alexametrics
23.9 C
Bojonegoro
Thursday, May 26, 2022

Mudahkan Warga Akses Data Proyek

BOJONEGORO – Direktur Bojonegoro Institute (BI) A. W. Saiful Huda mengatakan, keterbukaan pengadaan barang dan jasa kebijakan positif. Berdasar data, terjadinya kasus korupsi oleh oknum pemerintah mayoritas melalui pengadaan barang dan jasa. Dengan bisa dikawalnya proses pengadaan, tentu tindakan koruptif bakal sulit dilakukan. Serta, efisiensi belanja juga lebih realistis. Sebab, pengeluaran lebih sesuai dengan kebutuhan.

“Karena data dan dokumen terkait proyek bisa diakses masyarakat secara langsung,” katanya. Dia menambahkan, tingkat korupsi tertinggi berada pada sektor pengadaan barang dan jasa. Itu berdasar data Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selama 2017, perkara yang ditangani KPK, sekitar 42 persen sektor pengadaan barang dan jasa.

Baca Juga :  SMAN 4 Tuban Resmikan Panggung Kreativitas, Siswa Siap Berprestasi

Misalnya di Bojonegoro, kata dia, seperti dugaan suap yang  menyeret mantan Kabag Pemerintahan Supi Haryono dan Siti Marfuah (kontraktor), yang hingga kini masih ditangani pihak berwajib. “Adanya masyarakat bisa mengawasi proses pengadaan barang dan jasa, berdampak ketakutan oknum berperilaku koruptif,” ucapnya.

BOJONEGORO – Direktur Bojonegoro Institute (BI) A. W. Saiful Huda mengatakan, keterbukaan pengadaan barang dan jasa kebijakan positif. Berdasar data, terjadinya kasus korupsi oleh oknum pemerintah mayoritas melalui pengadaan barang dan jasa. Dengan bisa dikawalnya proses pengadaan, tentu tindakan koruptif bakal sulit dilakukan. Serta, efisiensi belanja juga lebih realistis. Sebab, pengeluaran lebih sesuai dengan kebutuhan.

“Karena data dan dokumen terkait proyek bisa diakses masyarakat secara langsung,” katanya. Dia menambahkan, tingkat korupsi tertinggi berada pada sektor pengadaan barang dan jasa. Itu berdasar data Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selama 2017, perkara yang ditangani KPK, sekitar 42 persen sektor pengadaan barang dan jasa.

Baca Juga :  Buruh Masih Melobi Besaran UMK

Misalnya di Bojonegoro, kata dia, seperti dugaan suap yang  menyeret mantan Kabag Pemerintahan Supi Haryono dan Siti Marfuah (kontraktor), yang hingga kini masih ditangani pihak berwajib. “Adanya masyarakat bisa mengawasi proses pengadaan barang dan jasa, berdampak ketakutan oknum berperilaku koruptif,” ucapnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/