud.

Dalam survei yang diagendakan pada Oktober mendatang dan berlangsung selama sebulan tersebut, kata Nashruddin, tidak hanya balon perempuan ini saja yang diuji tingkat elektabilitasnya, namun juga balon lain. Apakah nama Fredy masuk dalam servei? ”Termasuk dia,” tegas penasihat PC GP Ansor Tuban ini.

Nashruddin mengatakan, hasil survei tersebut akan disampaikan kepada Tim Sembilan. Tim yang beranggotakan unsur petinggi PKB dan Nahdlatul Ulama (NU) inilah yang diminta memusyawarahkan dan memberikan persetujuan terkait calon bupati yang diusung pada Pilkada 2020.

Baca Juga :  PBB Belum Tentukan Sikap

Ditanya hal teknis terkait survei tersebut, Nashruddin menjelaskan, selain menguji tingkat keterpilihan sejumlah nama kader terbaik partainya, dalam survei tersebut, lembaga survei juga menguji elektabilitas pasangan balon bupati-wabup dalam simulasi pasangan.

Dalam simulasi tersebut, ketua umum Persatu Tuban ini memastikan seluruh balon bupatinya wajib dari PKB. Sementara pasangan (balon wabup, Red) yang disimulasikan dari kader partai lain.

Dia menegaskan, kader terbaik seluruh partai di Bumi Wali sangat mungkin sebagai pendamping balon bupati dari partai berlambang bola dunia yang dikelilingi sembilan bintang ini.

Partai apa saja? ”Semua partai adalah kawan,” tegas dia.

Nashruddin pun terang-terangan menyebut kalau partainya sekarang ini sudah menjalin komunikasi dengan petinggi partai lain untuk berkoalisi dalam Pilkada 2020.

Setelah servei keluar, lanjut Nashruddin, partainya segera mengomunikasikan hasil survei tersebut dengan balon bupati yang bersangkutan. Komunikasi berikutnya kepada partai lain asal balon wabup.

Meski merahasiakan nama tersebut, sangat mungkin balon bupati perempuan yang disebut Nashruddin mengarah pada dua kader terbaik PKB-NU Tuban. Dua kader tersebut, Khozanah Hidayati, anggota FKB DPRD Provinsi Jatim dan Ratna Juwito, anggota FKB DPR RI. Apakah balon bupati salah satu dari mereka? ”Nanti tahu sendiri lah,” tegas pengusaha batu bara ini.

Baca Juga :  Sosok Baru yang Jadi Solusi

Ditanya terkait kemunculan Fredy dalam penjaringan balon bupati dari PDI Perjuangan, adik bupati Fathul Huda ini enggan mengomentari karena itu wilayah pribadi yang bersangkutan.

Sementara itu, sumber terpercaya wartawan koran ini di lingkaran keluarga bupati Fathul Huda mengatakan, bupati tidak menginginkan satu pun putranya mencalonkan sebagai bupati Tuban. ”Ketika mendaftar, bapak dan ibu Fredy tidak tahu,” ujar sumber yang keberatan namanya dikorankan. Setelah bupati dan istrinya tahu Fredy mencalonkan, keduanya justru meminta putra sulungnya tersebut tidak meneruskan.

Seperti diberitakan,  Fredy yang juga kader PKB mendaftar sebagai balon bupati di DPC PDI Perjuangan, Minggu (16/9). Langkah tersebut cukup mengejutkan publik karena itu dilakukan ketika DPC PKB Tuban belum menentukan nama yang diusung pada Pilkada 2020.

TUBAN, Radar Tuban-Di tengah kontroversi munculnya Fredy Ardlian Syah sebagai bakal calon (balon) bupati dari PDI Perjuangan, kabar mengejutkan datang dari DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Tuban. Partai pemenang pemilu di Tuban ini kemungkinan besar bakal mencalonkan balon bupati perempuan. Isyarat tersebut disampaikan Wakil Ketua II DPC PKB Tuban Nashruddin Ali.

Kepada Jawa Pos Radar Tuban, Nashruddin, panggilan akrabnya  memastikan keseriusan rencana tersebut. 

Untuk mengetahui tingkat elektabilitas cabup perempuan yang bakal diusung, dia berencana mengujinya pada survei. ”Kita sudah menunjuk lembaga survei yang kredibel dan terpercaya,” ujar dia tanpa menyebut lembaga survei dimaksud.

Dalam survei yang diagendakan pada Oktober mendatang dan berlangsung selama sebulan tersebut, kata Nashruddin, tidak hanya balon perempuan ini saja yang diuji tingkat elektabilitasnya, namun juga balon lain. Apakah nama Fredy masuk dalam servei? ”Termasuk dia,” tegas penasihat PC GP Ansor Tuban ini.

Nashruddin mengatakan, hasil survei tersebut akan disampaikan kepada Tim Sembilan. Tim yang beranggotakan unsur petinggi PKB dan Nahdlatul Ulama (NU) inilah yang diminta memusyawarahkan dan memberikan persetujuan terkait calon bupati yang diusung pada Pilkada 2020.

Baca Juga :  PBB Belum Tentukan Sikap

Ditanya hal teknis terkait survei tersebut, Nashruddin menjelaskan, selain menguji tingkat keterpilihan sejumlah nama kader terbaik partainya, dalam survei tersebut, lembaga survei juga menguji elektabilitas pasangan balon bupati-wabup dalam simulasi pasangan.

Dalam simulasi tersebut, ketua umum Persatu Tuban ini memastikan seluruh balon bupatinya wajib dari PKB. Sementara pasangan (balon wabup, Red) yang disimulasikan dari kader partai lain.

Dia menegaskan, kader terbaik seluruh partai di Bumi Wali sangat mungkin sebagai pendamping balon bupati dari partai berlambang bola dunia yang dikelilingi sembilan bintang ini.

Partai apa saja? ”Semua partai adalah kawan,” tegas dia.

Nashruddin pun terang-terangan menyebut kalau partainya sekarang ini sudah menjalin komunikasi dengan petinggi partai lain untuk berkoalisi dalam Pilkada 2020.

Setelah servei keluar, lanjut Nashruddin, partainya segera mengomunikasikan hasil survei tersebut dengan balon bupati yang bersangkutan. Komunikasi berikutnya kepada partai lain asal balon wabup.

Meski merahasiakan nama tersebut, sangat mungkin balon bupati perempuan yang disebut Nashruddin mengarah pada dua kader terbaik PKB-NU Tuban. Dua kader tersebut, Khozanah Hidayati, anggota FKB DPRD Provinsi Jatim dan Ratna Juwito, anggota FKB DPR RI. Apakah balon bupati salah satu dari mereka? ”Nanti tahu sendiri lah,” tegas pengusaha batu bara ini.

Baca Juga :  Sosok Baru yang Jadi Solusi

Ditanya terkait kemunculan Fredy dalam penjaringan balon bupati dari PDI Perjuangan, adik bupati Fathul Huda ini enggan mengomentari karena itu wilayah pribadi yang bersangkutan.

Sementara itu, sumber terpercaya wartawan koran ini di lingkaran keluarga bupati Fathul Huda mengatakan, bupati tidak menginginkan satu pun putranya mencalonkan sebagai bupati Tuban. ”Ketika mendaftar, bapak dan ibu Fredy tidak tahu,” ujar sumber yang keberatan namanya dikorankan. Setelah bupati dan istrinya tahu Fredy mencalonkan, keduanya justru meminta putra sulungnya tersebut tidak meneruskan.

Seperti diberitakan,  Fredy yang juga kader PKB mendaftar sebagai balon bupati di DPC PDI Perjuangan, Minggu (16/9). Langkah tersebut cukup mengejutkan publik karena itu dilakukan ketika DPC PKB Tuban belum menentukan nama yang diusung pada Pilkada 2020.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/