alexametrics
24.9 C
Bojonegoro
Monday, May 23, 2022

DPT Pilkades Tidak Bisa Bertambah

BOJONEGORO – Daftar pemilih tetap (DPT) pilkades menjadi perhatian serius dalam rapat dengar pendapat (hearing) antara DPRD dan Pemkab Bojonegoro kemarin (22/5). Sebab, DPT pilkades sudah tidak bisa bertambah. Namun, hanya bisa berkurang.

Asisten I Bidang Pemerintahan Djoko Lukito menjelaskan, DPT pilkades tidak sama dengan DPT pemilu. DPT pilkades tidak diambilkan dari data di dinas kependudukan dan catatan sipil (dispendukcapil). Namun, diambilkan langsung berdasarkan pemilu terakhir.

“Kalau DPT pemilu didata berdasarkan data di dispendukcapil,” ujar Djoko.

Djoko melanjutkan, setelah ditetapkan menjadi DPT, sudah tidak bisa bertambah. Sebab, bertambahnya itu akan menjadi masalah yang rumit. Namun, jika berkurang tetap bisa. Itu nanti hanya dilakukan pencoretan saja. “Namanya itu DPT tambahan,” terang Djoko.

Baca Juga :  Sudah Layak Diubah Bus Besar

Pemilih di suatu desa jika pindah ke desa lain, tentu akan dicoret. Namun, orang baru yang masuk ke desa dan tercatat sebagai warga desa namun belum masuk DPT tidak bisa masuk. Meskipun sudah memiliki e-KTP.

“Ini sangat rawan. Jadi, tidak bisa bertambah,” terangnya.

Menurut Djoko, pilkades itu bisa menjadi rawan jika DPT mengalami pertambahan. Karena itu DPT hanya bisa berkurang saja.

Selain masalah DPT, hal lain yang menjadi perhatian adalah mengenai pembatasan peserta pilkades. Sesuai aturannya peserta pilkades maksimal adalah lima orang. Namun, di sejumlah desa ada yang sampai tujuh peserta. Sehingga, pemkab akan melakukan eliminasi pada sejumlah peserta.

“Pemkab harus bisa menciptakan kondisi yang bagus. Jangan sampai proses eliminasi ini menimbulkan masalah,” kata Wakil Ketua Komisi A DPRD Bojonegoro Anam Warsito.

Baca Juga :  Targetkan Rampung Akhir Tahun

Anam menjelaskan, pilkades yang rencana digelar bulan depan harus dilaksanakan dengan aman. Jangan sampai ada permasalahan. “Saat ini yang tengah diselesaikan adalah yang ada di Desa Pomahan, Baureno. Itu terkait dengan orang yang mau mendaftar tapi tidak bisa,” ungkap dia.

BOJONEGORO – Daftar pemilih tetap (DPT) pilkades menjadi perhatian serius dalam rapat dengar pendapat (hearing) antara DPRD dan Pemkab Bojonegoro kemarin (22/5). Sebab, DPT pilkades sudah tidak bisa bertambah. Namun, hanya bisa berkurang.

Asisten I Bidang Pemerintahan Djoko Lukito menjelaskan, DPT pilkades tidak sama dengan DPT pemilu. DPT pilkades tidak diambilkan dari data di dinas kependudukan dan catatan sipil (dispendukcapil). Namun, diambilkan langsung berdasarkan pemilu terakhir.

“Kalau DPT pemilu didata berdasarkan data di dispendukcapil,” ujar Djoko.

Djoko melanjutkan, setelah ditetapkan menjadi DPT, sudah tidak bisa bertambah. Sebab, bertambahnya itu akan menjadi masalah yang rumit. Namun, jika berkurang tetap bisa. Itu nanti hanya dilakukan pencoretan saja. “Namanya itu DPT tambahan,” terang Djoko.

Baca Juga :  Penerima BPNT Daerah Menyusut 2.086 Orang

Pemilih di suatu desa jika pindah ke desa lain, tentu akan dicoret. Namun, orang baru yang masuk ke desa dan tercatat sebagai warga desa namun belum masuk DPT tidak bisa masuk. Meskipun sudah memiliki e-KTP.

“Ini sangat rawan. Jadi, tidak bisa bertambah,” terangnya.

Menurut Djoko, pilkades itu bisa menjadi rawan jika DPT mengalami pertambahan. Karena itu DPT hanya bisa berkurang saja.

Selain masalah DPT, hal lain yang menjadi perhatian adalah mengenai pembatasan peserta pilkades. Sesuai aturannya peserta pilkades maksimal adalah lima orang. Namun, di sejumlah desa ada yang sampai tujuh peserta. Sehingga, pemkab akan melakukan eliminasi pada sejumlah peserta.

“Pemkab harus bisa menciptakan kondisi yang bagus. Jangan sampai proses eliminasi ini menimbulkan masalah,” kata Wakil Ketua Komisi A DPRD Bojonegoro Anam Warsito.

Baca Juga :  Jembatan Ambles Sejak Lima Hari, Warga Terdampak Mengungsi

Anam menjelaskan, pilkades yang rencana digelar bulan depan harus dilaksanakan dengan aman. Jangan sampai ada permasalahan. “Saat ini yang tengah diselesaikan adalah yang ada di Desa Pomahan, Baureno. Itu terkait dengan orang yang mau mendaftar tapi tidak bisa,” ungkap dia.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Dari Dangdut ke Salawat

Mampu Berbuah Lebih Cepat

Anak Desa Harus Semangat Kuliah


/