alexametrics
22.7 C
Bojonegoro
Wednesday, June 29, 2022

Alat Penyiram Otomatis Bertenaga Surya, Bisa Atur Detail Waktu

Tiga siswa mengembangkan prototipe alat penyiraman otomatis gunakan tenaga surya. Alat ini cocok untuk pertanian buah dan sayuran ini awal Maret lalu diikutkan lomba Instrumentation Festival (Infest) digelar ITS Surabaya. Hasilnya mengejutkan.

BHAGAS DANI PURWOKO, Radar Bojonegoro

Bengkel sekolah tersebut tak terlalu luas. Namun, memasuki bengkel sederhana itu cukup menyenangkan. Ragam jenis motor berjejer rapi di atas papan lift hidraulis. Peralatan perkakas cukup tertata. Hanya, kondisinya sepi. Di bengkel teknik bisnis sepeda motor (TBSM), terlihat Muhammad Nur Asy’ari sibuk menata berkas.

Guru pembimbing bengkel tersebut dibantu teman sesama guru bernama Sugiharto. Di balik bengkel sederhana inilah tiga siswa SMKN 3 Bojonegoro membuat prototipe penyiram otomatis bertenaga surya. Sembari menata berkas, Asy’ari menceritakan ketiga siswa bimbingannya baru saja menyabet juara favorit nasional lomba Instrumentation Festival (Infest) 2021, awal Maret lalu.

Torehan prestasi ini kategori paper competition inspection. Tiga siswa yakni Putri Dewi Lestari, Pujangga Sefta, dan Muhammad Adi Firmansyah. “Alhamdulillah meski pandemi Covid-19, tiga siswa mampu berinovasi dan menjadi juara favorit nasional,” ujarnya. Guru kelahiran 1996 itu menjelaskan, bahwa inovasi dibuat ialah mencari solusi bagi para petani.

Yakni, menciptakan prototipe alat penyiram tanaman otomatis berbasis mikrokontroler dan teknologi tenaga surya. “Alatnya diberi nama penyiram tanaman multi automatic schedule atau disingkat Nyaman Mas,” jelasnya.

Baca Juga :  Donasikan Gaji Bagi Perlindungan Tenaga Medis dan Relawan Covid-19

Secara gambaran umum, alat Nyaman Mas mampu menyiram tanaman secara otomatis sesuai jadwal diatur sendiri berdasar tahun, bulan, hari, jam, menit, hingga detik. Selain itu pemanfaatan energi baru dan terbarukan (EBT) dari cahaya matahari membuat alat ini cocok diimplementasikan petani di masa depan. “Tapi saya membimbing ketiga siswa itu tidak sendirian, ada satu guru lagi ikut membimbing yaktu Bu Fera Yuana,” imbuhnya.

Guru asal Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban, itu menerangkan, bahwa lomba tersebut fokus inovasi, maupun kreativitas siswa menuangkan ide dalam bentuk esai atau karya ilmiah. Fokusnya Peran Teknik Instrumentasi dalam Society 5.0. Rangkaian lomba tidak ada tatap muka, semuanya digelar secara virtual sejak Januari lalu. “Akhirnya alat Nyaman Mas masih berupa prototipe itu lolos hingga final dan berhasil meraih juara 1 Poster Karsa Cipta atau juara favorit karena mendapatkan hasil penilaian vote terbanyak di Instagram,” katanya.

Asy’ari memotivasi kepada tiga siswa agar menjadikan proses mengikuti lomba sebagai pengalaman sekaligus belajar. Menang atau kalah bukan tujuan. Mengingat ketiga siswanya benarbenar kali pertama ikut lomba. Selain itu masih kelas 10 dan 11 SMK. Ketika lomba di depan para juri tentunya rasa cemas degdegan dirasakan para siswanya. Karena saat diuji oleh juri, guru pembimbing tidak bisa membantu. Sehingga, para siswa harus menguasai alat sudah dibuat tersebut.

Baca Juga :  Jelang Pemilu, Karaoke Dirazia

Adapun proses membuat prototipe alat Nyaman Mas itu sekitar satu minggu. Pengerjan alat kadang di sekolah atau di rumah siswa. Uniknya, ketiga siswa yang ia bimbing itu lintas jurusan. “Putri dari jurusan OTKP (otomatisasi dan tata kelola perkantoran), Sefta jurusan TKRO (teknik kendaraan ringan otomotif), dan Adi jurusan (teknik bisnis sepeda motor). Ketiganya tergabung ekstrakurikuler karya ilmiah remaja (KIR) Inotek Club,” tutur alumni mahasiswa jurusan teknik mesin Universitas Negeri Malang (UM) itu.

Kebetulan Asy’ari merupakan inisiator ekstrakurikuler KIR Inotek Club. Targetnya ingin menjadi wadah siswa-siswi SMKN 3 ingin mengeksplorasi diri inovasi teknologi dan karya ilmiah. Baginya, rasa ingin tahu perlu senantiasa dipupuk agar muncul ide-ide inovasi di bidang keilmuan maupun teknologi. Ke depannya alat Nyaman Mas akan dikembangkan lagi. Kemungkinan tepat dipakai di perkebunan sayur mayur atau buah-buahan.

Karena kalau di area persawahan sudah mengandalkan irigasi. Putri Dewi Lestari salah satu siswa mengaku deg-degan saat presentasi alat Nyaman Mas kepada para juri. Tetapi, ia merasa hal tersebut menjadi pengalaman berharga. Bahkan ia ketagihan ingin ikut kompetisi lagi. Karena perlahan mengasah kemampuan bidang penyusunan karya ilmiah dan presentasi secara maksimal. “Seru banget, karena banyak wawasan dan pengalaman baru,” ujarnya melalui sambungan seluler. 

Tiga siswa mengembangkan prototipe alat penyiraman otomatis gunakan tenaga surya. Alat ini cocok untuk pertanian buah dan sayuran ini awal Maret lalu diikutkan lomba Instrumentation Festival (Infest) digelar ITS Surabaya. Hasilnya mengejutkan.

BHAGAS DANI PURWOKO, Radar Bojonegoro

Bengkel sekolah tersebut tak terlalu luas. Namun, memasuki bengkel sederhana itu cukup menyenangkan. Ragam jenis motor berjejer rapi di atas papan lift hidraulis. Peralatan perkakas cukup tertata. Hanya, kondisinya sepi. Di bengkel teknik bisnis sepeda motor (TBSM), terlihat Muhammad Nur Asy’ari sibuk menata berkas.

Guru pembimbing bengkel tersebut dibantu teman sesama guru bernama Sugiharto. Di balik bengkel sederhana inilah tiga siswa SMKN 3 Bojonegoro membuat prototipe penyiram otomatis bertenaga surya. Sembari menata berkas, Asy’ari menceritakan ketiga siswa bimbingannya baru saja menyabet juara favorit nasional lomba Instrumentation Festival (Infest) 2021, awal Maret lalu.

Torehan prestasi ini kategori paper competition inspection. Tiga siswa yakni Putri Dewi Lestari, Pujangga Sefta, dan Muhammad Adi Firmansyah. “Alhamdulillah meski pandemi Covid-19, tiga siswa mampu berinovasi dan menjadi juara favorit nasional,” ujarnya. Guru kelahiran 1996 itu menjelaskan, bahwa inovasi dibuat ialah mencari solusi bagi para petani.

Yakni, menciptakan prototipe alat penyiram tanaman otomatis berbasis mikrokontroler dan teknologi tenaga surya. “Alatnya diberi nama penyiram tanaman multi automatic schedule atau disingkat Nyaman Mas,” jelasnya.

Baca Juga :  Tahanan Carnopen Meninggal di Lapas, Ini Penyebabnya

Secara gambaran umum, alat Nyaman Mas mampu menyiram tanaman secara otomatis sesuai jadwal diatur sendiri berdasar tahun, bulan, hari, jam, menit, hingga detik. Selain itu pemanfaatan energi baru dan terbarukan (EBT) dari cahaya matahari membuat alat ini cocok diimplementasikan petani di masa depan. “Tapi saya membimbing ketiga siswa itu tidak sendirian, ada satu guru lagi ikut membimbing yaktu Bu Fera Yuana,” imbuhnya.

Guru asal Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban, itu menerangkan, bahwa lomba tersebut fokus inovasi, maupun kreativitas siswa menuangkan ide dalam bentuk esai atau karya ilmiah. Fokusnya Peran Teknik Instrumentasi dalam Society 5.0. Rangkaian lomba tidak ada tatap muka, semuanya digelar secara virtual sejak Januari lalu. “Akhirnya alat Nyaman Mas masih berupa prototipe itu lolos hingga final dan berhasil meraih juara 1 Poster Karsa Cipta atau juara favorit karena mendapatkan hasil penilaian vote terbanyak di Instagram,” katanya.

Asy’ari memotivasi kepada tiga siswa agar menjadikan proses mengikuti lomba sebagai pengalaman sekaligus belajar. Menang atau kalah bukan tujuan. Mengingat ketiga siswanya benarbenar kali pertama ikut lomba. Selain itu masih kelas 10 dan 11 SMK. Ketika lomba di depan para juri tentunya rasa cemas degdegan dirasakan para siswanya. Karena saat diuji oleh juri, guru pembimbing tidak bisa membantu. Sehingga, para siswa harus menguasai alat sudah dibuat tersebut.

Baca Juga :  Tahun Depan Haji Masih Tanda Tanya

Adapun proses membuat prototipe alat Nyaman Mas itu sekitar satu minggu. Pengerjan alat kadang di sekolah atau di rumah siswa. Uniknya, ketiga siswa yang ia bimbing itu lintas jurusan. “Putri dari jurusan OTKP (otomatisasi dan tata kelola perkantoran), Sefta jurusan TKRO (teknik kendaraan ringan otomotif), dan Adi jurusan (teknik bisnis sepeda motor). Ketiganya tergabung ekstrakurikuler karya ilmiah remaja (KIR) Inotek Club,” tutur alumni mahasiswa jurusan teknik mesin Universitas Negeri Malang (UM) itu.

Kebetulan Asy’ari merupakan inisiator ekstrakurikuler KIR Inotek Club. Targetnya ingin menjadi wadah siswa-siswi SMKN 3 ingin mengeksplorasi diri inovasi teknologi dan karya ilmiah. Baginya, rasa ingin tahu perlu senantiasa dipupuk agar muncul ide-ide inovasi di bidang keilmuan maupun teknologi. Ke depannya alat Nyaman Mas akan dikembangkan lagi. Kemungkinan tepat dipakai di perkebunan sayur mayur atau buah-buahan.

Karena kalau di area persawahan sudah mengandalkan irigasi. Putri Dewi Lestari salah satu siswa mengaku deg-degan saat presentasi alat Nyaman Mas kepada para juri. Tetapi, ia merasa hal tersebut menjadi pengalaman berharga. Bahkan ia ketagihan ingin ikut kompetisi lagi. Karena perlahan mengasah kemampuan bidang penyusunan karya ilmiah dan presentasi secara maksimal. “Seru banget, karena banyak wawasan dan pengalaman baru,” ujarnya melalui sambungan seluler. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/