alexametrics
27.2 C
Bojonegoro
Friday, May 27, 2022

LSM-Wartawan Abal-Abal Bergentayangan

TUBAN – Sejumlah kepala sekolah dan kepala desa di Tuban mengaku resah dengan banyaknya oknum anggota lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan orang mengaku wartawan yang bergentayangan. Mereka mendatangi sejumlah sekolah dan kantor pemerintahan desa dengan dalih meminta data dan wawancara. Namun, ujung-ujungnya meminta uang.Bahkan, tidak sedikit dari mereka yang melakukan intimidasi untuk tujuan memeras.

Salah satu kepala SMK di wilayah selatan Tuban mengatakan, biasanya oknum anggota LSM dan wartawan abal-abal tersebut meminta sejumlah data penggunaan anggaran kegiatan di sekolah.

Dari data tersebut, mereka mencari-cari kesalahan sekolah untuk ”senjata” memeras. ‘’Pokoknya yang ditanyakan tidak subtansial. Padahal tidak ada kesalahan, tapi terus saja dicari,’’ kata dia kepada Jawa Pos Radar Tuban.

Jika tidak ditemukan kesalahan, lanjut kepala sekolah ini, biasanya mereka sok akrab. Ujung-ujungnya minta uang saku. ‘’Kalau tidak dikasih, biasanya mereka memaksa,’’ ujar dia yang mengaku sering jadi sasaran pemerasan. 

Baca Juga :  Ketua Panwaskab Instruksikan Bahwa Trantib Pilkada Jadi Prioritas

Beroperasinya oknum anggota LSM maupun wartawan abal-abal tersebut membuat resah sejumlah kepala sekolah. ‘’Seharusnya bisa kerja maksimal. Gara-gara mereka (oknum anggota LSM dan wartawan abal-abal, Red) jadi ribet. Jika tidak dilayani, dituding pelayanan tidak baik. Kan jadi repot,’’ tandasnya.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Wilayah Tuban Edy Sukarno mengimbau sekolah di jajarannya yang menerima ‘’tamu tak diundang’’ seperti oknum anggota LSM maupun wartawan abal-abal agar tidak perlu takut.

‘’Kalau datangnya baik-baik, ya dilayani dengan baik. Tapi kalau mulai mengancam hingga memeras, laporkan polisi saja,’’ tegas dia.Jangankan kepala sekolah, Edy juga mengaku sering kedatangan oknum anggota LSM maupun wartawan abal-abal.

‘’Modusnya sama, berdalih minta data. Tapi data yang dimaksud  terkadang aneh-aneh. Tidak jelas. Ujung-ujungnya minta uang,’’ kata dia yang kembali mengimbau kepala sekolah agar tidak perlu takut. 

Baca Juga :  Penangkaran Hewan Langka Sukowati Lindungi Rusa Jawa dari Kepunahan

Senada disampaikan Kepala Desa Tuwiri Wetan, Kecamatan Merakurak, Setyobudi. Dia juga mengaku pernah didatangi oknum anggota LSM dan wartawan abal-abal. Modusnya sama, berdalih minta data yang ujung-ujung mencari kesalahan.

‘’Tapi kalau sudah mencari-cari kesalahan hingga memeras, langsung saya teleponkan polsek,’’ ujarnya.Menurut dia, maraknya operasi oknum anggota LSM dan wartawan abal-abal tersebut biasanya bertepatan dengan pencairan anggaran.

Baik alokasi dana desa (ADD) maupun dana desa (DD) seperti sekarang ini. ‘’Selama tidak ada persoalan, tidak perlu ada yang ditakuti. Kalau memeras, ya saya laporkan polisi,’’ tandasnya.

Sekadar diketahui, berdasar laporan yang diterima wartawan koran ini, sejumlah kepala sekolah maupun kepala desa menjadi korban pemalakan oknum anggota LSM maupun wartawan abal-abal tersebut. Besarnya ratusan ribu hingga jutaan rupiah.

TUBAN – Sejumlah kepala sekolah dan kepala desa di Tuban mengaku resah dengan banyaknya oknum anggota lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan orang mengaku wartawan yang bergentayangan. Mereka mendatangi sejumlah sekolah dan kantor pemerintahan desa dengan dalih meminta data dan wawancara. Namun, ujung-ujungnya meminta uang.Bahkan, tidak sedikit dari mereka yang melakukan intimidasi untuk tujuan memeras.

Salah satu kepala SMK di wilayah selatan Tuban mengatakan, biasanya oknum anggota LSM dan wartawan abal-abal tersebut meminta sejumlah data penggunaan anggaran kegiatan di sekolah.

Dari data tersebut, mereka mencari-cari kesalahan sekolah untuk ”senjata” memeras. ‘’Pokoknya yang ditanyakan tidak subtansial. Padahal tidak ada kesalahan, tapi terus saja dicari,’’ kata dia kepada Jawa Pos Radar Tuban.

Jika tidak ditemukan kesalahan, lanjut kepala sekolah ini, biasanya mereka sok akrab. Ujung-ujungnya minta uang saku. ‘’Kalau tidak dikasih, biasanya mereka memaksa,’’ ujar dia yang mengaku sering jadi sasaran pemerasan. 

Baca Juga :  Ketua Panwaskab Instruksikan Bahwa Trantib Pilkada Jadi Prioritas

Beroperasinya oknum anggota LSM maupun wartawan abal-abal tersebut membuat resah sejumlah kepala sekolah. ‘’Seharusnya bisa kerja maksimal. Gara-gara mereka (oknum anggota LSM dan wartawan abal-abal, Red) jadi ribet. Jika tidak dilayani, dituding pelayanan tidak baik. Kan jadi repot,’’ tandasnya.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Wilayah Tuban Edy Sukarno mengimbau sekolah di jajarannya yang menerima ‘’tamu tak diundang’’ seperti oknum anggota LSM maupun wartawan abal-abal agar tidak perlu takut.

‘’Kalau datangnya baik-baik, ya dilayani dengan baik. Tapi kalau mulai mengancam hingga memeras, laporkan polisi saja,’’ tegas dia.Jangankan kepala sekolah, Edy juga mengaku sering kedatangan oknum anggota LSM maupun wartawan abal-abal.

‘’Modusnya sama, berdalih minta data. Tapi data yang dimaksud  terkadang aneh-aneh. Tidak jelas. Ujung-ujungnya minta uang,’’ kata dia yang kembali mengimbau kepala sekolah agar tidak perlu takut. 

Baca Juga :  Rombongan Pembesuk Kecelakaan, Enam Orang Tewas

Senada disampaikan Kepala Desa Tuwiri Wetan, Kecamatan Merakurak, Setyobudi. Dia juga mengaku pernah didatangi oknum anggota LSM dan wartawan abal-abal. Modusnya sama, berdalih minta data yang ujung-ujung mencari kesalahan.

‘’Tapi kalau sudah mencari-cari kesalahan hingga memeras, langsung saya teleponkan polsek,’’ ujarnya.Menurut dia, maraknya operasi oknum anggota LSM dan wartawan abal-abal tersebut biasanya bertepatan dengan pencairan anggaran.

Baik alokasi dana desa (ADD) maupun dana desa (DD) seperti sekarang ini. ‘’Selama tidak ada persoalan, tidak perlu ada yang ditakuti. Kalau memeras, ya saya laporkan polisi,’’ tandasnya.

Sekadar diketahui, berdasar laporan yang diterima wartawan koran ini, sejumlah kepala sekolah maupun kepala desa menjadi korban pemalakan oknum anggota LSM maupun wartawan abal-abal tersebut. Besarnya ratusan ribu hingga jutaan rupiah.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/