alexametrics
28.1 C
Bojonegoro
Wednesday, May 25, 2022

Senang Bisa Kalahkan Atlet dari Bondowoso

SEJAK kelas 4 SD, Ananda Nata Pertiwi Nasution senang dengan tarung derajat. Dia berlatih giat dan mematuhi instruksi pelatihnya untuk menghindari goresan, makan pedas, dan minuman dingin.

Ananda Nata Pertiwi Nasution, 15, tersenyum. Siswi kelas VIII SMP itu menunjukkan beberapa kalung medali yang pernah diperolehnya.

‘’Kalau saya sejak duduk dibangku kelas 4 SD sudah mengenal tarung derajat Mas,’’ tuturnya.

Ananda mengenal tarung derajat dari salah seorang teman orang tuanya. Dia diajak melihat latihan setiap Minggu. Melihat latihannya yang menantang, Ananda tertarik. Apalagi, pukulan dan tendangan yang digunakan bebas. Asalkan, memenuhi ketentuan.

Baca Juga :  Tim Sepak Bola Lamongan Bergantung Selisih Gol

‘’Ada dua bagian yang tak diperbolehkan ditendang, yaitu di bawah sabuk dan bagian belakang tubuh pada saat bertanding,’’ jelasnya.

Selama mengikuti sejumlah kejuaraan, Ananda selalu kesulitan bila bertemu atlet dari Bondowoso. Dia pasti kalah. Namun, saat Porprov Jatim lalu, lawan yang sama, akhirnya bisa dikalahkan dalam dua ronde.

Menjadi atlet tarung derajat membutuhkan kekuatan fisik. Ananda memilih berlari agar ketahanan fisiknya terjaga. Selain itu, dia juga memerhatikan porsi makannya. Gorengan, makanan pedas, dan minuman dingin dihindarinya.

Ketika bertanding, Ananda lebih senang menggunakan tendangan samping dan pukulan cepat. Dia merasa kesulitan bila ingin menggunakan tendangan lingkar belakang. Sebab, dia harus berputar dulu sebelum melakukan tendangan.

Baca Juga :  Bambang Kalahkan Anggota Satgas TMMD Dalam Bermain Tenis Meja

‘’Saya sudah terbiasa dengan tendangan samping dibandingkan yang lainnya. Meskipun sebagian peserta sering menggunakan pukulan,’’ ujarnya.

Kali pertama bertanding, Ananda masih kelas 6 SD. Berat badannya, 50 – 55 kg. Saat ini, dia lebih sering turun pada tarung bebas putri  dengan berat 51 – 54 kg. Ananda pernah mendapatkan juara 1 Piala KONI Lamongan (2016), juara 3 Kejurprov Piala Gubernur Jatim di Batu (2017), dan runner-up Kejurprov antarpelajar Se-Jawa Timur di Kediri (2018). Kemudian, juara 1  Kejurda Kadispora Cup di Lamongan dan juara 1 Kejuaraan antarsatlat Se-Malang Raya (2018). Serta, juara 1 porkab beberapa minggu lalu.

SEJAK kelas 4 SD, Ananda Nata Pertiwi Nasution senang dengan tarung derajat. Dia berlatih giat dan mematuhi instruksi pelatihnya untuk menghindari goresan, makan pedas, dan minuman dingin.

Ananda Nata Pertiwi Nasution, 15, tersenyum. Siswi kelas VIII SMP itu menunjukkan beberapa kalung medali yang pernah diperolehnya.

‘’Kalau saya sejak duduk dibangku kelas 4 SD sudah mengenal tarung derajat Mas,’’ tuturnya.

Ananda mengenal tarung derajat dari salah seorang teman orang tuanya. Dia diajak melihat latihan setiap Minggu. Melihat latihannya yang menantang, Ananda tertarik. Apalagi, pukulan dan tendangan yang digunakan bebas. Asalkan, memenuhi ketentuan.

Baca Juga :  Bambang Kalahkan Anggota Satgas TMMD Dalam Bermain Tenis Meja

‘’Ada dua bagian yang tak diperbolehkan ditendang, yaitu di bawah sabuk dan bagian belakang tubuh pada saat bertanding,’’ jelasnya.

Selama mengikuti sejumlah kejuaraan, Ananda selalu kesulitan bila bertemu atlet dari Bondowoso. Dia pasti kalah. Namun, saat Porprov Jatim lalu, lawan yang sama, akhirnya bisa dikalahkan dalam dua ronde.

Menjadi atlet tarung derajat membutuhkan kekuatan fisik. Ananda memilih berlari agar ketahanan fisiknya terjaga. Selain itu, dia juga memerhatikan porsi makannya. Gorengan, makanan pedas, dan minuman dingin dihindarinya.

Ketika bertanding, Ananda lebih senang menggunakan tendangan samping dan pukulan cepat. Dia merasa kesulitan bila ingin menggunakan tendangan lingkar belakang. Sebab, dia harus berputar dulu sebelum melakukan tendangan.

Baca Juga :  Kebutuhan Pupuk Petambak 28 Ribu Ton

‘’Saya sudah terbiasa dengan tendangan samping dibandingkan yang lainnya. Meskipun sebagian peserta sering menggunakan pukulan,’’ ujarnya.

Kali pertama bertanding, Ananda masih kelas 6 SD. Berat badannya, 50 – 55 kg. Saat ini, dia lebih sering turun pada tarung bebas putri  dengan berat 51 – 54 kg. Ananda pernah mendapatkan juara 1 Piala KONI Lamongan (2016), juara 3 Kejurprov Piala Gubernur Jatim di Batu (2017), dan runner-up Kejurprov antarpelajar Se-Jawa Timur di Kediri (2018). Kemudian, juara 1  Kejurda Kadispora Cup di Lamongan dan juara 1 Kejuaraan antarsatlat Se-Malang Raya (2018). Serta, juara 1 porkab beberapa minggu lalu.

Artikel Terkait

Most Read

Amankan Dua Pengedar SS

Sanksi Serahkan ke Kepala OPD

Dipicu Keterbatasan Ekonomi

Artikel Terbaru


/