alexametrics
26.4 C
Bojonegoro
Sunday, August 14, 2022

Pasokan Vaksin Kurang, Ini Target Vaksin Difteri di Lamongan

- Advertisement -

LAMONGAN – Pemberian Vaksinasi Difteri di Lamongan belum mencapai target. Dari proyeksi 324.500 jiwa, baru tercapai 183.911 jiwa atau 56,68 persen. Padahal akhir bulan ini (Februari 2018) ditargetkan rampung untuk tahap pertama. ”Kendala utamanya pasokan vaksin,” kata Kabid Pencehagan Dan Penanggulangan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Lamongan, Bambang Susilo kemarin (22/2). 

Namun, lanjut dia, kekurangan vaksin difteri tahap satu sudah disuplai seluruhnya kemarin (22/2). Sehingga hingga akhir Februari ini realisasinya diperkirakan mencapai 95 persen. ”Petugas Puskesmas sudah mulai melakukan vaksinasi lagi.

Sebelumnya sempat terhenti karena kekurangan vaksin. Kita upayakan akhir bulan ini terealisasi semuanya,” ujarnya. Dia menjelaskan, dari 33 puskesmas ada empat puskesmas yang realisasinya sudah di atas 80 persen.

Baca Juga :  Surat Suara Kurang 7.196 Lembar

Yakni Puskesmas Karangpilang, Kalitengah, Modo, dan Kembangbahu. ”Kiriman vaksini (difteri) dari pusat sempat tersendat, yang mempengaruhi realisasinya,” ujar dia. 

Menurut dia, di beberapa kecamatan terdapat balita dan anak-anak yang belum mendapatkan vaksin. Diantaranya karena sakit. Namun yang belum melakukan vaksinasi bisa melapor ke puskesmas terdekat, sehingga terdata jumlahnya.

- Advertisement -

”Tetap nantinya yang belum vaksin karena sakit panas atau flu kita data ulang jumlahnya,” katanya. Selain itu, ungkap dia, penderita sejumlah penyakit seperti hidrocefalus, HIV, jantung, dan penyakit lainnya belum dilakukan vaksinasi difteri.

Sebab jenis penyakit tersebut perlu dikoordinasikan dengan petugas medis. ”Arahannya memang seperti itu. Kita masih koordinasikan dulu warga yang belum mendapat vaksinasi,” tukasnya

Baca Juga :  PT SBS dan PT Raja Beton Sebabkan Polusi, Pemkab Harus Turun Tangan

Menurut dia, realisasi Lamongan masih di atas Jawa Timur (Jatim) yang baru sekitar 47,97 persen. Lamongan menempati peringkat ke-12 di bawah Kota Mojokerto 59,69 persen sebagai daerah dengan realisasi terbanyak.

”Kita masuk tanda kuning atau kategori sedang, bersama Kediri, Sampang, Bojonegoro, dan Blitar,” ungkap Bambang saat dikonfirmasi via ponsel.

Seperti diberitakan, Jawa Timur berstatus kondisi luar biasa (KLB) Difteri. Meski jumlah korban minim, Lamongan juga tetap masuk KLB Difteri. Sehingga perlu dilakukan vaksinasi difteri secara besar-besaran.

LAMONGAN – Pemberian Vaksinasi Difteri di Lamongan belum mencapai target. Dari proyeksi 324.500 jiwa, baru tercapai 183.911 jiwa atau 56,68 persen. Padahal akhir bulan ini (Februari 2018) ditargetkan rampung untuk tahap pertama. ”Kendala utamanya pasokan vaksin,” kata Kabid Pencehagan Dan Penanggulangan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Lamongan, Bambang Susilo kemarin (22/2). 

Namun, lanjut dia, kekurangan vaksin difteri tahap satu sudah disuplai seluruhnya kemarin (22/2). Sehingga hingga akhir Februari ini realisasinya diperkirakan mencapai 95 persen. ”Petugas Puskesmas sudah mulai melakukan vaksinasi lagi.

Sebelumnya sempat terhenti karena kekurangan vaksin. Kita upayakan akhir bulan ini terealisasi semuanya,” ujarnya. Dia menjelaskan, dari 33 puskesmas ada empat puskesmas yang realisasinya sudah di atas 80 persen.

Baca Juga :  Menjamur, Pemerintah Daerah Tidak Miliki Kewenangan Melarang

Yakni Puskesmas Karangpilang, Kalitengah, Modo, dan Kembangbahu. ”Kiriman vaksini (difteri) dari pusat sempat tersendat, yang mempengaruhi realisasinya,” ujar dia. 

Menurut dia, di beberapa kecamatan terdapat balita dan anak-anak yang belum mendapatkan vaksin. Diantaranya karena sakit. Namun yang belum melakukan vaksinasi bisa melapor ke puskesmas terdekat, sehingga terdata jumlahnya.

- Advertisement -

”Tetap nantinya yang belum vaksin karena sakit panas atau flu kita data ulang jumlahnya,” katanya. Selain itu, ungkap dia, penderita sejumlah penyakit seperti hidrocefalus, HIV, jantung, dan penyakit lainnya belum dilakukan vaksinasi difteri.

Sebab jenis penyakit tersebut perlu dikoordinasikan dengan petugas medis. ”Arahannya memang seperti itu. Kita masih koordinasikan dulu warga yang belum mendapat vaksinasi,” tukasnya

Baca Juga :  PT SBS dan PT Raja Beton Sebabkan Polusi, Pemkab Harus Turun Tangan

Menurut dia, realisasi Lamongan masih di atas Jawa Timur (Jatim) yang baru sekitar 47,97 persen. Lamongan menempati peringkat ke-12 di bawah Kota Mojokerto 59,69 persen sebagai daerah dengan realisasi terbanyak.

”Kita masuk tanda kuning atau kategori sedang, bersama Kediri, Sampang, Bojonegoro, dan Blitar,” ungkap Bambang saat dikonfirmasi via ponsel.

Seperti diberitakan, Jawa Timur berstatus kondisi luar biasa (KLB) Difteri. Meski jumlah korban minim, Lamongan juga tetap masuk KLB Difteri. Sehingga perlu dilakukan vaksinasi difteri secara besar-besaran.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/