alexametrics
24.5 C
Bojonegoro
Tuesday, August 9, 2022

Gadis ini Buktikan, Lulusan SMA Mampu Berkarir

SHE – “Tidak ada eskalator kesuksesan. Kau harus menaiki setiap anak tangga dengan penuh semangat,” ujar Adhe Ari Yulia Christine. Perempuan asal Desa Mojokampung, Kota Bojonegoro,  tersebut siap menghadapi berbagai tantangan hidup. Sebab, perempuan yang akrab disapa Adhe tersebut terlahir dari keluarga broken home dan tinggal bersama ibunya di rumah nenek. “Ibu saya seorang penjahit dan saya harus kerja keras, mandiri untuk diri sendiri dan terutama ibu supaya tidak merepotkannya,” ujarnya.

Syukurnya, usaha keras dan doa ibu yang terus menyertainya, sehingga keberuntungan selalu mengikuti setiap langkahnya mengarungi hidup. Karena, meski Adhe hanya lulusan SMA, tetapi ternyata dia bisa mendapatkan pekerjaan yang bergengsi dan bisa bersaing dengan mereka yang lulusan sarjana.

Baca Juga :  Kopda Tofik Tetap Mengangkat Galon Air Bersih Ke Rumah Mbah Minarti

“Bagiku kesuksesan seseorang tidak diukur dari seberapa tinggi titel sarjana, tetapi dengan niat, pengalaman yang dimiliki, pengetahuan, networking, membaca, berdoa, dan tentunya dengan beribadah,” tutur perempuan kelahiran 1991 itu. Bagi dia, lebih baik buang rasa gengsi yang berlebihan. Sebab, buat apa gengsi itu ditanamkan di dalam diri, apabila hanya mengganjal untuk meraih kesuksesan.

Bahkan, awal karirnya dimulai ketika dirinya belum lulus SMA. Dia sudah memeroleh tawaran kerja sebagai audit accounting di salah satu perusahaan multinasional yang berlokasi di Babat, Lamongan, pada 2009-2013 silam. 

Selanjutnya, Adhe pun memeroleh tawaran kerja sebagai health, safety, and environment (HSE) Permit to Work untuk EPC 1 – Banyu Urip Project selama 3 tahun. “Saya pun pernah menjadi tutor Bahasa Inggris di salah satu tempat kursus di Kampung Inggris, Pare, Kediri,” jelas alumni SMAN 1 Bojonegoro itu. Kini,  dia tetap kerja di lingkup EPC 1 – Banyu Urip Project, tetapi sekarang ikut salah satu vendor lokal Bojonegoro sebagai procurement staff.

Baca Juga :  Ayah Pemerkosa Anak Diadili Hukuman 15 Tahun Penjara

SHE – “Tidak ada eskalator kesuksesan. Kau harus menaiki setiap anak tangga dengan penuh semangat,” ujar Adhe Ari Yulia Christine. Perempuan asal Desa Mojokampung, Kota Bojonegoro,  tersebut siap menghadapi berbagai tantangan hidup. Sebab, perempuan yang akrab disapa Adhe tersebut terlahir dari keluarga broken home dan tinggal bersama ibunya di rumah nenek. “Ibu saya seorang penjahit dan saya harus kerja keras, mandiri untuk diri sendiri dan terutama ibu supaya tidak merepotkannya,” ujarnya.

Syukurnya, usaha keras dan doa ibu yang terus menyertainya, sehingga keberuntungan selalu mengikuti setiap langkahnya mengarungi hidup. Karena, meski Adhe hanya lulusan SMA, tetapi ternyata dia bisa mendapatkan pekerjaan yang bergengsi dan bisa bersaing dengan mereka yang lulusan sarjana.

Baca Juga :  BPIH Belum Ditentukan

“Bagiku kesuksesan seseorang tidak diukur dari seberapa tinggi titel sarjana, tetapi dengan niat, pengalaman yang dimiliki, pengetahuan, networking, membaca, berdoa, dan tentunya dengan beribadah,” tutur perempuan kelahiran 1991 itu. Bagi dia, lebih baik buang rasa gengsi yang berlebihan. Sebab, buat apa gengsi itu ditanamkan di dalam diri, apabila hanya mengganjal untuk meraih kesuksesan.

Bahkan, awal karirnya dimulai ketika dirinya belum lulus SMA. Dia sudah memeroleh tawaran kerja sebagai audit accounting di salah satu perusahaan multinasional yang berlokasi di Babat, Lamongan, pada 2009-2013 silam. 

Selanjutnya, Adhe pun memeroleh tawaran kerja sebagai health, safety, and environment (HSE) Permit to Work untuk EPC 1 – Banyu Urip Project selama 3 tahun. “Saya pun pernah menjadi tutor Bahasa Inggris di salah satu tempat kursus di Kampung Inggris, Pare, Kediri,” jelas alumni SMAN 1 Bojonegoro itu. Kini,  dia tetap kerja di lingkup EPC 1 – Banyu Urip Project, tetapi sekarang ikut salah satu vendor lokal Bojonegoro sebagai procurement staff.

Baca Juga :  Pemanfaatan Pekarangan Melalui Hidroponik

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/