alexametrics
29.4 C
Bojonegoro
Saturday, June 25, 2022

Program Pendampingan Bank Indonesia, Bupati Doakan Petani Cabai Merah

ADVERTORIAL – Bupati Djoko Nugroho didampingi Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Blora, Reni Miharti ikut dalam panen perdana cabai merah keriting di Desa Purworejo, Kecamatan Blora, Rabu (21/2). Hadir pula Kepala BI Perwakilan Jawa Tengah Hamid Ponco Wibowo. Program pendampingan petani cabai itu merupakan binaan program Corporate Social Responsibility (CSR) Bank Indonesia (BI).

Lokasinya di lahan demplot seluas 1500 meter persegi milik Manggar, anggota Kelompok Tani Sumber Rejeki. 

Dodik selaku pendamping sekaligus pelaksana program CSR BI di Desa Purworejo mengatakan, panen perdana cabai ini dilakukan pertama kali pasca penandatanganan MoU antara BI dengan Pemkab Blora di bidang pertanian tahun 2017 lalu.

“Yang kita dampingi disini adalah penanaman cabai merah keriting jenis lado. Dari mulai menanam, merawat, pemupukannya, hingga panen. Totalnya ada 4 hektare dan ini panen di demplot milik Pak Manggar.

Baca Juga :  Ilmu Kesehatan dari JepangĀ 

Alhamdulilah harganya masih bagus, per kilogramnya laku Rp 24-27 ribu,” ucapnya.Bupati Djoko Nugroho mengucapkan terima kasih kepada BI yang telah bersedia mengucurkan program sosial berupa pendampingan pertanian cabai merah terintegrasi peternakan sapi di Desa Purworejo.

Dia meminta agar kelompok tani bisa memanfaatkan program sosial dari BI tersebut.“Alhamdulillah panen cabai binaan BI ini hasilnya bagus dan harganya masih bagus. Semoga berkah untuk para petani.

Saya minta petani di Desa Purworejo untuk serius dalam mengikuti program dari BI ini. Karena dengan program seperti ini bisa meningkatkan pendapatan petani. Apalagi proses penanamannya ramah lingkungan, serba organik baik pupuk maupun pestisidanya,” terangnya usai memetik cabai.

Sementara itu, Kepala BI Jateng Hamid Ponco Wibowo mengatakan, program CSR pengembangan pertanian cabai merah terintegrasi ternak sapi di Desa Purworejo ini merupakan salah satu upaya BI untuk membantu peningkatan perekonomian petani di daerah.

Baca Juga :  Kembalikan Esensi Hari Ibu, Bupati Yes Ajak Sungkem kepada Ibu

“Pertumbuhan ekonomi nasional sangat dipengaruhi sektor pertanian. Seperti di Kabupaten Blora ini yang didominasi pertanian menjadikan kami tertarik untuk ikut mengembangkan.

Pengembangan dilakukan secara alami dengan mengintegrasikan antara peternakan sapi potong yang ada di desa dengan pertanian cabai merah keriting,” terangnya.

Maksud dari terintegrasi adalah kotoran hasil peternakan sapi diolah menjadi pupuk organik guna kebutuhan pemupukan dan pestisida cabai. Sehingga, biaya produksi pertanian cabai bisa lebih hemat namun harga jualnya tinggi karena ditanam secara organik.

Usai panen perdana, dilanjutkan dengan penyerahan bantuan sarana dan prasarana pendukung pertanian cabai oleh Kepala BI Perwakilan Jateng kepada Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Bina Tani Desa Purworejo, Kecamatan Blora dan Kelompok Tani Taruna Muda Serut Desa Dringo, Kecamatan Todanan. (adv) 

ADVERTORIAL – Bupati Djoko Nugroho didampingi Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Blora, Reni Miharti ikut dalam panen perdana cabai merah keriting di Desa Purworejo, Kecamatan Blora, Rabu (21/2). Hadir pula Kepala BI Perwakilan Jawa Tengah Hamid Ponco Wibowo. Program pendampingan petani cabai itu merupakan binaan program Corporate Social Responsibility (CSR) Bank Indonesia (BI).

Lokasinya di lahan demplot seluas 1500 meter persegi milik Manggar, anggota Kelompok Tani Sumber Rejeki. 

Dodik selaku pendamping sekaligus pelaksana program CSR BI di Desa Purworejo mengatakan, panen perdana cabai ini dilakukan pertama kali pasca penandatanganan MoU antara BI dengan Pemkab Blora di bidang pertanian tahun 2017 lalu.

“Yang kita dampingi disini adalah penanaman cabai merah keriting jenis lado. Dari mulai menanam, merawat, pemupukannya, hingga panen. Totalnya ada 4 hektare dan ini panen di demplot milik Pak Manggar.

Baca Juga :  Menko Airlangga Sampaikan Kuliah Umum di Unmuh Sidoarjo

Alhamdulilah harganya masih bagus, per kilogramnya laku Rp 24-27 ribu,” ucapnya.Bupati Djoko Nugroho mengucapkan terima kasih kepada BI yang telah bersedia mengucurkan program sosial berupa pendampingan pertanian cabai merah terintegrasi peternakan sapi di Desa Purworejo.

Dia meminta agar kelompok tani bisa memanfaatkan program sosial dari BI tersebut.“Alhamdulillah panen cabai binaan BI ini hasilnya bagus dan harganya masih bagus. Semoga berkah untuk para petani.

Saya minta petani di Desa Purworejo untuk serius dalam mengikuti program dari BI ini. Karena dengan program seperti ini bisa meningkatkan pendapatan petani. Apalagi proses penanamannya ramah lingkungan, serba organik baik pupuk maupun pestisidanya,” terangnya usai memetik cabai.

Sementara itu, Kepala BI Jateng Hamid Ponco Wibowo mengatakan, program CSR pengembangan pertanian cabai merah terintegrasi ternak sapi di Desa Purworejo ini merupakan salah satu upaya BI untuk membantu peningkatan perekonomian petani di daerah.

Baca Juga :  Ilmu Kesehatan dari JepangĀ 

“Pertumbuhan ekonomi nasional sangat dipengaruhi sektor pertanian. Seperti di Kabupaten Blora ini yang didominasi pertanian menjadikan kami tertarik untuk ikut mengembangkan.

Pengembangan dilakukan secara alami dengan mengintegrasikan antara peternakan sapi potong yang ada di desa dengan pertanian cabai merah keriting,” terangnya.

Maksud dari terintegrasi adalah kotoran hasil peternakan sapi diolah menjadi pupuk organik guna kebutuhan pemupukan dan pestisida cabai. Sehingga, biaya produksi pertanian cabai bisa lebih hemat namun harga jualnya tinggi karena ditanam secara organik.

Usai panen perdana, dilanjutkan dengan penyerahan bantuan sarana dan prasarana pendukung pertanian cabai oleh Kepala BI Perwakilan Jateng kepada Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Bina Tani Desa Purworejo, Kecamatan Blora dan Kelompok Tani Taruna Muda Serut Desa Dringo, Kecamatan Todanan. (adv) 

Artikel Terkait

Most Read

Berkolaborasi Mengembangkan Potensi Desa

Semua SPBU Tak Lagi Jual Premium

Baksos Itu Menyenangkan

Artikel Terbaru


/