alexametrics
30.7 C
Bojonegoro
Monday, May 16, 2022

Panwaskab Mengaku Belum Temukan Politik Uang 

BOJONEGORO – Politik uang bakal tetap menjadi pelengkap keriuhan Pilkada Bojonegoro 2018. Hanya, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, para paslon bakal bermain cantik dan elegan. Alasannya, selain ketatnya aturan juga mengantisipasi serangan lawan menggunakan isu politik uang. Ketua Panwaskab Bojonegoro, M. Yasin mengatakan, hampir setiap tahapan kampanye berpotensi menimbulkan masalah.

Termasuk masalah politik uang. Sebab, keinginan yang menggebu bakal menghalalkan segala cara. Tapi, dia membeberkan jika sejauh ini pihaknya belum menemukan adanya unsur politik uang di masa kampanye ini. 

“Potensi tetap ada, tapi sejauh ini belum kami temui,” kata Yasin kemarin (22/3). Yasin mengatakan, pihaknya berharap agar masing-masing paslon tidak menggunakan cara-cara yang bisa mencederai marwah demokrasi yang diharapkan seluruh masyarakat.

Baca Juga :  Jembatan Cincin Lama Ambruk, Ini Kronologinya

Dia menegaskan, jika ada paslon yang terbukti melakukan kampanye dengan politik uang bakal ditindak tegas. Sementara itu, Dekan FISIP Universitas Bojonegoro (Unigoro), Rupiarsieh menjelaskan, politik uang di Bojonegoro pada Pilkada 2018 ini bakal tetap ada.

Hanya, tidak vulgar jika dibanding tahun-tahun sebelumnya. Alasannya, selain aturan lebih ketat, para paslon jauh lebih berhati-hati. Sebab, money politics juga bisa dimanfaatkan untuk menjatuhkan lawan politik dengan membuat isu pembunuhan karakter. 

“Paslon jauh lebih berhati-hati, tidak gegabah,” kata Rupiarsieh.Dia menambahkan, sifat kehati-hatian paslon juga karena moral etik. Sebab, jika ketahuan melakukan money politics, bagi masyarakat tertentu justru bakal memperburuk citra paslon.

Karena itu, untuk bermain politik uang pun, para paslon bakal bermain secara samar dan elegan.  “Mainnya lebih cantik dan elegan, tidak seperti tahun sebelumnya,” pungkas dia.    

Baca Juga :  233 Mantan Kades Bisa Maju Lagi?

BOJONEGORO – Politik uang bakal tetap menjadi pelengkap keriuhan Pilkada Bojonegoro 2018. Hanya, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, para paslon bakal bermain cantik dan elegan. Alasannya, selain ketatnya aturan juga mengantisipasi serangan lawan menggunakan isu politik uang. Ketua Panwaskab Bojonegoro, M. Yasin mengatakan, hampir setiap tahapan kampanye berpotensi menimbulkan masalah.

Termasuk masalah politik uang. Sebab, keinginan yang menggebu bakal menghalalkan segala cara. Tapi, dia membeberkan jika sejauh ini pihaknya belum menemukan adanya unsur politik uang di masa kampanye ini. 

“Potensi tetap ada, tapi sejauh ini belum kami temui,” kata Yasin kemarin (22/3). Yasin mengatakan, pihaknya berharap agar masing-masing paslon tidak menggunakan cara-cara yang bisa mencederai marwah demokrasi yang diharapkan seluruh masyarakat.

Baca Juga :  Tersangka Pembunuhan Dirawat dan Dijaga

Dia menegaskan, jika ada paslon yang terbukti melakukan kampanye dengan politik uang bakal ditindak tegas. Sementara itu, Dekan FISIP Universitas Bojonegoro (Unigoro), Rupiarsieh menjelaskan, politik uang di Bojonegoro pada Pilkada 2018 ini bakal tetap ada.

Hanya, tidak vulgar jika dibanding tahun-tahun sebelumnya. Alasannya, selain aturan lebih ketat, para paslon jauh lebih berhati-hati. Sebab, money politics juga bisa dimanfaatkan untuk menjatuhkan lawan politik dengan membuat isu pembunuhan karakter. 

“Paslon jauh lebih berhati-hati, tidak gegabah,” kata Rupiarsieh.Dia menambahkan, sifat kehati-hatian paslon juga karena moral etik. Sebab, jika ketahuan melakukan money politics, bagi masyarakat tertentu justru bakal memperburuk citra paslon.

Karena itu, untuk bermain politik uang pun, para paslon bakal bermain secara samar dan elegan.  “Mainnya lebih cantik dan elegan, tidak seperti tahun sebelumnya,” pungkas dia.    

Baca Juga :  Produksi Tahu Menurun

Artikel Terkait

Most Read

Konsumen Mobil Bekas Didominasi Guru

Syarat Calon Perseorangan Semakin Berat

Jurnalisme Kayu Jati

PPP Dijatah Ketua Fraksi

Artikel Terbaru

/