alexametrics
24.9 C
Bojonegoro
Sunday, May 22, 2022

Benih Asli Lamongan Tinggal Selangkah

SUGIO – Tekad Lamongan untuk bisa memproduksi sendiri benih kedelai unggul mulai mendekati kenyataan. Itu ditunjukkan dengan adanya klaster pertanian khusus seluas 4 hektare yang telah memproduksi benih kedelai unggul. 

Benih kedelai unggul Varietas Grobogan ini dipanen Bupati Fadeli bersama Kepala Group Advisory dan Pengembangan Ekonomi Bank Indonesia Perwakilan Jawa Timur, Herawanto, di Desa Kedungbanjar, Kecamtan Sugio, kemarin (22/8).

Benih unggul tersebut selanjutnya digunakan untuk mengembangkan klaster pertanian kedelai seluas 75 hektare di empat kecamatan lainnya. Panen benih kedelai itu sebagai kelanjutan kerjasama Bank Indonesia dan Pemkab Lamongan yang dimulai sejak 2015. 

“Kami sampaikan terima kasih kepada Bank Indonesia yang selama ini telah menjalin kerjasama mengembangkan kedelai di Lamongan sejak 2015,’’ kata Bupati Fadeli.

Baca Juga :  Bubur Kacang Ijo Satiyem, Jadi Langganan Satgas TMMD 106 Kodim Cilacap

Dia juga menyebut kerjasama itu sebagai upaya pemkab untuk mendorong Lamongan sebagai lumbung pangan nasional. “Tahun lalu Bank Indonesia telah membangun Rumah Kedelai di Kecamatan Tikung. Kini kita memanen benih kedelai unggul dengan varietas Grobogan. Di kesempatan selanjutnya, seharusnya Lamongan sudah bisa memanen benih unggul dengan varietas asli Lamongan,’’ jelasnya.

Menurut dia, perkembangan komoditas kedelai di Lamongan cukup menggembirakan. Pada 2015, hasil produksinya 28 ribu ton. Produksi itu naik menjadi 42 ribu ton di 2016. 

Sementara untuk musim tanam tahun ini (2017), dari target luas tanam 15.090 hektare, sampai Juli lalu sudah terealisasi 11.279 hektare. Dari luas panen yang ditargetkan 15.088 hektare, sampai Juli lalu sudah dipanen 8.802 hektare. Produksi sampai Juli lalu sudah tercapai 17.668 ton dengan produktivitas 2,007 ton per hektare.

Baca Juga :  Komitmen sebagai Lumbung Pangan Nasional

Herawanto menyatakan, komoditi kedelai dipilih dalam kerjasama aktif dengan Pemkab Lamongan karena kedelai menjadi salah satu komoditas utama penyumbang angka inflasi. “Kami bekerja sama dengan Pemkab Lamongan karena dari hasil identifikasi, Lamongan selama ini adalah penyangga kedelai Jawa Timur dan nasional,’’ tuturnya. 

SUGIO – Tekad Lamongan untuk bisa memproduksi sendiri benih kedelai unggul mulai mendekati kenyataan. Itu ditunjukkan dengan adanya klaster pertanian khusus seluas 4 hektare yang telah memproduksi benih kedelai unggul. 

Benih kedelai unggul Varietas Grobogan ini dipanen Bupati Fadeli bersama Kepala Group Advisory dan Pengembangan Ekonomi Bank Indonesia Perwakilan Jawa Timur, Herawanto, di Desa Kedungbanjar, Kecamtan Sugio, kemarin (22/8).

Benih unggul tersebut selanjutnya digunakan untuk mengembangkan klaster pertanian kedelai seluas 75 hektare di empat kecamatan lainnya. Panen benih kedelai itu sebagai kelanjutan kerjasama Bank Indonesia dan Pemkab Lamongan yang dimulai sejak 2015. 

“Kami sampaikan terima kasih kepada Bank Indonesia yang selama ini telah menjalin kerjasama mengembangkan kedelai di Lamongan sejak 2015,’’ kata Bupati Fadeli.

Baca Juga :  Komitmen sebagai Lumbung Pangan Nasional

Dia juga menyebut kerjasama itu sebagai upaya pemkab untuk mendorong Lamongan sebagai lumbung pangan nasional. “Tahun lalu Bank Indonesia telah membangun Rumah Kedelai di Kecamatan Tikung. Kini kita memanen benih kedelai unggul dengan varietas Grobogan. Di kesempatan selanjutnya, seharusnya Lamongan sudah bisa memanen benih unggul dengan varietas asli Lamongan,’’ jelasnya.

Menurut dia, perkembangan komoditas kedelai di Lamongan cukup menggembirakan. Pada 2015, hasil produksinya 28 ribu ton. Produksi itu naik menjadi 42 ribu ton di 2016. 

Sementara untuk musim tanam tahun ini (2017), dari target luas tanam 15.090 hektare, sampai Juli lalu sudah terealisasi 11.279 hektare. Dari luas panen yang ditargetkan 15.088 hektare, sampai Juli lalu sudah dipanen 8.802 hektare. Produksi sampai Juli lalu sudah tercapai 17.668 ton dengan produktivitas 2,007 ton per hektare.

Baca Juga :  15 Tahun Guru Honorer, Kini Lolos CPNS Formasi Disabilitas

Herawanto menyatakan, komoditi kedelai dipilih dalam kerjasama aktif dengan Pemkab Lamongan karena kedelai menjadi salah satu komoditas utama penyumbang angka inflasi. “Kami bekerja sama dengan Pemkab Lamongan karena dari hasil identifikasi, Lamongan selama ini adalah penyangga kedelai Jawa Timur dan nasional,’’ tuturnya. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Dari Dangdut ke Salawat

Mampu Berbuah Lebih Cepat

Anak Desa Harus Semangat Kuliah


/