alexametrics
26 C
Bojonegoro
Thursday, May 26, 2022

Belum Digunakan, Perpustakaan Mini Akan Dibongkar

BOJONEGORO – Bangunan perpustakaan mini berdiri di tengah Alun-Alun Bojonegoro jalan di tempat. Bangunan berbentuk persegi di timur air mancur tersebut selesai dibangun. Namun, berembus kabar bangunan dikerjakan 2018 lalu itu akan dibongkar lagi.

Ketua Komisi D DPRD Bojonegoro Muhammad Fauzan menuturkan, selama ini informasi mengenai bangunan itu sangat minim. Komisi D yang membidangi infrastruktur juga tidak mengetahuinya. “Kami juga tidak tahu itu mau dijadikan apa,” katanya kemarin (22/3).

Fauzan mengakui telah mengetahui bangunan itu. Namun, dalam sejumlah rapat dilakukan dengan organisasi perangkat daerah (OPD), tidak pernah menyinggung hal tersebut. “Itu saya tidak tahu ditangani oleh OPD apa,” jelasnya.

Baca Juga :  Tiga Hari Satu Tulisan

Fauzan menuturkan, bangunan itu sudah ada sejak tahun lalu. Jika memang akan difungsikan, seharusnya segera dilakukan.

Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Cipta Karya Welly Fitrama menjelaskan, bangunan itu rencananya akan dibuat perpustakaan mini. Namun, hingga kini belum difungsikan. “Soal kapan difungsikan itu, bukan wewenang saya. Itu dinas perpustakaan dan arsip yang menangani,” jelasnya.

Welly menjelaskan, bangunan itu tidak dibangun dengan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD). Namun, itu adalah corporate social responsibility (CSR) dari Exxon MobilCepu Ltd (EMCL). “Itu memang CSR dari EMCL,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro.

Informasi dari internal dinas perpustakaan dan arsip, bangunan yang rencananya akan dijadikan perpustakaan itu tidak akan digunakan. Bahkan, dalam waktu dekat akan dibongkar. Hingga kemarin, belum ada keterangan lebih jauh apa penyebab bangunan itu berencana dibongkar.

Baca Juga :  Anggaran Dana Desa Gayam dan Mojodelik Rp 1,4 Miliar

“Rencananya memang dibongkar. Tapi saya tidak tahu kenapa?,” ujar salah satu pegawai di dinas perpustakaan dan arsip.

Dia juga menyayangkan rencana pembongkaran bangunan itu. Padahal, jika dijadikan perpustakaan akan lebih bagus. Bisa menambah manfaat alun-alun. Selain itu, bisa digunakan santai untuk belajar.

BOJONEGORO – Bangunan perpustakaan mini berdiri di tengah Alun-Alun Bojonegoro jalan di tempat. Bangunan berbentuk persegi di timur air mancur tersebut selesai dibangun. Namun, berembus kabar bangunan dikerjakan 2018 lalu itu akan dibongkar lagi.

Ketua Komisi D DPRD Bojonegoro Muhammad Fauzan menuturkan, selama ini informasi mengenai bangunan itu sangat minim. Komisi D yang membidangi infrastruktur juga tidak mengetahuinya. “Kami juga tidak tahu itu mau dijadikan apa,” katanya kemarin (22/3).

Fauzan mengakui telah mengetahui bangunan itu. Namun, dalam sejumlah rapat dilakukan dengan organisasi perangkat daerah (OPD), tidak pernah menyinggung hal tersebut. “Itu saya tidak tahu ditangani oleh OPD apa,” jelasnya.

Baca Juga :  Potongan Tumpeng untuk Sertu Mulyono dari Kades Cilibang

Fauzan menuturkan, bangunan itu sudah ada sejak tahun lalu. Jika memang akan difungsikan, seharusnya segera dilakukan.

Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Cipta Karya Welly Fitrama menjelaskan, bangunan itu rencananya akan dibuat perpustakaan mini. Namun, hingga kini belum difungsikan. “Soal kapan difungsikan itu, bukan wewenang saya. Itu dinas perpustakaan dan arsip yang menangani,” jelasnya.

Welly menjelaskan, bangunan itu tidak dibangun dengan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD). Namun, itu adalah corporate social responsibility (CSR) dari Exxon MobilCepu Ltd (EMCL). “Itu memang CSR dari EMCL,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro.

Informasi dari internal dinas perpustakaan dan arsip, bangunan yang rencananya akan dijadikan perpustakaan itu tidak akan digunakan. Bahkan, dalam waktu dekat akan dibongkar. Hingga kemarin, belum ada keterangan lebih jauh apa penyebab bangunan itu berencana dibongkar.

Baca Juga :  Pembahasan Raperda RTRW Dikebut, Pelebaran Kota Hingga Kapas-Dander

“Rencananya memang dibongkar. Tapi saya tidak tahu kenapa?,” ujar salah satu pegawai di dinas perpustakaan dan arsip.

Dia juga menyayangkan rencana pembongkaran bangunan itu. Padahal, jika dijadikan perpustakaan akan lebih bagus. Bisa menambah manfaat alun-alun. Selain itu, bisa digunakan santai untuk belajar.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/