alexametrics
23.9 C
Bojonegoro
Tuesday, August 9, 2022

Tuban Piknik, Komunitas yang Modernkan Wisata Tuban

FEATURES – Sejumlah tempat wisata di Tuban yang kurang terawat melahirkan beberapa komunitas pemuda yang peduli. Salah satunya Tuban Piknik (TP). Komunitas ini mempunyai cara khusus menjaga pantai agar tidak mudah dikotori sampah.Minggu sore pekan lalu, ada pemandangan berbeda di Pantai Cemara Sewu Desa/Kecamatan Jenu.

Beragam set properti seperti table set, mini tenda, pemanggang barbeque, hingga perahu yang sudah dihias elegan mempercantik pemandangan pantai utara Bumi Wali tersebut. Di lokasi tersebut juga terlihat belasan pemuda berburu foto.

Mereka adalah anggota komunitas TP, salah satu komunitas yang membawa misi memodernkan wisata Bumi Wali.Selama ini, wisatawan yang berlibur di Tuban dipastikan hanya berkunjung sesaat.

Yang memilih berkemah atau long stay jumlahnya masih bisa dihitung jari. Alasannya hampir sama; tempat wisata Tuban kurang menarik karena tidak ada sesuatu yang berbeda.

Permasalahan lain yang tak bisa dipungkiri adalah sampah yang merusak pemandangan wisata alam itu sendiri. ‘’Saya sendiri orang Tuban merasa wisata di sini tidak ada yang unik atau berbeda,’’ ujar Kemal Rahman, ketua komunitas TP.

Dikatakan Rahman, panggilan akrabnya,  meski kerap dibersihkan sejumlah komunitas atau kumpulan anak muda yang peduli lingkungan, ternyata tak cukup menyelesaikan masalah. Karena tidak ada tindak lanjut, pantai hanya bersih sesaat. Setelah itu, kembali kotor. Jorok.

Baca Juga :  Lihai Lirik Peluang Usaha, Gadis ini Pilih Jualan Seblak Hits

Karena itu, butuh action khusus yang berkesinambungan agar pantai tetap terjaga kebersihannya. ‘’Jika bersih, tentu pantai bisa dinikmati alamnya untuk wisatawan yang melepas penat. Ini kami mencari formula yang pas untuk itu,’’ ucapnya.

Sadar bersih-bersih pantai hanya berdampak sementara, Kemal cs mempunyai cara menjaga kebersihan pantai dengan cara memodernkan pantai. Sejumlah peranti modern yang menarik sengaja disiapkan untuk menghias pantai.

Sejumlah set properti disiapkan untuk menarik wisatawan. Tentu yang disiapkan tidak properti biasa. Melainkan properti nyentrik ala Eropa. Seperti tablet set, pemanggang barbeque, kursi goyang, pelampung bajak laut, dan properti lainnya.

‘’Misi kami membuat pantai bersih dan memodernkan pantai agar nyaman disinggahi,’’ ujarnya.Komunitas ini hanya menyediakan jasa dan properti. Berikutnya jasa dan properti itu bisa disewa siapa pun untuk menghias tempat wisata di mana pun.

Peralatan properti yang disiapkan memang didesain portable, sehingga beragam peranti tersebut bisa diusung ke mana saja. ‘’Kami menyediakan ide menghias pantai lengkap dengan berbagai peralatan.

Baca Juga :  Cerita Atlet Taekwondo Blora Kehilangan Medali di Kejuaraan

Ini yang kami sewakan untuk keluarga yang ingin piknik,’’ kata pria yang tinggi di Perum Bukit Karang tersebut. Sebagai contoh, ketika mereka mendapat bokingan dari pasangan suami-istri (pasutri) yang ingin berkemah di pantai.

Para anggota komunitas tersebut menawarkan konsep dan peranti modern yang mereka punya. Ketika pasutri tersebut setuju, berikutnya anggota komunitas mengagendakan acara bersih pantai dua kali seminggu selama dua bulan penuh.

Ketika pantai bersih, lalu dipakai pasutri tersebut berkemah dan menginap untuk bersenang-senang. Tentu, ketika menyewa jasa mereka, pasutri tersebut harus membayar sejumlah uang sewa properti dan tenaga.

Uang itulah yang dibagi ke anggota komunitas yang ikut bersih-bersih pantai. Dengan demikian, pantai bisa bersih dalam jangka waktu yang lama. Para anggota komunitas pun bisa merawat pantai dan mendapat sejumlah imbalan atas kerja keras mereka.

‘’Begitu pula pasutri yang menyewa jasa komunitas kami bisa berlibur dengan senang,’’ tutur Imam Zahrony, anggota lain komunitas ini.

FEATURES – Sejumlah tempat wisata di Tuban yang kurang terawat melahirkan beberapa komunitas pemuda yang peduli. Salah satunya Tuban Piknik (TP). Komunitas ini mempunyai cara khusus menjaga pantai agar tidak mudah dikotori sampah.Minggu sore pekan lalu, ada pemandangan berbeda di Pantai Cemara Sewu Desa/Kecamatan Jenu.

Beragam set properti seperti table set, mini tenda, pemanggang barbeque, hingga perahu yang sudah dihias elegan mempercantik pemandangan pantai utara Bumi Wali tersebut. Di lokasi tersebut juga terlihat belasan pemuda berburu foto.

Mereka adalah anggota komunitas TP, salah satu komunitas yang membawa misi memodernkan wisata Bumi Wali.Selama ini, wisatawan yang berlibur di Tuban dipastikan hanya berkunjung sesaat.

Yang memilih berkemah atau long stay jumlahnya masih bisa dihitung jari. Alasannya hampir sama; tempat wisata Tuban kurang menarik karena tidak ada sesuatu yang berbeda.

Permasalahan lain yang tak bisa dipungkiri adalah sampah yang merusak pemandangan wisata alam itu sendiri. ‘’Saya sendiri orang Tuban merasa wisata di sini tidak ada yang unik atau berbeda,’’ ujar Kemal Rahman, ketua komunitas TP.

Dikatakan Rahman, panggilan akrabnya,  meski kerap dibersihkan sejumlah komunitas atau kumpulan anak muda yang peduli lingkungan, ternyata tak cukup menyelesaikan masalah. Karena tidak ada tindak lanjut, pantai hanya bersih sesaat. Setelah itu, kembali kotor. Jorok.

Baca Juga :  Jalan Poros Sekar Terancam Putus

Karena itu, butuh action khusus yang berkesinambungan agar pantai tetap terjaga kebersihannya. ‘’Jika bersih, tentu pantai bisa dinikmati alamnya untuk wisatawan yang melepas penat. Ini kami mencari formula yang pas untuk itu,’’ ucapnya.

Sadar bersih-bersih pantai hanya berdampak sementara, Kemal cs mempunyai cara menjaga kebersihan pantai dengan cara memodernkan pantai. Sejumlah peranti modern yang menarik sengaja disiapkan untuk menghias pantai.

Sejumlah set properti disiapkan untuk menarik wisatawan. Tentu yang disiapkan tidak properti biasa. Melainkan properti nyentrik ala Eropa. Seperti tablet set, pemanggang barbeque, kursi goyang, pelampung bajak laut, dan properti lainnya.

‘’Misi kami membuat pantai bersih dan memodernkan pantai agar nyaman disinggahi,’’ ujarnya.Komunitas ini hanya menyediakan jasa dan properti. Berikutnya jasa dan properti itu bisa disewa siapa pun untuk menghias tempat wisata di mana pun.

Peralatan properti yang disiapkan memang didesain portable, sehingga beragam peranti tersebut bisa diusung ke mana saja. ‘’Kami menyediakan ide menghias pantai lengkap dengan berbagai peralatan.

Baca Juga :  Perempuan Ini Ajarkan Jangan Lihat Orang dari Sampulnya

Ini yang kami sewakan untuk keluarga yang ingin piknik,’’ kata pria yang tinggi di Perum Bukit Karang tersebut. Sebagai contoh, ketika mereka mendapat bokingan dari pasangan suami-istri (pasutri) yang ingin berkemah di pantai.

Para anggota komunitas tersebut menawarkan konsep dan peranti modern yang mereka punya. Ketika pasutri tersebut setuju, berikutnya anggota komunitas mengagendakan acara bersih pantai dua kali seminggu selama dua bulan penuh.

Ketika pantai bersih, lalu dipakai pasutri tersebut berkemah dan menginap untuk bersenang-senang. Tentu, ketika menyewa jasa mereka, pasutri tersebut harus membayar sejumlah uang sewa properti dan tenaga.

Uang itulah yang dibagi ke anggota komunitas yang ikut bersih-bersih pantai. Dengan demikian, pantai bisa bersih dalam jangka waktu yang lama. Para anggota komunitas pun bisa merawat pantai dan mendapat sejumlah imbalan atas kerja keras mereka.

‘’Begitu pula pasutri yang menyewa jasa komunitas kami bisa berlibur dengan senang,’’ tutur Imam Zahrony, anggota lain komunitas ini.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/