alexametrics
22.6 C
Bojonegoro
Tuesday, June 28, 2022

dr Tomy Oeky Prasiska, Ditunjuk Menjadi Direktur RS Aisyiyah

Radar Bojonegoro – Rumah Sakit Aisyiyah (RSA) Bojonegoro bertekad senantiasa meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat Bojonegoro di era milenial ini. Kali ini, RS Aisyiyah memiliki direktur baru. Masih muda dan milenial. Yakni, dr Tomy Oeky Prasiska.

Dokter menempuh S-2 Kajian Administrasi Rumah Sakit di Fakultas Kedokteran Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia (UI) ini akan menjadi nakhoda rumah sakit di Jalan Panglima Sudirman, Bojonegoro tersebut.

Rencananya pengukuhan dan pelantikan dr Tomy sebagai direktur RS Aisyiyah ini dilakukan pagi ini di Aula At-Taqwa Bojonegoro. ‘’RSA Bojonegoro senantiasa bersiap dan bersikap responsif terhadap dinamika pelayanan kesehatan saat pandemi. Semua demi pelayanan berkualitas tinggi kepada pasien dan keluarga,’’ tutur dr Tomy.

RSA selalu membawa kinerja produktif. Mengingat jumlah karyawannya lebih dari 400 orang. Sebagai nakhoda baru dan milenial, dokter berusia 39 tahun ini memastikan akan menguatkan budaya kerja ramah, simpel, dan aman. Tiga item itu menjadi ruh dan spirit karyawan RSA.

Baca Juga :  Konsumen Kaus Oversize Mulai Banyak

Menurut dr Tomy, RSA Bojonegoro menjamin terlaksananya protokol kesehatan dan disinfeksi rutin lingkungan dalam rumah sakit. Semua dilakukan untuk menjamin keamanan, keselamatan, dan kualitas pelayanan. RSA juga siap bermitra dan bersinergi dengan pemerintah dan stakeholder terkait.

Kegiatan vaksinasi Covid 19 terhadap pejabat, tokoh dan masyarakat telah dilakukan. Terpenting siap bersinergi dengan Pemkab Bojonegoro. ‘’RSA siap bermitra dan bersinergi demi peningkatan derajat kesehatan masyarakat Bojonegoro. Sehingga terwujud SDM yang produktif dan energik,’’ ujar dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (Unbraw) Malang itu.

Berikut petikan tanya jawab Jawa Pos Radar Bojonegoro dengan dr Tomy, menjelang pelantikan.

Menjadi direktur rumah sakit masih muda atau milenial, kira-kira konsep apa akan dilakukan?

Fondasi sistem dan budaya kerja ramah, simpel dan aman yang menjadi ruh pelayanan di RSA ini harus semakin dikuatkan. Selain itu pengembangan aspek hospitality dan humanity, di mana berada di rumah sakit, tapi menyenangkan. Selain itu, keterlibatan kaum milenial dan netizen menjadi ‘sahabat’ RSA.

Baca Juga :  Biaya Haji Naik Rp 400 Ribu

Konsep apa ditawarkan untuk membawa dunia kesehatan Bojonegoro lebih baik?

Penambahan jumlah dan jenis dokter spesialis. Serta pelayanan penunjang lainnya yang harus diikuti peningkatan kualitas pelayanan.

Edukasi kesehatan tidak hanya tugas pemerintah, rumah sakit juga urgen. Sejauh mana sinergi dengan pemerintah daerah?

RSA adalah mitra pemerintah, bagian dari aset pemerintah. Serta bagian dari sistem pelayanan kesehatan, utamanya pada fungsi kuratif, rehabilitatif, dan paliatif. Tentu, RSA siap mendukung pemerintah meningkatkan derajat kesehatan masyarakat agar terwujud insan Bojonegoro yang energik dan produktif.

Bagaimana terobosan Bupati Anna Mu’awanah tentang UHC Bojonegoro yang mampu melampaui nasional?

Apresiasi untuk Pemkab Bojonegoro yang berkomitmen mewujudkan UHC yang telah melewati target nasional. RSA Bojonegoro siap implementasi manfaat UHC dengan menyiapkan pelayanan terbaik, bermutu, dan berkualitas bagi masyarakat Bojonegoro dan sekitarnya.

Radar Bojonegoro – Rumah Sakit Aisyiyah (RSA) Bojonegoro bertekad senantiasa meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat Bojonegoro di era milenial ini. Kali ini, RS Aisyiyah memiliki direktur baru. Masih muda dan milenial. Yakni, dr Tomy Oeky Prasiska.

Dokter menempuh S-2 Kajian Administrasi Rumah Sakit di Fakultas Kedokteran Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia (UI) ini akan menjadi nakhoda rumah sakit di Jalan Panglima Sudirman, Bojonegoro tersebut.

Rencananya pengukuhan dan pelantikan dr Tomy sebagai direktur RS Aisyiyah ini dilakukan pagi ini di Aula At-Taqwa Bojonegoro. ‘’RSA Bojonegoro senantiasa bersiap dan bersikap responsif terhadap dinamika pelayanan kesehatan saat pandemi. Semua demi pelayanan berkualitas tinggi kepada pasien dan keluarga,’’ tutur dr Tomy.

RSA selalu membawa kinerja produktif. Mengingat jumlah karyawannya lebih dari 400 orang. Sebagai nakhoda baru dan milenial, dokter berusia 39 tahun ini memastikan akan menguatkan budaya kerja ramah, simpel, dan aman. Tiga item itu menjadi ruh dan spirit karyawan RSA.

Baca Juga :  Ratusan Kali Gagal, Sepeda Bisa Menempuh 40 Km

Menurut dr Tomy, RSA Bojonegoro menjamin terlaksananya protokol kesehatan dan disinfeksi rutin lingkungan dalam rumah sakit. Semua dilakukan untuk menjamin keamanan, keselamatan, dan kualitas pelayanan. RSA juga siap bermitra dan bersinergi dengan pemerintah dan stakeholder terkait.

Kegiatan vaksinasi Covid 19 terhadap pejabat, tokoh dan masyarakat telah dilakukan. Terpenting siap bersinergi dengan Pemkab Bojonegoro. ‘’RSA siap bermitra dan bersinergi demi peningkatan derajat kesehatan masyarakat Bojonegoro. Sehingga terwujud SDM yang produktif dan energik,’’ ujar dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (Unbraw) Malang itu.

Berikut petikan tanya jawab Jawa Pos Radar Bojonegoro dengan dr Tomy, menjelang pelantikan.

Menjadi direktur rumah sakit masih muda atau milenial, kira-kira konsep apa akan dilakukan?

Fondasi sistem dan budaya kerja ramah, simpel dan aman yang menjadi ruh pelayanan di RSA ini harus semakin dikuatkan. Selain itu pengembangan aspek hospitality dan humanity, di mana berada di rumah sakit, tapi menyenangkan. Selain itu, keterlibatan kaum milenial dan netizen menjadi ‘sahabat’ RSA.

Baca Juga :  Konsumen Kaus Oversize Mulai Banyak

Konsep apa ditawarkan untuk membawa dunia kesehatan Bojonegoro lebih baik?

Penambahan jumlah dan jenis dokter spesialis. Serta pelayanan penunjang lainnya yang harus diikuti peningkatan kualitas pelayanan.

Edukasi kesehatan tidak hanya tugas pemerintah, rumah sakit juga urgen. Sejauh mana sinergi dengan pemerintah daerah?

RSA adalah mitra pemerintah, bagian dari aset pemerintah. Serta bagian dari sistem pelayanan kesehatan, utamanya pada fungsi kuratif, rehabilitatif, dan paliatif. Tentu, RSA siap mendukung pemerintah meningkatkan derajat kesehatan masyarakat agar terwujud insan Bojonegoro yang energik dan produktif.

Bagaimana terobosan Bupati Anna Mu’awanah tentang UHC Bojonegoro yang mampu melampaui nasional?

Apresiasi untuk Pemkab Bojonegoro yang berkomitmen mewujudkan UHC yang telah melewati target nasional. RSA Bojonegoro siap implementasi manfaat UHC dengan menyiapkan pelayanan terbaik, bermutu, dan berkualitas bagi masyarakat Bojonegoro dan sekitarnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/