alexametrics
25.5 C
Bojonegoro
Monday, May 23, 2022

Dua TPS Terpaksa Hitung Ulang

BOJONEGORO – Proses rekapitulasi surat suara tingkat panitia pemilihan kecamatan (PPK) sejak Jumat (19/4) hingga kemarin (22/4) ternyata tak berjalan mulus. Masih banyak ditemukan rekapitulasi surat suara yang penulisan angka di kolom C1 yang tak sesuai dengan petunjuk teknis.

Selain itu, ada kesalahan fatal terpaksa dihitung ulang. Sebab, ada dua tempat pemungutan suara (TPS) yang jumlah suaranya lebih banyak dibanding jumlah daftar pemilih tetap (DPT). Sebab, ada nama calon anggota legislatif (caleg) dan partai politik (parpol) dicoblos, dalam satu surat suara dihitung dua suara.

“Dua TPS yang dihitung ulang,” kata Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Bojonegoro Moch. Zaenuri kemarin (22/4).

Baca Juga :  Tips Cantik dan Sehat, Perbanyak Air Putih 

Dia menambahkan, dua TPS dihitung ulang itu di Desa Sobontoro, Kecamatan Balen, persisnya di TPS 02. Dan, TPS 05 Desa Leran, Kecamatan Kalitidu. Keduanya terpaksa dihitung ulang, karena ada kesalahan penulisan di C1.

Dua temuan itu, tidak menutup kemungkinan juga terjadi di TPS lain. Sehingga, Bawaslu meminta semua pihak ikut mengawasi proses rekapitulasi suara saat ini masih berjalan di tingkat PPK. “Sementara dua itu temuan kami,” tegasnya.

Karena sudah dilakukan penghitungan ulang, kata dia, dua TPS tersebut sudah tidak ada masalah. Kesalahan tersebut diduga karena petugas KPPS mayoritas baru.

Sementara itu, Divisi Teknis Penyelenggara Komisi Pemilihan Umum Kabupaten (KPUK) Bojonegoro Fatkhur Rohman memastikan semua kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) sudah dilakukan pembinaan. Beberapa kali bimbingan teknis (bimtek) juga sudah dilakukan oleh PPK di masing-masing wilayah.

Baca Juga :  Bermain dengan Alam 

Namun, temuan tersebut tetap akan menjadi evaluasi. “Karena serentak baru kali ini, petugas di lapangan membutuhkan tenaga ekstra,” ungkapnya.

BOJONEGORO – Proses rekapitulasi surat suara tingkat panitia pemilihan kecamatan (PPK) sejak Jumat (19/4) hingga kemarin (22/4) ternyata tak berjalan mulus. Masih banyak ditemukan rekapitulasi surat suara yang penulisan angka di kolom C1 yang tak sesuai dengan petunjuk teknis.

Selain itu, ada kesalahan fatal terpaksa dihitung ulang. Sebab, ada dua tempat pemungutan suara (TPS) yang jumlah suaranya lebih banyak dibanding jumlah daftar pemilih tetap (DPT). Sebab, ada nama calon anggota legislatif (caleg) dan partai politik (parpol) dicoblos, dalam satu surat suara dihitung dua suara.

“Dua TPS yang dihitung ulang,” kata Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Bojonegoro Moch. Zaenuri kemarin (22/4).

Baca Juga :  Covid Melonjak, BOR Lamongan Capai 67 Persen

Dia menambahkan, dua TPS dihitung ulang itu di Desa Sobontoro, Kecamatan Balen, persisnya di TPS 02. Dan, TPS 05 Desa Leran, Kecamatan Kalitidu. Keduanya terpaksa dihitung ulang, karena ada kesalahan penulisan di C1.

Dua temuan itu, tidak menutup kemungkinan juga terjadi di TPS lain. Sehingga, Bawaslu meminta semua pihak ikut mengawasi proses rekapitulasi suara saat ini masih berjalan di tingkat PPK. “Sementara dua itu temuan kami,” tegasnya.

Karena sudah dilakukan penghitungan ulang, kata dia, dua TPS tersebut sudah tidak ada masalah. Kesalahan tersebut diduga karena petugas KPPS mayoritas baru.

Sementara itu, Divisi Teknis Penyelenggara Komisi Pemilihan Umum Kabupaten (KPUK) Bojonegoro Fatkhur Rohman memastikan semua kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) sudah dilakukan pembinaan. Beberapa kali bimbingan teknis (bimtek) juga sudah dilakukan oleh PPK di masing-masing wilayah.

Baca Juga :  Sehari, Lima Rumah Roboh, Satu Ludes Terbakar 

Namun, temuan tersebut tetap akan menjadi evaluasi. “Karena serentak baru kali ini, petugas di lapangan membutuhkan tenaga ekstra,” ungkapnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/