alexametrics
29.3 C
Bojonegoro
Sunday, June 26, 2022

Cabdisdik Beri Penghargaan 14 GTT Berdedikasi

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Cabang Dinas Pendidikan (Cabdisdik) Jawa Timur Wilayah Bojonegoro-Tuban memberikan penghargaan dan apresiasi kepada 14 guru tidak tetap (GTT) berdedikasi. GTT tersebut sudah mengabdi puluhan tahun mendidik siswa Bojonegoro dan Tuban meski dengan upah minim. Penghargaan berlangsung di kantor Cabdisdik kemarin (23/8).

14 guru terpilih GTT berdedikasi meliputi Sucipto (SMAN 3 Bojonegoro), Anang Sucipto Budi Suprayitno (SMAN 1 Baureno), Anik Yulaikah (SMAN Gondang), Muhajir (SMKN Ngambon), Rico Rusdiantoro (SMKN Dander), Safandi Mardinata (SMKN 3 Bojonegoro), Nurhayan (SMAN Singgahan), Dewi Isyaroh (SMAN 2 Tuban), R. Puguh Wredhoyono (SMKN1 Soko), Very Setyawan Dwi Cahyono (SMKN 1 Singgahan), Dul Rahman (SMKN 1 Jatirogo), Suprihatin (SMKN 1 Singgahan), Elyta Mardhiana (SLB-C Negeri Tuban), dan Imam Ridhoi (SLB Sumbang Bojonegoro).

Penyerahan penghargaan dihadiri Pimpinan Cabang Bank Jatim Bojonegoro Hero Sasangka Perdana Putra dan Perwakilan Pimpinan Cabang Bank Jatim Tuban Sutikno.

Ketua Pelaksana Dr. Agus Huda, S.Pd, M.Pd mengatakan, kegiatan kemarin dilakukan untuk penghargaan dan apresiasi GTT berdedikasi. Pengorbanannya luar biasa untuk mendidik meski kondisi kurang beruntung. “Memberikan motivasi agar mampu meningkatkan dedikasinya,” ungkapnya kemarin.

Baca Juga :  Bersihkan Lokasi Jalan Makadam Dari Tanah Yang menempel Di Aspal

Penghargaan dan apresiasi GTT berdedikasi ini cukup momentum, diberikan dalam rangka 76 tahun Kemerdekaan Indonesia. Dan ulang tahun Bank Jatim. 

Agus Huda menjelaskan, penilaian GTT berdedikasi di lingkup Cabdisdik Jatim Wilayah Bojongoro-Tuban dilakukan sejak awal Mei hingga Agustus. Penilaian pada beberapa aspek. Seperti lama masa kerja, rekomendasi kepala sekolah, ekonomi kurang beruntung, beban tanggungan keluarga, jarak tempuh dan kesulitan medan, prestasi dimiliki, hingga portofolio. “Tim penilai menverifikasi langsung ke rumah GTT,” jelasnya.

Dedikasi yang diberikan ini terdapat GTT yang menempuh jarak 30 kilometer menuju sekolah. Dan ada GTT yang hanya digaji sekitar Rp 300 ribu, namun saat ini sudah meningkat kesejahteraannya dengan mendapat tunjangan dari provinsi Rp 900 ribu per bulan. 

Pimpinan Cabang Bank Jatim Bojonegoro Hero Sasangka Perdana Putra mengatakan, terharu dan merinding dengan dedikasi GTT di lingkup Cabdisdik Jatim Wilayah Bojonegoro-Tuban. Semangat dari GTT mengabdi puluhan tahun. “Luar biasa. Ini sisi positif yang bisa diambil,” ungkapnya.

Baca Juga :  Beras Berkutu-Bau Harus Diusut Tuntas

Menurut Hero, GTT berdedikasi merupakan pahlawan-pahlawan yang masih ada. Semangat pantang menyerah dan berjuang. Dan harus diapresiasi meski tidak sebanding. “Akan ada terus setiap tahun,” ujarnya.

Kepala Cabdisdik Jatim Wilayah Bojonegoro-Tuban Adi Prayitno S. Pd, M.M mengatakan, penghargaan dan apresiasi GTT berdedikasi satu-satunya digelar oleh Cabdisdik Jatim Wilayah Bojonegoro-Tuban. “Selama ini apresiasi yang sering hanya guru ASN,” terangnya.

Adi menjelaskan, GTT selama ini terpinggirkan, padahal memiliki kewajiban sama dengan guru tetap. Namun, hak-hak didapatkan tidak sama. Sehingga harus mencari pekerjaan tambahan. “Gaji GTT hanya Rp 1,2 juta,” jelasnya.

Menurut Adi, banyak orang memandang GTT sebelah mata. Namun Cabdisdik Jatim Wilayah Bojonegoro-Tuban memandang dengan dua belah mata dengan memberikan penghargaan dan apresiasi. “Terima kasih dibantu Bank Jatim Bojonegoro dan Tuban,” ungkapnya. 

Adi berharap GTT yang ikut seleksi PPPK agar belajar serius dan lulus tes. Serta, GTT yang mendapat apresiasi mampu bekerja lebih giat dan menjadi inspirasi GTT lain. (*/irv)

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Cabang Dinas Pendidikan (Cabdisdik) Jawa Timur Wilayah Bojonegoro-Tuban memberikan penghargaan dan apresiasi kepada 14 guru tidak tetap (GTT) berdedikasi. GTT tersebut sudah mengabdi puluhan tahun mendidik siswa Bojonegoro dan Tuban meski dengan upah minim. Penghargaan berlangsung di kantor Cabdisdik kemarin (23/8).

14 guru terpilih GTT berdedikasi meliputi Sucipto (SMAN 3 Bojonegoro), Anang Sucipto Budi Suprayitno (SMAN 1 Baureno), Anik Yulaikah (SMAN Gondang), Muhajir (SMKN Ngambon), Rico Rusdiantoro (SMKN Dander), Safandi Mardinata (SMKN 3 Bojonegoro), Nurhayan (SMAN Singgahan), Dewi Isyaroh (SMAN 2 Tuban), R. Puguh Wredhoyono (SMKN1 Soko), Very Setyawan Dwi Cahyono (SMKN 1 Singgahan), Dul Rahman (SMKN 1 Jatirogo), Suprihatin (SMKN 1 Singgahan), Elyta Mardhiana (SLB-C Negeri Tuban), dan Imam Ridhoi (SLB Sumbang Bojonegoro).

Penyerahan penghargaan dihadiri Pimpinan Cabang Bank Jatim Bojonegoro Hero Sasangka Perdana Putra dan Perwakilan Pimpinan Cabang Bank Jatim Tuban Sutikno.

Ketua Pelaksana Dr. Agus Huda, S.Pd, M.Pd mengatakan, kegiatan kemarin dilakukan untuk penghargaan dan apresiasi GTT berdedikasi. Pengorbanannya luar biasa untuk mendidik meski kondisi kurang beruntung. “Memberikan motivasi agar mampu meningkatkan dedikasinya,” ungkapnya kemarin.

Baca Juga :  Lima Pelajar SD Bikin Band : Dibentuk Supaya Tidak Kecanduan Main HP

Penghargaan dan apresiasi GTT berdedikasi ini cukup momentum, diberikan dalam rangka 76 tahun Kemerdekaan Indonesia. Dan ulang tahun Bank Jatim. 

Agus Huda menjelaskan, penilaian GTT berdedikasi di lingkup Cabdisdik Jatim Wilayah Bojongoro-Tuban dilakukan sejak awal Mei hingga Agustus. Penilaian pada beberapa aspek. Seperti lama masa kerja, rekomendasi kepala sekolah, ekonomi kurang beruntung, beban tanggungan keluarga, jarak tempuh dan kesulitan medan, prestasi dimiliki, hingga portofolio. “Tim penilai menverifikasi langsung ke rumah GTT,” jelasnya.

Dedikasi yang diberikan ini terdapat GTT yang menempuh jarak 30 kilometer menuju sekolah. Dan ada GTT yang hanya digaji sekitar Rp 300 ribu, namun saat ini sudah meningkat kesejahteraannya dengan mendapat tunjangan dari provinsi Rp 900 ribu per bulan. 

Pimpinan Cabang Bank Jatim Bojonegoro Hero Sasangka Perdana Putra mengatakan, terharu dan merinding dengan dedikasi GTT di lingkup Cabdisdik Jatim Wilayah Bojonegoro-Tuban. Semangat dari GTT mengabdi puluhan tahun. “Luar biasa. Ini sisi positif yang bisa diambil,” ungkapnya.

Baca Juga :  Bersihkan Lokasi Jalan Makadam Dari Tanah Yang menempel Di Aspal

Menurut Hero, GTT berdedikasi merupakan pahlawan-pahlawan yang masih ada. Semangat pantang menyerah dan berjuang. Dan harus diapresiasi meski tidak sebanding. “Akan ada terus setiap tahun,” ujarnya.

Kepala Cabdisdik Jatim Wilayah Bojonegoro-Tuban Adi Prayitno S. Pd, M.M mengatakan, penghargaan dan apresiasi GTT berdedikasi satu-satunya digelar oleh Cabdisdik Jatim Wilayah Bojonegoro-Tuban. “Selama ini apresiasi yang sering hanya guru ASN,” terangnya.

Adi menjelaskan, GTT selama ini terpinggirkan, padahal memiliki kewajiban sama dengan guru tetap. Namun, hak-hak didapatkan tidak sama. Sehingga harus mencari pekerjaan tambahan. “Gaji GTT hanya Rp 1,2 juta,” jelasnya.

Menurut Adi, banyak orang memandang GTT sebelah mata. Namun Cabdisdik Jatim Wilayah Bojonegoro-Tuban memandang dengan dua belah mata dengan memberikan penghargaan dan apresiasi. “Terima kasih dibantu Bank Jatim Bojonegoro dan Tuban,” ungkapnya. 

Adi berharap GTT yang ikut seleksi PPPK agar belajar serius dan lulus tes. Serta, GTT yang mendapat apresiasi mampu bekerja lebih giat dan menjadi inspirasi GTT lain. (*/irv)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/