alexametrics
27.2 C
Bojonegoro
Friday, May 27, 2022

Gelontorkan Rp 2,6 Miliar Untuk Rehabilitasi Kaki Jembatan Trucuk

Radar Bojonegoro – Jembatan Sosrodilogo atau Jembatan Trucuk bakal direhabilitasi. Jembatan melintas di atas Sungai Bengawan Solo itu akan dilakukan memperkuat kaki-kaki di jembatan di kedua sisi.

Kabid Jembatan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Wardi mengatakan, kaki-kaki Jembatan Trucuk memang butuh diperkuat. Sebab, tebing-tebing di sekitar jembatan itu banyak yang longsor.

‘’Jika tidak diperkuat kaki jembatan bisa rapuh karena terdampak longsoran di sekitarnya,’’ ujarnya. Penguatan kaki jembatan akan dilakukan di kedua sisi. Baik sisi Bojonegoro muapun sisi Trucuk. Sebab, tebing kedua sisi sudah banyak yang rapuh.

Itu terjadi sejak tahun lalu. Terutama saat musim hujan. Dinas PU bina marga mengalokasikan anggaran sebesar Rp 2,6 miliar untuk proyek itu.

Baca Juga :  Akan Tindak Parkir Sembarangan

Pengerjaan penguatan kaki-kaki jembatan segera dilaksanakan.‘’Saat ini masih persiapan,’’ ujar pria asli Trucuk itu. Jembatan Trucuk melintasi Bengawan Solo.

Tebing-tebing di sekitar jembatan itu rawan longsor karena tergerus arus Bengawan Solo. Sehingga, kaki-kaki jembatan itu harus dilakukan penguatan.

Jembatan itu menghubungkan antara Kecamatan Bojonegoro Kota dan Trucuk. Sebelum ada jembatan itu warga menyeberang menggunakan perahu.

Selain rehabilitasi Jembatan Trucuk, tahun ini dinas PU bina marga juga membangun jembatan Bojonegoro-Cepu. Persisnya di Desa Medalem.

Ketua Komisi D DPRD Bojonegoro Abdullah Umar mengatakan, pengerjaan proyek konstruksi harus dikebut. Sebab, sisa waktu pengerjaan tidak banyak. ‘’Hanya enam bulan. Sehingga, pengerjaan harus dilakukan dengan cepat,’’ terangnya.

Baca Juga :  Pipa Distribusi Air Bersih Dari Sungai Brantas Mulai Dipasang

Para rekanan, lanjut Umar, harus menambah jumlah pekerja. Sebab, jika menggunakan pekerja dalam jumlah normal, maka siswa itu tidak akan cukup.

Menurut Umar, adanya pandemi Covid-19 memang mengganggu semua sektor. Termasuk sektor pembangunan. Namun, itu bukan alasan untuk tidak menyelesaikan pekerjaan.

‘’Para rekanan tetap bekerja sesuai kontrak. Jika kontrak pekerjaan sampai Desember, tentu harus selesai Desember,’’ ujarnya.

Selain durasi waktu yang pendek saat ini organisasi perangkat daerah (OPD) harus memastikan rekanan menerapkan protokol kesehatan. Sebab, banyak rekanan yang berasal dari luar daerah. ‘’Ini harus menjadi perhatian serius pemkab,’’ tuturnya.

Radar Bojonegoro – Jembatan Sosrodilogo atau Jembatan Trucuk bakal direhabilitasi. Jembatan melintas di atas Sungai Bengawan Solo itu akan dilakukan memperkuat kaki-kaki di jembatan di kedua sisi.

Kabid Jembatan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Wardi mengatakan, kaki-kaki Jembatan Trucuk memang butuh diperkuat. Sebab, tebing-tebing di sekitar jembatan itu banyak yang longsor.

‘’Jika tidak diperkuat kaki jembatan bisa rapuh karena terdampak longsoran di sekitarnya,’’ ujarnya. Penguatan kaki jembatan akan dilakukan di kedua sisi. Baik sisi Bojonegoro muapun sisi Trucuk. Sebab, tebing kedua sisi sudah banyak yang rapuh.

Itu terjadi sejak tahun lalu. Terutama saat musim hujan. Dinas PU bina marga mengalokasikan anggaran sebesar Rp 2,6 miliar untuk proyek itu.

Baca Juga :  5.700 KPP Tersalurkan, 16 Ribu Pemohon Antre

Pengerjaan penguatan kaki-kaki jembatan segera dilaksanakan.‘’Saat ini masih persiapan,’’ ujar pria asli Trucuk itu. Jembatan Trucuk melintasi Bengawan Solo.

Tebing-tebing di sekitar jembatan itu rawan longsor karena tergerus arus Bengawan Solo. Sehingga, kaki-kaki jembatan itu harus dilakukan penguatan.

Jembatan itu menghubungkan antara Kecamatan Bojonegoro Kota dan Trucuk. Sebelum ada jembatan itu warga menyeberang menggunakan perahu.

Selain rehabilitasi Jembatan Trucuk, tahun ini dinas PU bina marga juga membangun jembatan Bojonegoro-Cepu. Persisnya di Desa Medalem.

Ketua Komisi D DPRD Bojonegoro Abdullah Umar mengatakan, pengerjaan proyek konstruksi harus dikebut. Sebab, sisa waktu pengerjaan tidak banyak. ‘’Hanya enam bulan. Sehingga, pengerjaan harus dilakukan dengan cepat,’’ terangnya.

Baca Juga :  Siswa Jalani Ujian Madrasah Penentu Kelulusan

Para rekanan, lanjut Umar, harus menambah jumlah pekerja. Sebab, jika menggunakan pekerja dalam jumlah normal, maka siswa itu tidak akan cukup.

Menurut Umar, adanya pandemi Covid-19 memang mengganggu semua sektor. Termasuk sektor pembangunan. Namun, itu bukan alasan untuk tidak menyelesaikan pekerjaan.

‘’Para rekanan tetap bekerja sesuai kontrak. Jika kontrak pekerjaan sampai Desember, tentu harus selesai Desember,’’ ujarnya.

Selain durasi waktu yang pendek saat ini organisasi perangkat daerah (OPD) harus memastikan rekanan menerapkan protokol kesehatan. Sebab, banyak rekanan yang berasal dari luar daerah. ‘’Ini harus menjadi perhatian serius pemkab,’’ tuturnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/