alexametrics
24.5 C
Bojonegoro
Sunday, June 26, 2022

Yang Berebut Digambarkan Arwah 

TUBAN-Makna rebutan terasa kental dalam peringatan Boo Tho atau sembahyang arwah umum di Tempat Ibadat Tri Dharma (TITD) Kwan Sing Bio Tuban kemarin (22/8) siang. Ratusan warga yang mengerubuti ratusan tumpeng kecil rela saling dorong untuk mendapatkan sajian khas pada peringatan Boo Tho tersebut. Sajian tersebut berupa sebuah tumpeng kecil yang berisi beraneka macam kebutuhan sehari-hari, mulai bumbu dapur, teh, kopi, hingga sabun. 

Rebutan tumpeng adalah tradisi turun-temurun dari perhelatan Boo Tho. Dalam budaya Jawa, Boo Tho adalah semacam upacara sedekah bumi untuk mendoakan arwah leluhur.

Tumpeng baru diperebutkan setelah umat dan pengurus kelenteng sembahyang King Hoo Ping atau arwah umum di altar Kwan Sing Tee Koen. Rebutan dimulai setelah beduk ditabuh. Aparat kepolisian dibantu linmas dibuat kewalahan mengendalikan massa yang merebut tumpeng yang ditempatkan pada dua panggung kecil. Sebagian di antara perebut tumpeng naik panggung. 

Baca Juga :  Kuda Messi Keledai Emosi

Koordinator Peringatan Hari Besar TITD Kwan Sing Bio Tuban Alim Sugiantoro mengatakan, dalam rebutan tersebut pengunjung digambarkan dengan arwah yang bersemangat berebut doa. Makna inilah yang terbawa hingga menjadi nama populer peringatan ini. Tradisi ini sudah berlangsung sejak puluhan tahun lalu. Sebelumnya, kelenteng di Jalan RE Martadinata ini membagikan tumpeng. Teknisnya, pengunjung berbaris dan mengantre untuk mendapatkan tumpeng sesuai urutan. ‘’Cara ini pernah kita berlakukan. Namun, peringatan ini jadi kurang bermakna. Seperti kehilangan ruhnya,’’ tandas dia.

TUBAN-Makna rebutan terasa kental dalam peringatan Boo Tho atau sembahyang arwah umum di Tempat Ibadat Tri Dharma (TITD) Kwan Sing Bio Tuban kemarin (22/8) siang. Ratusan warga yang mengerubuti ratusan tumpeng kecil rela saling dorong untuk mendapatkan sajian khas pada peringatan Boo Tho tersebut. Sajian tersebut berupa sebuah tumpeng kecil yang berisi beraneka macam kebutuhan sehari-hari, mulai bumbu dapur, teh, kopi, hingga sabun. 

Rebutan tumpeng adalah tradisi turun-temurun dari perhelatan Boo Tho. Dalam budaya Jawa, Boo Tho adalah semacam upacara sedekah bumi untuk mendoakan arwah leluhur.

Tumpeng baru diperebutkan setelah umat dan pengurus kelenteng sembahyang King Hoo Ping atau arwah umum di altar Kwan Sing Tee Koen. Rebutan dimulai setelah beduk ditabuh. Aparat kepolisian dibantu linmas dibuat kewalahan mengendalikan massa yang merebut tumpeng yang ditempatkan pada dua panggung kecil. Sebagian di antara perebut tumpeng naik panggung. 

Baca Juga :  Panwaskab Tempati Kantor Lama

Koordinator Peringatan Hari Besar TITD Kwan Sing Bio Tuban Alim Sugiantoro mengatakan, dalam rebutan tersebut pengunjung digambarkan dengan arwah yang bersemangat berebut doa. Makna inilah yang terbawa hingga menjadi nama populer peringatan ini. Tradisi ini sudah berlangsung sejak puluhan tahun lalu. Sebelumnya, kelenteng di Jalan RE Martadinata ini membagikan tumpeng. Teknisnya, pengunjung berbaris dan mengantre untuk mendapatkan tumpeng sesuai urutan. ‘’Cara ini pernah kita berlakukan. Namun, peringatan ini jadi kurang bermakna. Seperti kehilangan ruhnya,’’ tandas dia.

Previous articleMisi Balas Dendam 
Next articlePecinta Hewan Albino

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/