alexametrics
22.7 C
Bojonegoro
Wednesday, June 29, 2022

Pura Pura Beli Rujak, Ternyata Pria ini Curi Burung Love Bird

LAMONGAN – Pencurian burung terjadi lagi di Lamongan. Setelah di Babat, kali ini di Sukodadi. Tersangkanya Deni,21, asal Desa geger Kecamatan Turi, dengan korban Sandi Dayat,22, asal Desa Sukolilo Kecamatan Sukodadi. Peristiwa yang terjadi kemarin (22/2) siang, dalam waktu sekitar enam jam pelaku berhasil ditangkap.

Di hadapan petugas tersangka mengatakan, sebelum melakukan pencurian dia pura-pura membeli rujak kepada bibi korban yang berada di samping rumah korban.

Saat korban lengah,  dirinya masuk ke rumah korban dan mengambil dua ekor burung love bird milik korban dimasukan dalam sangkar. Namun burung hasil curian tersebut gagal dijual ke pedagang burung karena tokonya tutup.

‘’Rencananya burung itu mau saya dijual ke Sukodadi dua hari lagi dengan harga Rp 3 juta,’’ ujar pria yang mengaku bekerja sebagai kuli bangunan itu.

Baca Juga :  Gadis ini Selalu Bawa Selimut Kesayangan

Dia juga mengaku sudah pernah melakukan pencurian di tempat yang sama pada minggu sebelumnya dan berhasil mengambil satu ekor burung Love Bird. Burung tersebut dijual kepada seorang pedagang di wilayah Sukodadi dengan harga Rp 1 juta.

Harga tersebut lebih murah dibanding harga normal, dengan alasan agar cepat laku serta mendapatkan uang. ‘’Harga normalnya sekitar Rp 2 Juta. Tapi uang hasil penjualan burung itu sudah habis untuk ke warung kopi,’’ ungkapnya.   

Bibi korban, Siti Muniroh mengakui, tersangka sering datang ke rumahnya membeli rujak. Bahkan sudah saling kenal dengan keponakannya. Sehingga dia tidak menduga kalau ternyata hanya kedok untuk mencuri burung milik keponakannya.

‘’Saat membeli rujak dia memang pamit lihat burung milik keponakan saya,’’ ujarnya. Siti juga mengaku sempat mendengar burung di dalam rumah keponakannya banyak tingkah dan bersuara.

Baca Juga :  Harga Emas Naik 10 Persen

Namun tersangka pura – pura sedang menelepon dengan handphone-nya. Meski sempat curiga, dia tetap meneruskan meracik rujak. Ternyata kemudian diketahui kalau burung dalam sangkar yang sebelumnya dua ekor, ternyata tinggal satu ekor.

Dan tersangka sudah tidak ada. ‘’Beberapa warga juga mengetahui kalau anak itu membawa sangkar dan burung sambil naik sepeda motor. Tidak bisa dilihat karena ditutupi kain,’’  ungkapnya. 

Kapolsek Sukodadi, AKP Slamet mengungkapkan, setelah mendapat laporan, anggotanya melakukan pengecekan ke rumah tersangka dan berhasil menemukan dua burung milik korban.

Hasil pemeriksaan sementara, tersangka mengakui melakukan pencurian sebanyak dua kali di tempat yang sama. ‘’Tersangka masih kita periksa lebih lanjut,’’ tandasnya.Atas kejadian tersebut, tambah dia, korban mengalami kerugian sekitar Rp 5 juta.

LAMONGAN – Pencurian burung terjadi lagi di Lamongan. Setelah di Babat, kali ini di Sukodadi. Tersangkanya Deni,21, asal Desa geger Kecamatan Turi, dengan korban Sandi Dayat,22, asal Desa Sukolilo Kecamatan Sukodadi. Peristiwa yang terjadi kemarin (22/2) siang, dalam waktu sekitar enam jam pelaku berhasil ditangkap.

Di hadapan petugas tersangka mengatakan, sebelum melakukan pencurian dia pura-pura membeli rujak kepada bibi korban yang berada di samping rumah korban.

Saat korban lengah,  dirinya masuk ke rumah korban dan mengambil dua ekor burung love bird milik korban dimasukan dalam sangkar. Namun burung hasil curian tersebut gagal dijual ke pedagang burung karena tokonya tutup.

‘’Rencananya burung itu mau saya dijual ke Sukodadi dua hari lagi dengan harga Rp 3 juta,’’ ujar pria yang mengaku bekerja sebagai kuli bangunan itu.

Baca Juga :  Semrawut, Pasar Babat Butuh Tempat Penyeberangan

Dia juga mengaku sudah pernah melakukan pencurian di tempat yang sama pada minggu sebelumnya dan berhasil mengambil satu ekor burung Love Bird. Burung tersebut dijual kepada seorang pedagang di wilayah Sukodadi dengan harga Rp 1 juta.

Harga tersebut lebih murah dibanding harga normal, dengan alasan agar cepat laku serta mendapatkan uang. ‘’Harga normalnya sekitar Rp 2 Juta. Tapi uang hasil penjualan burung itu sudah habis untuk ke warung kopi,’’ ungkapnya.   

Bibi korban, Siti Muniroh mengakui, tersangka sering datang ke rumahnya membeli rujak. Bahkan sudah saling kenal dengan keponakannya. Sehingga dia tidak menduga kalau ternyata hanya kedok untuk mencuri burung milik keponakannya.

‘’Saat membeli rujak dia memang pamit lihat burung milik keponakan saya,’’ ujarnya. Siti juga mengaku sempat mendengar burung di dalam rumah keponakannya banyak tingkah dan bersuara.

Baca Juga :  Rutin Konsumsi Vitamin

Namun tersangka pura – pura sedang menelepon dengan handphone-nya. Meski sempat curiga, dia tetap meneruskan meracik rujak. Ternyata kemudian diketahui kalau burung dalam sangkar yang sebelumnya dua ekor, ternyata tinggal satu ekor.

Dan tersangka sudah tidak ada. ‘’Beberapa warga juga mengetahui kalau anak itu membawa sangkar dan burung sambil naik sepeda motor. Tidak bisa dilihat karena ditutupi kain,’’  ungkapnya. 

Kapolsek Sukodadi, AKP Slamet mengungkapkan, setelah mendapat laporan, anggotanya melakukan pengecekan ke rumah tersangka dan berhasil menemukan dua burung milik korban.

Hasil pemeriksaan sementara, tersangka mengakui melakukan pencurian sebanyak dua kali di tempat yang sama. ‘’Tersangka masih kita periksa lebih lanjut,’’ tandasnya.Atas kejadian tersebut, tambah dia, korban mengalami kerugian sekitar Rp 5 juta.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/