alexametrics
29.3 C
Bojonegoro
Sunday, June 26, 2022

Truk Kelebihan Dimensi Berlalu Lalang

LAMONGAN – Pengawasan terhadap truk over dimensi  belum maksimal. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Lamongan Farikh menyatakan, masih ditemukan truk over dimensi saat beberapa kali melakukan operasi. Tahun lalu, seluruh kepala dishub Se-Indonesia dikumpulkan untuk membahas permasalahan tersebut di Kementerian Perhubungan (Kemenhub). 

”Saya juga masuk dalam divisi over dimensi, over loading (ODOL) di Kemenhub,” tutur Farikh kepada Jawa Pos Radar Lamongan, Jumat (22/2). 

Truk yang over dimensi menyebabkan overload dan dikhawatirkan bisa merusak infrastruktur jembatan maupun jalan. Farikh mengaku ada beberapa faktor pengawasan pada truk over dimensi. Diantaranya masih ditutupnya jembatan timbang di Lamongan. 

”Yang bisa mengukur muatan berlebih kan Jembatan Timbang. Kalau belum diaktifkan bagaimana tahu kalau ada muatan lebih,” ucap Farikh. 

Baca Juga :  Pemkab dan DPRD Bahas Penyesuaian Anggaran, Sepakati Sanksi Kemenkeu

Selain itu, terang dia, bak yang dimodifikasi lebih panjang. Sehingga petugas kadang tak bisa mendeteksi. Namun, diakui Farikh, petugas sempat menemukan truk over dimensi saat operasi. Tapi sopir truk ternyata memiliki surat uji kir. Padahal, ketika ada truk yang dimodifikasi seperti itu, seharusnya tidak bisa lulus uji kir. 

”Ada yang kena operasi kendaraan over dimensi, yang dinyatakan lolos oleh kabupaten setempatnya. Itu yang membuat sangat dilematis,” ucap Farikh saat dikonfirmasi via ponsel. (ind/yan)

LAMONGAN – Pengawasan terhadap truk over dimensi  belum maksimal. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Lamongan Farikh menyatakan, masih ditemukan truk over dimensi saat beberapa kali melakukan operasi. Tahun lalu, seluruh kepala dishub Se-Indonesia dikumpulkan untuk membahas permasalahan tersebut di Kementerian Perhubungan (Kemenhub). 

”Saya juga masuk dalam divisi over dimensi, over loading (ODOL) di Kemenhub,” tutur Farikh kepada Jawa Pos Radar Lamongan, Jumat (22/2). 

Truk yang over dimensi menyebabkan overload dan dikhawatirkan bisa merusak infrastruktur jembatan maupun jalan. Farikh mengaku ada beberapa faktor pengawasan pada truk over dimensi. Diantaranya masih ditutupnya jembatan timbang di Lamongan. 

”Yang bisa mengukur muatan berlebih kan Jembatan Timbang. Kalau belum diaktifkan bagaimana tahu kalau ada muatan lebih,” ucap Farikh. 

Baca Juga :  Diduga Lakukan Korupsi Raskin, Kades Bulumargi Ditahan 

Selain itu, terang dia, bak yang dimodifikasi lebih panjang. Sehingga petugas kadang tak bisa mendeteksi. Namun, diakui Farikh, petugas sempat menemukan truk over dimensi saat operasi. Tapi sopir truk ternyata memiliki surat uji kir. Padahal, ketika ada truk yang dimodifikasi seperti itu, seharusnya tidak bisa lulus uji kir. 

”Ada yang kena operasi kendaraan over dimensi, yang dinyatakan lolos oleh kabupaten setempatnya. Itu yang membuat sangat dilematis,” ucap Farikh saat dikonfirmasi via ponsel. (ind/yan)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/