alexametrics
23.4 C
Bojonegoro
Wednesday, August 17, 2022

Larang Tanam Pohon di Tanggul 

- Advertisement -

KOTA – Dinas Pekerjaan Umum (PU) Sumberdaya Air Lamongan, melarang tanggul waduk, embung, dan sungai ditanami pohon penghijauan.

Alasannya, pohon penghijauan mengganggu pergerakan alat berat saat melakukan pengerukan. Selain itu, akar pohonnya merusak tanggul.

Sekretaris Dinas PU Sumberdaya Air Lamongan, M. Jupri, mengatakan, saat pengerukan, perlu ruang untuk manuver alat alat berat dalam membuat maupun merapikan tanggul.

‘’Selain itu, tanggul tidak boleh ditanami agar kondisi tanggul padat dan stabil tidak rusak oleh akar pohon.

Akar pohon bisa membuat pori-pori tanah terbuka, sehingga memudahkan tanggul longsor,’’ tuturnya beralasan kemarin (22/9).

- Advertisement -

Menurut dia, penanaman pohon penghijauan bisa dilakukan di kaki tanggul. ‘’Tapi, lahan kaki tanggul biasanya berstatus milik perorangan,’’ ujarnya. 

Baca Juga :  Kepala Sekolah Tidak Lagi Periodesasi 

Jupri berdalih, larangan menanam pohon penghijauan itu tidak hanya di Lamongan. Juga seluruh Indonesia.

‘’Kebijakan Dinas PU Sumberdaya Air itu bertentangan dengan prinsip pelestarian lingkungan dan air,’’ kritik Ketua Lembaga Pengembangan Sumberdaya Indonesia (LaPSI) Lamongan, Fatur Rohim Suhadi. 

Dia menjelaskan, akar pohon penghijauan justru akan menguatkan tanggul waduk, embung, maupun sungai. Akar-akar pohon tersebut akan berfungsi seperti pondasi.

Sehingga bisa menahan longsor ketika tanggul terkena tekanan air hujan atau lainnya.

‘’Kalau di sekeliling waduk, embung, sungai teduh oleh pohon, tentu juga bisa untuk obyek wisata, yang bisa untuk PAD. Berbeda kalau panas dan gersang tanpa pohon,’’ tuturnya. 

Selangkapnya baca di Koran Jawa Pos Radar Brondong-Paciran hari ini…

KOTA – Dinas Pekerjaan Umum (PU) Sumberdaya Air Lamongan, melarang tanggul waduk, embung, dan sungai ditanami pohon penghijauan.

Alasannya, pohon penghijauan mengganggu pergerakan alat berat saat melakukan pengerukan. Selain itu, akar pohonnya merusak tanggul.

Sekretaris Dinas PU Sumberdaya Air Lamongan, M. Jupri, mengatakan, saat pengerukan, perlu ruang untuk manuver alat alat berat dalam membuat maupun merapikan tanggul.

‘’Selain itu, tanggul tidak boleh ditanami agar kondisi tanggul padat dan stabil tidak rusak oleh akar pohon.

Akar pohon bisa membuat pori-pori tanah terbuka, sehingga memudahkan tanggul longsor,’’ tuturnya beralasan kemarin (22/9).

- Advertisement -

Menurut dia, penanaman pohon penghijauan bisa dilakukan di kaki tanggul. ‘’Tapi, lahan kaki tanggul biasanya berstatus milik perorangan,’’ ujarnya. 

Baca Juga :  Menghindari Bau dan Makan Sate

Jupri berdalih, larangan menanam pohon penghijauan itu tidak hanya di Lamongan. Juga seluruh Indonesia.

‘’Kebijakan Dinas PU Sumberdaya Air itu bertentangan dengan prinsip pelestarian lingkungan dan air,’’ kritik Ketua Lembaga Pengembangan Sumberdaya Indonesia (LaPSI) Lamongan, Fatur Rohim Suhadi. 

Dia menjelaskan, akar pohon penghijauan justru akan menguatkan tanggul waduk, embung, maupun sungai. Akar-akar pohon tersebut akan berfungsi seperti pondasi.

Sehingga bisa menahan longsor ketika tanggul terkena tekanan air hujan atau lainnya.

‘’Kalau di sekeliling waduk, embung, sungai teduh oleh pohon, tentu juga bisa untuk obyek wisata, yang bisa untuk PAD. Berbeda kalau panas dan gersang tanpa pohon,’’ tuturnya. 

Selangkapnya baca di Koran Jawa Pos Radar Brondong-Paciran hari ini…

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/