alexametrics
24.5 C
Bojonegoro
Sunday, June 26, 2022

Pasca Ambruk, Sejumlah Jalan di Lamongan – Bojonegoro Alami Kemacetan

BABAT – Kemacetan yang terjadi di jalan raya Babat belum ada pemecahan solusi. Bahkan, kemacetan terkadang hingga wilayah perbatasan Kabupaten Bojonegoro. Sebab, sejak Jembatan Cincin ambruk, kendaraan yang menuju Semarang dialihkan ke jalur Bojonegoro, Cepu, dan Purwodadi. ‘’Sejak truk besar – besar lewat, kamacetan semakin panjang dan lama,’’ kata Abdillah, warga Kelurahan Banaran, Kecamatan Babat, kepada Jawa Pos Radar Lamongan.

Dia menuturkan, saat malam hari, kendaraan berat semakin banyak. Bahkan, rumah warga di sekitar jalan raya terasa bergetar. Abdillah mengklaim sebagian rumah warga yang bertembok terdapat tanda – tanda retak akibat getaran kendaraan berat tersebut. ‘’Mau nyebrang saja sekarang kesulitan,’’ keluhnya.

Baca Juga :  Isak Tangis dan Doa Membersamai Jemaah Haji Bojonegoro

Dia berharap disiagakan petugas karena kepadatan lalu lintas. Apalagi, keberadaan kendaraan berat sangat membahayakan warga sekitar. Sebab, jalan raya di Kelurahan Banaran ukurannya sempit dibandingkan jalan raya Babat – Lamongan lainnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Lamongan, A Farikh memastikan setelah jembatan cincin sebelah barat ambruk, kendaraan berat tidak boleh melintas di jembatan tersebut. Sebab, dikhawatirkan terjadi ambruk di sisi satunya karena kelebihan tonase kendaraan berat. Arus lalu lintas jurusan Semarang harus melewati Bojonegoro – Cepu – Purwodadi. ‘’Selama jembatan belum siap dilewati, terpaksa ada peralihan arus lalu lintas,’’ katanya.

BABAT – Kemacetan yang terjadi di jalan raya Babat belum ada pemecahan solusi. Bahkan, kemacetan terkadang hingga wilayah perbatasan Kabupaten Bojonegoro. Sebab, sejak Jembatan Cincin ambruk, kendaraan yang menuju Semarang dialihkan ke jalur Bojonegoro, Cepu, dan Purwodadi. ‘’Sejak truk besar – besar lewat, kamacetan semakin panjang dan lama,’’ kata Abdillah, warga Kelurahan Banaran, Kecamatan Babat, kepada Jawa Pos Radar Lamongan.

Dia menuturkan, saat malam hari, kendaraan berat semakin banyak. Bahkan, rumah warga di sekitar jalan raya terasa bergetar. Abdillah mengklaim sebagian rumah warga yang bertembok terdapat tanda – tanda retak akibat getaran kendaraan berat tersebut. ‘’Mau nyebrang saja sekarang kesulitan,’’ keluhnya.

Baca Juga :  Pemkab Tuban Dituding Intervensi Kelenteng

Dia berharap disiagakan petugas karena kepadatan lalu lintas. Apalagi, keberadaan kendaraan berat sangat membahayakan warga sekitar. Sebab, jalan raya di Kelurahan Banaran ukurannya sempit dibandingkan jalan raya Babat – Lamongan lainnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Lamongan, A Farikh memastikan setelah jembatan cincin sebelah barat ambruk, kendaraan berat tidak boleh melintas di jembatan tersebut. Sebab, dikhawatirkan terjadi ambruk di sisi satunya karena kelebihan tonase kendaraan berat. Arus lalu lintas jurusan Semarang harus melewati Bojonegoro – Cepu – Purwodadi. ‘’Selama jembatan belum siap dilewati, terpaksa ada peralihan arus lalu lintas,’’ katanya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/