alexametrics
23.7 C
Bojonegoro
Thursday, August 18, 2022

Stok Beras Surplus, Cabai dan Telur Defisit

- Advertisement -

Radar Bojonegoro – Menjelang bulan suci Ramadan, kebutuhan bahan pokok diprediksi naik. Kenaikan kebutuhan tiap komoditas bahan pokok beragam. Rentang waktu naiknya pun berbeda-beda. Ada komoditas yang surplus dan ada yang defisit. Salah satu komoditas yang surplus ialah beras.

Diprediksi kebutuhan beras naik 3 persen saat awal puasa yakni 9.259 ton. Tetapi perkiraan ketersediaan beras mencapai 38.436 ton, jadi surplus 29.176 ton. Adapun kenaikan kebutuhan beras saat awal puasa hanya sekitar dua hari.

Kepala Bidang (Kabid) Ketahanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bojonegoro Moch. Rudianto menjelaskan, prognosa ketersediaan dan kebutuhan pangan jelang ramadan tahun ini tidak jauh berbeda dengan tahun lalu.

Selain beras, komoditas bawang merah, daging sapi, dan daging ayam juga mengalami surplus. “Sedangkan komoditas yang defisit di antaranya cabai merah, cabai rawit, dan telur ayam. Ketiga komoditas itu mengandalkan pasokan dari luar Bojonegoro,” katanya.

Baca Juga :  Kuliner Tradisional Tetap Laris

Rudianto memprediksi kebutuhan daging sapi naik 80 persen selama dua hari, yaitu 70 ton. Stok daging sapi tersedia 530 ton, masih surplus 460 ton. Lalu, prediksi kebutuhan daging ayam naik 34 persen selama dua hari yakni 435 ton. Stok daging ayam tersedia 1.687 ton, masih surplus 1.253 ton.

- Advertisement -

Sedangkan, prediksi kebutuhan cabai merah naik 22 persen selama tiga hari yaitu 224 ton. Stok cabai merah hanya 0,80 ton, jadi defisit 222,93 ton. Kemudian prediksi kebutuhan cabai rawit naik 29 persen selama tiga hari yakni 428 ton.

Stok cabai rawit hanya 4,20 ton, jadi defisit 423,68 ton. Prediksi kebutuhan telur ayam naik 35 persen selama enam hari yaitu 708 ton. Stok telur ayam hanya 68,31 ton, jadi defisit 639,43 ton. “Pasokan cabai banyak datang dari Kediri. Kalau telur ayam pasokannya dari Blitar, Kediri, dan Magetan,” terangnya.

Baca Juga :  Rawat Sungai dengan Festival¬†

Rudianto menambahkan, prediksi kebutuhan dan ketersediaan pangan tersebut mengacu pada panduan teknis yang dibuat oleh tim monitoring hari besar keagamaan nasional (HBKN). Sementara itu, berdasar pantauannya, harga komoditas cabai rawit yang masih tinggi merata di Jawa Timur seharga Rp 120 ribu per kilogram. Namun, di wilayah Kediri mulai panen cabai lagi, sehingga perkiraan harga akan mulai turun secara bertahap. 

Radar Bojonegoro – Menjelang bulan suci Ramadan, kebutuhan bahan pokok diprediksi naik. Kenaikan kebutuhan tiap komoditas bahan pokok beragam. Rentang waktu naiknya pun berbeda-beda. Ada komoditas yang surplus dan ada yang defisit. Salah satu komoditas yang surplus ialah beras.

Diprediksi kebutuhan beras naik 3 persen saat awal puasa yakni 9.259 ton. Tetapi perkiraan ketersediaan beras mencapai 38.436 ton, jadi surplus 29.176 ton. Adapun kenaikan kebutuhan beras saat awal puasa hanya sekitar dua hari.

Kepala Bidang (Kabid) Ketahanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bojonegoro Moch. Rudianto menjelaskan, prognosa ketersediaan dan kebutuhan pangan jelang ramadan tahun ini tidak jauh berbeda dengan tahun lalu.

Selain beras, komoditas bawang merah, daging sapi, dan daging ayam juga mengalami surplus. “Sedangkan komoditas yang defisit di antaranya cabai merah, cabai rawit, dan telur ayam. Ketiga komoditas itu mengandalkan pasokan dari luar Bojonegoro,” katanya.

Baca Juga :  Puluhan Warga Keracunan Nasi Kotak PKK, Ini Kata Unit Reskrim

Rudianto memprediksi kebutuhan daging sapi naik 80 persen selama dua hari, yaitu 70 ton. Stok daging sapi tersedia 530 ton, masih surplus 460 ton. Lalu, prediksi kebutuhan daging ayam naik 34 persen selama dua hari yakni 435 ton. Stok daging ayam tersedia 1.687 ton, masih surplus 1.253 ton.

- Advertisement -

Sedangkan, prediksi kebutuhan cabai merah naik 22 persen selama tiga hari yaitu 224 ton. Stok cabai merah hanya 0,80 ton, jadi defisit 222,93 ton. Kemudian prediksi kebutuhan cabai rawit naik 29 persen selama tiga hari yakni 428 ton.

Stok cabai rawit hanya 4,20 ton, jadi defisit 423,68 ton. Prediksi kebutuhan telur ayam naik 35 persen selama enam hari yaitu 708 ton. Stok telur ayam hanya 68,31 ton, jadi defisit 639,43 ton. “Pasokan cabai banyak datang dari Kediri. Kalau telur ayam pasokannya dari Blitar, Kediri, dan Magetan,” terangnya.

Baca Juga :  Beli Sel Kanker Rp 2,5 Juta untuk Dikembangkan

Rudianto menambahkan, prediksi kebutuhan dan ketersediaan pangan tersebut mengacu pada panduan teknis yang dibuat oleh tim monitoring hari besar keagamaan nasional (HBKN). Sementara itu, berdasar pantauannya, harga komoditas cabai rawit yang masih tinggi merata di Jawa Timur seharga Rp 120 ribu per kilogram. Namun, di wilayah Kediri mulai panen cabai lagi, sehingga perkiraan harga akan mulai turun secara bertahap. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/