alexametrics
32.7 C
Bojonegoro
Monday, August 8, 2022

Divonis Satu Tahun, JPU Tak Ajukan Banding

TUBAN, Radar Tuban – Meski divonis lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Tuban Ferdinan Cahyadi, tiga terdakwa kasus penipuan kredit Bank Mandiri Taspen Tuban, tak mengajukan banding. Ketiga  terdakwa tersebut, Endang Setyowati, Endang Setiorini, dan Siyamah.

‘’Kita menerima. Tidak mengajukan banding,’’ kata Ferdinan, sapaan akrabnya kepada Jawa Pos Radar Tuban.

Disampaikan Ferdinan, ada sejumlah alasan JPU tidak mengajukan banding, meski putusan yang dijatuhkan majelis hakim kepada terdakwa hanya satu tahun. Lebih ringan dari tuntutan JPU yang menuntut 1 tahun 3 bulan. Antara lain, usia ketiga terdakwa sudah cukup tua dan belum menikmati hasil penipuan.

‘’Karena alasan itu, kami tidak mengajukan banding. Mungkin majelis hakim juga memiliki pertimbangan sendiri dengan putusan satu tahun penjara tersebut,’’ tandas Ferdinan.

Baca Juga :  Jasa Penitipan Hewan Kebanjiran Order

Ketua majelis hakim Donovan Akbar Kusumo Bhuowono mengatakan, ketiga terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar pasal 263 ayat 2 KUHP jo pasal 55 ayat 1 KUHP dan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana.

Yakni, melakukan tindak pidana, menyuruh melakukan, dan turut serta dengan sengaja mempergunakan surat palsu atau dipalsukan, sehingga dapat menimbulkan suatu kerugian.

Disinggung terkait putusan yang lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU), Donovan menyampaikan, ada sejumlah unsur atau hal-hal yang meringankan terdakwa. ‘’Terdakwa belum pernah dihukum, terdakwa relatif sudah tua, sopan dan mengakui perbuatannya selama persidangan,’’ terang hakim kelahiran Jakarta itu.

Seperti diberitakan, ketiga terdakwa diduga kuat sebagai jaringan sindikat pemalsu dokumen. Dalam berita acara pemeriksaan tersangka, Endang Setyowati berperan sebagai orang yang identitasnya disamarkan dengan identitas korban pemalsuan. Sedangkan Endang Setiorini dan Siyamah berperan sebagai kerabat Endang Setyowati yang tugasnya untuk meyakinkan pihak bank dalam proses pencairan dana kredit. Rencananya, para pelaku ini akan mengajukan pinjaman kredit di Mandiri Taspen Tuban dengan nominal Rp 250 juta.

Baca Juga :  Oknum PNS Disanksi Nonaktif

Terungkapnya kasus pemalsuan dokumen tersebut bermula saat pihak Bank Mandiri Taspen curiga dengan pengajuan kredit yang disampaikan pelaku. Pasalnya, sepekan sebelumnya, pemilik identitas yang asli lebih dulu mengajukan kredit Taspen ke bank.

Karena curiga kembali mengajukan pinjaman kredit dengan identitas yang sama, akhirnya pihak bank memutuskan mengonfirmasi langsung kepada yang bersangkutan, pemilik identitas asli. Setelah dihubungi, ternyata yang bersangkutan merasa tidak mengajukan pinjaman.

TUBAN, Radar Tuban – Meski divonis lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Tuban Ferdinan Cahyadi, tiga terdakwa kasus penipuan kredit Bank Mandiri Taspen Tuban, tak mengajukan banding. Ketiga  terdakwa tersebut, Endang Setyowati, Endang Setiorini, dan Siyamah.

‘’Kita menerima. Tidak mengajukan banding,’’ kata Ferdinan, sapaan akrabnya kepada Jawa Pos Radar Tuban.

Disampaikan Ferdinan, ada sejumlah alasan JPU tidak mengajukan banding, meski putusan yang dijatuhkan majelis hakim kepada terdakwa hanya satu tahun. Lebih ringan dari tuntutan JPU yang menuntut 1 tahun 3 bulan. Antara lain, usia ketiga terdakwa sudah cukup tua dan belum menikmati hasil penipuan.

‘’Karena alasan itu, kami tidak mengajukan banding. Mungkin majelis hakim juga memiliki pertimbangan sendiri dengan putusan satu tahun penjara tersebut,’’ tandas Ferdinan.

Baca Juga :  Senam Bareng Kejaksaan Berlangsung Meriah

Ketua majelis hakim Donovan Akbar Kusumo Bhuowono mengatakan, ketiga terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar pasal 263 ayat 2 KUHP jo pasal 55 ayat 1 KUHP dan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana.

Yakni, melakukan tindak pidana, menyuruh melakukan, dan turut serta dengan sengaja mempergunakan surat palsu atau dipalsukan, sehingga dapat menimbulkan suatu kerugian.

Disinggung terkait putusan yang lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU), Donovan menyampaikan, ada sejumlah unsur atau hal-hal yang meringankan terdakwa. ‘’Terdakwa belum pernah dihukum, terdakwa relatif sudah tua, sopan dan mengakui perbuatannya selama persidangan,’’ terang hakim kelahiran Jakarta itu.

Seperti diberitakan, ketiga terdakwa diduga kuat sebagai jaringan sindikat pemalsu dokumen. Dalam berita acara pemeriksaan tersangka, Endang Setyowati berperan sebagai orang yang identitasnya disamarkan dengan identitas korban pemalsuan. Sedangkan Endang Setiorini dan Siyamah berperan sebagai kerabat Endang Setyowati yang tugasnya untuk meyakinkan pihak bank dalam proses pencairan dana kredit. Rencananya, para pelaku ini akan mengajukan pinjaman kredit di Mandiri Taspen Tuban dengan nominal Rp 250 juta.

Baca Juga :  DPRD Bekerja untuk Kesejahteraan Rakyat

Terungkapnya kasus pemalsuan dokumen tersebut bermula saat pihak Bank Mandiri Taspen curiga dengan pengajuan kredit yang disampaikan pelaku. Pasalnya, sepekan sebelumnya, pemilik identitas yang asli lebih dulu mengajukan kredit Taspen ke bank.

Karena curiga kembali mengajukan pinjaman kredit dengan identitas yang sama, akhirnya pihak bank memutuskan mengonfirmasi langsung kepada yang bersangkutan, pemilik identitas asli. Setelah dihubungi, ternyata yang bersangkutan merasa tidak mengajukan pinjaman.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/