alexametrics
22.6 C
Bojonegoro
Tuesday, June 28, 2022

Alihkan Jamkesda ke BPJS

BOJONEGORO – Tahun ini Pemkab Bojonegoro menargetkan semua peserta jamkesda terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan. Pemkab mengalokasikan anggaran senilai Rp 2 miliar. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bojonegoro Ninik Susmiati menjelaskan, peralihan peserta jamkesda ke BPJS Kesehatan sebenarnya sudah dilakukan sejak tahun lalu.  Namun, kala itu masih banyak temuan data yang bermasalah. “Tahun lalu ada 7.596 orang,” terang Ninik.

Ninik melanjutkan, sebenarnya jumlah peserta jamkesda yang akan dimasukkan BPJS Kesehatan tahun lalu ada 10 ribu. Namun, setelah diverifikasi, hanya ada 7.596 orang yang dinyatakan memenuhi syarat.

Tidak memenuhi syarat itu disebabkan beberapa hal. Di antaranya sudah meninggal atau datanya ganda. Sehingga, harus dilakukan verifikasi sebelum peralihan dilakukan. “Sisa dari 10 ribu kita cukupi tahun ini,” jelasnya.

Baca Juga :  Apa Isi HP Mertua Sekda Lamongan?

Selain menggenapi sisanya, tahun ini juga ada tambahan baru. Jumlahnya 8.000 jiwa. Sehingga, tahun ini ada 18.000 jiwa peserta jamkesda yang didaftarkan BPJS Kesehatan.

Ninik menjelaskan, pemkab menargetkan tahun depan sudah tidak ada lagi peserta jamkesda yang tidak masuk BPJS. “Kita saat ini masih proses verifikasi. Setelah itu, proses penerbitan SK,” jelasnya.

Pengalihan jamkesda ke BPJS sudah dianggarkan di anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Induk. Nilainya sekitar Rp 2 miliar. Namun, nilai itu masih kurang. Sisanya akan dicukupi melalui APBD Perubahan.  “Ya sisanya nanti di P,” terangnya.

Anggaran untuk pembiayaan BPJS Kesehatan warga lebih rendah dibanding jamkesda. Sebab, mereka nantinya akan dimasukkan BPJS Kesehatan kelas 3. Yaitu,  iuran Rp 28 ribu per orang. “Sesuai aturannya memang dikelas 3. Jadi lebih ringan,” jelasnya.

Baca Juga :  Mulai Kehabisan Pertalite, Konsumen Terpaksa Beli Pertamax

BOJONEGORO – Tahun ini Pemkab Bojonegoro menargetkan semua peserta jamkesda terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan. Pemkab mengalokasikan anggaran senilai Rp 2 miliar. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bojonegoro Ninik Susmiati menjelaskan, peralihan peserta jamkesda ke BPJS Kesehatan sebenarnya sudah dilakukan sejak tahun lalu.  Namun, kala itu masih banyak temuan data yang bermasalah. “Tahun lalu ada 7.596 orang,” terang Ninik.

Ninik melanjutkan, sebenarnya jumlah peserta jamkesda yang akan dimasukkan BPJS Kesehatan tahun lalu ada 10 ribu. Namun, setelah diverifikasi, hanya ada 7.596 orang yang dinyatakan memenuhi syarat.

Tidak memenuhi syarat itu disebabkan beberapa hal. Di antaranya sudah meninggal atau datanya ganda. Sehingga, harus dilakukan verifikasi sebelum peralihan dilakukan. “Sisa dari 10 ribu kita cukupi tahun ini,” jelasnya.

Baca Juga :  Masa Tenang Rawan Politik Uang

Selain menggenapi sisanya, tahun ini juga ada tambahan baru. Jumlahnya 8.000 jiwa. Sehingga, tahun ini ada 18.000 jiwa peserta jamkesda yang didaftarkan BPJS Kesehatan.

Ninik menjelaskan, pemkab menargetkan tahun depan sudah tidak ada lagi peserta jamkesda yang tidak masuk BPJS. “Kita saat ini masih proses verifikasi. Setelah itu, proses penerbitan SK,” jelasnya.

Pengalihan jamkesda ke BPJS sudah dianggarkan di anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Induk. Nilainya sekitar Rp 2 miliar. Namun, nilai itu masih kurang. Sisanya akan dicukupi melalui APBD Perubahan.  “Ya sisanya nanti di P,” terangnya.

Anggaran untuk pembiayaan BPJS Kesehatan warga lebih rendah dibanding jamkesda. Sebab, mereka nantinya akan dimasukkan BPJS Kesehatan kelas 3. Yaitu,  iuran Rp 28 ribu per orang. “Sesuai aturannya memang dikelas 3. Jadi lebih ringan,” jelasnya.

Baca Juga :  Gali Sumur Untuk Air Wudu, Malah Keluar Gas

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/