alexametrics
24.1 C
Bojonegoro
Sunday, May 22, 2022

167 Pelanggan PDAM Dicabut

BOJONEGORO – Sebanyak 157 pelanggan perusahaan daerah air minum (PDAM) dicabut. Rerata alasan pencabutan karena menunggak pembayaran. Jumlah pencabutan itu selama empat bulan (Januari hingga April). Selain didominasi nunggak pembayaran, tak dipungkiri karena permintaan dari pelanggan.

Humas PDAM Bojonegoro Joko Siswanto mengatakan, dalam prosesnya sudah diberikan peringatan. Kebijakan perusahan jika menunggak selama tiga bulan otomatis pelayanan akan dicabut. Namun, dalam prosesnya akan diberi peringatan, lalu jika tidak berkelanjutan akan dicabut.

Sementara, menurutnya, pelanggan penunggak paling banyak didominasi wilayah perkotaan. Sementara, daerah pedesaan masih banyak yang patuh peraturan. “Kalau untuk permintaan pencabutan biasanya sudah punya sumur sendiri,” ucapnya.

Baca Juga :  Liburan, Gadis ini Pilih Nikmati Alam

Joko mengatakan, selama Ramadan tetap menyediakan petugas untuk berjaga mengantisipasi adanya kebocoran atau keluhan pelanggan lainnya. Dari 28 kecamatan di Bojonegoro, 14 kecamatan di antaranya sudah menjadi pelanggan PDAM.

“Di Bojonegoro banyak kawasan hutan jadi untuk mencapai lokasi memang agak sulit,” katanya.

Sementara 14 kecamatan sudah teraliri air bersih mulai dari Kecamatan Baureno, Sumberrejo, Balen, Kapas, Dander, Trucuk, Purwosari, Kalitidu, Kanor, Sugihwaras, Bubulan, dan Kecamatan Kota.

Rencana untuk pengembangan tahun depan akan berpusat pada lokasi Kecamatan Kalitidu, Ngasem, Gayam, serta Tambakrejo. Joko mengatakan, pengembangan tersebut sudah pada tahap penanaman pipa.

Setiap tahunnya rerata PDAM akan mengerjakan 300 sambungan. Bahkan, tahun ini, kata Joko, melayani 3.165 sambungan. “Dulu cuma 300 hingga 500 sambungan. Tapi, 2018 sudah mulai mencapai 3.000 sambungan,” ucapnya.

Baca Juga :  Gerakan Zending Kristiani GKJTU Lebih Berpola Eropa

Data terbaru pelanggan di Kabupaten Bojonegoro sampai April sebanyak 37.895. Sedangkan, 12.000 di antaranya pelanggan dari kawasan perkotaan. (cs/rij)

BOJONEGORO – Sebanyak 157 pelanggan perusahaan daerah air minum (PDAM) dicabut. Rerata alasan pencabutan karena menunggak pembayaran. Jumlah pencabutan itu selama empat bulan (Januari hingga April). Selain didominasi nunggak pembayaran, tak dipungkiri karena permintaan dari pelanggan.

Humas PDAM Bojonegoro Joko Siswanto mengatakan, dalam prosesnya sudah diberikan peringatan. Kebijakan perusahan jika menunggak selama tiga bulan otomatis pelayanan akan dicabut. Namun, dalam prosesnya akan diberi peringatan, lalu jika tidak berkelanjutan akan dicabut.

Sementara, menurutnya, pelanggan penunggak paling banyak didominasi wilayah perkotaan. Sementara, daerah pedesaan masih banyak yang patuh peraturan. “Kalau untuk permintaan pencabutan biasanya sudah punya sumur sendiri,” ucapnya.

Baca Juga :  Marfuah Segera Menyusul Supi Sidang, ini Kata Kasi PidsusĀ 

Joko mengatakan, selama Ramadan tetap menyediakan petugas untuk berjaga mengantisipasi adanya kebocoran atau keluhan pelanggan lainnya. Dari 28 kecamatan di Bojonegoro, 14 kecamatan di antaranya sudah menjadi pelanggan PDAM.

“Di Bojonegoro banyak kawasan hutan jadi untuk mencapai lokasi memang agak sulit,” katanya.

Sementara 14 kecamatan sudah teraliri air bersih mulai dari Kecamatan Baureno, Sumberrejo, Balen, Kapas, Dander, Trucuk, Purwosari, Kalitidu, Kanor, Sugihwaras, Bubulan, dan Kecamatan Kota.

Rencana untuk pengembangan tahun depan akan berpusat pada lokasi Kecamatan Kalitidu, Ngasem, Gayam, serta Tambakrejo. Joko mengatakan, pengembangan tersebut sudah pada tahap penanaman pipa.

Setiap tahunnya rerata PDAM akan mengerjakan 300 sambungan. Bahkan, tahun ini, kata Joko, melayani 3.165 sambungan. “Dulu cuma 300 hingga 500 sambungan. Tapi, 2018 sudah mulai mencapai 3.000 sambungan,” ucapnya.

Baca Juga :  Jalan Pangsud Dicor, Lalin Dialihkan

Data terbaru pelanggan di Kabupaten Bojonegoro sampai April sebanyak 37.895. Sedangkan, 12.000 di antaranya pelanggan dari kawasan perkotaan. (cs/rij)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/