alexametrics
29.4 C
Bojonegoro
Saturday, June 25, 2022

Siapkan Konsep Kafe untuk Kedatom Kompleks Wisata Pantai Boom

TUBAN – Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Tuban terus memutar otak untuk menggeliatkan Kedai Pasar Atom (Kedatom) di kompleks pintu masuk wisata Pantai Boom. Salah satu konsep yang disiapkan adalah menjadikan Kedatom sebagai sentra kafe.

‘’Kami terus mencari solusi (untuk menggeliatkan Kedatom, Red). Salah satunya adalah konsep kafe,’’ kata Kepala Diskoperindag Tuban Agus Wijaya kepada Jawa Pos Radar Tuban kemarin (22/2).

Tentu, lanjut Agus, panggilan akrabnya, tidak hanya mengubah konsep dari kedai menjadi sebuah kafe.  ‘’Rencanya, ada sebagian sudut bangunan yang bakal kami ubah,’’ ujar mantan kabag humas dan protokol pemkab setempat.

Menurut pantauan Jawa Pos Radar Tuban, sampai saat ini Kedatom belum menunjukkan geliatnya sebagai sentra kuliner Tuban. Bahkan, sebagian kios juga masih banyak yang menganggur.

Baca Juga :  Jadi Etalase Produk Unggulan

Begitu juga kios-kios yang berpenghuni, belum konsisten buka. Kadang buka, kadang tutup. ‘’(Banding sebelumnye, Red) sekarang sudah mulai tertata dan cukup ramai,’’ kata Agus. Namun begitu, diakui Agus, kondisinya memang belum bergeliat.

Sekadar diketahui, bangunaan kedai yang berada di sebelah barat pintu masuk wisata Pantai Boom itu merupakan bangunan warisan dari pemerintahan bupati Heany Relawati Rini Widyastuti.

Sempat ramai saat kali pertama diresmikan, namun dalam perjalanannya, kondisinya terus memprihatinkan. Sejumlah kios ditinggal penghuni karena kondisi yang sepi. Bahkan, dalam beberapa tahun terakhir sempat mati suri.

TUBAN – Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Tuban terus memutar otak untuk menggeliatkan Kedai Pasar Atom (Kedatom) di kompleks pintu masuk wisata Pantai Boom. Salah satu konsep yang disiapkan adalah menjadikan Kedatom sebagai sentra kafe.

‘’Kami terus mencari solusi (untuk menggeliatkan Kedatom, Red). Salah satunya adalah konsep kafe,’’ kata Kepala Diskoperindag Tuban Agus Wijaya kepada Jawa Pos Radar Tuban kemarin (22/2).

Tentu, lanjut Agus, panggilan akrabnya, tidak hanya mengubah konsep dari kedai menjadi sebuah kafe.  ‘’Rencanya, ada sebagian sudut bangunan yang bakal kami ubah,’’ ujar mantan kabag humas dan protokol pemkab setempat.

Menurut pantauan Jawa Pos Radar Tuban, sampai saat ini Kedatom belum menunjukkan geliatnya sebagai sentra kuliner Tuban. Bahkan, sebagian kios juga masih banyak yang menganggur.

Baca Juga :  Pedagang Puluhan Tahun atau demi Ruang Terbuka Hijau

Begitu juga kios-kios yang berpenghuni, belum konsisten buka. Kadang buka, kadang tutup. ‘’(Banding sebelumnye, Red) sekarang sudah mulai tertata dan cukup ramai,’’ kata Agus. Namun begitu, diakui Agus, kondisinya memang belum bergeliat.

Sekadar diketahui, bangunaan kedai yang berada di sebelah barat pintu masuk wisata Pantai Boom itu merupakan bangunan warisan dari pemerintahan bupati Heany Relawati Rini Widyastuti.

Sempat ramai saat kali pertama diresmikan, namun dalam perjalanannya, kondisinya terus memprihatinkan. Sejumlah kios ditinggal penghuni karena kondisi yang sepi. Bahkan, dalam beberapa tahun terakhir sempat mati suri.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/