alexametrics
25.3 C
Bojonegoro
Wednesday, May 18, 2022

Muncul Lomba Lingkungan Mandiri

KOTA – Program Lamongan Green and Clean (LGC) semakin mendorong kesadaran warga Lamongan untuk menata lingkungan tempat tinggalnya secara mandiri. Hal itu ditunjukkan dengan munculnya inisiatif sejumlah desa di Kota Soto ini untuk menggelar lomba mirip LGC di lingkup desanya.

Seperti di Desa Banyubang, Kecamatan Solokuro dan Desa Bakalanpule, Kecamatan Tikung. ‘’Lomba Banyubang Green and Clean akan dilaksanakan hari ini (kemarin, Red),’’ kata  Kepala Desa Banyubang, Sholahudin, kemarin (22/8).

Menurut dia, Banyubang Green and Clean tersebut diikuti 12 peserta dari 12 rukun tetangga (RT) dan disediakan hadiah total mencapai Rp 7,5 juta. ‘’Lomba ini digelar dalam rangka memperingati HUT RI Ke-72,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Dunia Kesehatan Sambut Positif Kehadiran Vaksin COVID-19

Lomba yang sama juga digelar di Desa Bakalanpule, Kecamatan Tikung. ‘’Lomba kebersihan lingkungan di Desa Bakalanpule akan digelar selama dua hari mulai hari ini (kemarin, Red),’’ kata Plt Camat Tikung, Marzuki.

Panitia LGC 2017, Puji Nawatiningsih, menyambut gembira digelarnya lomba kebersihan lingkungan atas inisiatif warga tersebut. Hal itu menunjukkan kesadaran warga Lamongan untuk menata lingkungan tempat tinggalnya semakin tinggi, yang terinspirasi oleh adanya program LGC. ‘’Lomba kebersihan lingkungan secara mandiri tersebut tidak mengganggu program LGC, tapi malah semakin memperkuat LGC. Apalagi lomba yang digelar secara swadaya masyarakat itu dilaksanakan ketika penjurian LGC 2017 sedang jeda (berhenti) pada minggu ini,’’ jelasnya.

Baca Juga :  LGC Gairahkan Swadaya Masyarakat

Kabid Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup Lamongan itu berharap semakin banyak desa atau kelurahan di kota yang berinisiatif menggelar sendiri lomba kebersihan lingkungan secara mandiri. Sehingga kompetisi LGC akan semakin meningkat dan berkualitas. 

‘’Semakin banyak desa – desa atau kelurahan – kelurahan yang menggelar lomba lingkungan secara mandiri, akan semakin meningkatkan pelaksanaan LGC. Karena kualitas kompetisi semakin meningkat. Dan hasil akhirnya, yang menikmati adalah masyarakat sendiri, karena lingkungan tempat tinggalnya semakin nyaman,’’ tuturnya. 

KOTA – Program Lamongan Green and Clean (LGC) semakin mendorong kesadaran warga Lamongan untuk menata lingkungan tempat tinggalnya secara mandiri. Hal itu ditunjukkan dengan munculnya inisiatif sejumlah desa di Kota Soto ini untuk menggelar lomba mirip LGC di lingkup desanya.

Seperti di Desa Banyubang, Kecamatan Solokuro dan Desa Bakalanpule, Kecamatan Tikung. ‘’Lomba Banyubang Green and Clean akan dilaksanakan hari ini (kemarin, Red),’’ kata  Kepala Desa Banyubang, Sholahudin, kemarin (22/8).

Menurut dia, Banyubang Green and Clean tersebut diikuti 12 peserta dari 12 rukun tetangga (RT) dan disediakan hadiah total mencapai Rp 7,5 juta. ‘’Lomba ini digelar dalam rangka memperingati HUT RI Ke-72,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Persaingan dan Zonasi Jadi Penyebab

Lomba yang sama juga digelar di Desa Bakalanpule, Kecamatan Tikung. ‘’Lomba kebersihan lingkungan di Desa Bakalanpule akan digelar selama dua hari mulai hari ini (kemarin, Red),’’ kata Plt Camat Tikung, Marzuki.

Panitia LGC 2017, Puji Nawatiningsih, menyambut gembira digelarnya lomba kebersihan lingkungan atas inisiatif warga tersebut. Hal itu menunjukkan kesadaran warga Lamongan untuk menata lingkungan tempat tinggalnya semakin tinggi, yang terinspirasi oleh adanya program LGC. ‘’Lomba kebersihan lingkungan secara mandiri tersebut tidak mengganggu program LGC, tapi malah semakin memperkuat LGC. Apalagi lomba yang digelar secara swadaya masyarakat itu dilaksanakan ketika penjurian LGC 2017 sedang jeda (berhenti) pada minggu ini,’’ jelasnya.

Baca Juga :  1.555 Santri Ponpes Bejagung Goyang Dayung

Kabid Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup Lamongan itu berharap semakin banyak desa atau kelurahan di kota yang berinisiatif menggelar sendiri lomba kebersihan lingkungan secara mandiri. Sehingga kompetisi LGC akan semakin meningkat dan berkualitas. 

‘’Semakin banyak desa – desa atau kelurahan – kelurahan yang menggelar lomba lingkungan secara mandiri, akan semakin meningkatkan pelaksanaan LGC. Karena kualitas kompetisi semakin meningkat. Dan hasil akhirnya, yang menikmati adalah masyarakat sendiri, karena lingkungan tempat tinggalnya semakin nyaman,’’ tuturnya. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/