alexametrics
29.8 C
Bojonegoro
Sunday, August 14, 2022

Kesulitan Akses, Sewa Jeep Usung Tiang Listrik ke Desa Tanpa Listrik

- Advertisement -

BOJONEGORO – Impian sekitar 100 kepala keluarga (KK) di Dusun Tretes, Desa Pragelan, Kecamatan Gondang, untuk mendapatkan aliran listrik belum terealisasi. Petugas Perusahaan Listrik Negara (PLN) kesulitan memasok material listrik ke dusun yang berada di kawasan perbukitan tersebut.

Kawasan yang dihuni 100 KK tersebut, hingga kini masih terisolasi dan belum ada aliran listrik. Kalaupun ada, mayoritas ngeler kabel dari kawasan paling dekat desa tersebut.

Sulitnya akses menjadi alasan belum adanya jaringan listrik di kawasan tersebut. Bahkan, dua minggu ini, petugas menyewa mobil jeep off-road 4×4 untuk mengusung material.

Manajer Rayon PLN Bojonegoro Dikdik A. S. Taufik mengatakan, memang masih ada sejumlah kawasan yang belum beraliran listrik di kawasan selatan. Salah satunya di Desa Pragelan.

Baca Juga :  DPRD Sarankan Hotel GDK Segera Diaktifkan

Belum adanya listrik, murni karena sulitnya akses masuk ke kawasan tersebut. Sejauh ini, masyarakat yang berada di dalam desa tersebut ngeler listrik dari daerah lain.

- Advertisement -

“Mayoritas ngeler kabel dari daerah lain sekitar 3 hingga 7 kilometer dari desa tersebut,” kata Dikdik sapaannya. Dikdik tidak menampik jika kondisi me-ngeler kabel sejauh 3 hingga 7 km sangat berbahaya.

Sebab, melintasi kawasan hutan. Itu sangat berbahaya, karena keberadaan kabel bisa terlindas orang yang melintas. Apalagi, jika kabel sampai terkelupas.

Tentu bakal memicu terjadinya sengatan listrik. Sejak mengetahui kondisi itu, sebenarnya pihaknya melakukan perluasan ke kawasan tersebut. Hanya, sulitnya akses menjadi kendala.  

Untuk memasukkan material jaringan listrik di kawasan tersebut, diakuinya sangat sulit. Membutuhkan sebanyak 66 tiang jaringan tegangan menengah (JTM), dan 38 tiang jaringan tegangan rendah (JTR). 

Baca Juga :  Bupati Punya Pengaruh

Masalah dihadapi ketika tiang berukuran masing-masing 13 meter dan 9 meter itu sulit masuk karena memang tidak ada akses. “Tidak ada akses dan jalurnya sulit ditempuh.

Jadi sampai sekarang listrik di kawasan tersebut belum bisa direalisasikan,” imbuh dia. Dia menambahkan, sudah mulai mengirim material ke kawasan tersebut sejak dua minggu lalu.

Tapi, sampai sekarang belum selesai karena sulitnya medan. Untuk membawa material misalnya, PLN harus menyewa Jeep off-road 4×4 dan crane. Sebab, truk hanya sampai jalan besar saja.

“Masalah paling besar memang terkait akses. Kalau aksesnya sulit, tentu perluasan jaringan terganggu,” ucapnya. 

BOJONEGORO – Impian sekitar 100 kepala keluarga (KK) di Dusun Tretes, Desa Pragelan, Kecamatan Gondang, untuk mendapatkan aliran listrik belum terealisasi. Petugas Perusahaan Listrik Negara (PLN) kesulitan memasok material listrik ke dusun yang berada di kawasan perbukitan tersebut.

Kawasan yang dihuni 100 KK tersebut, hingga kini masih terisolasi dan belum ada aliran listrik. Kalaupun ada, mayoritas ngeler kabel dari kawasan paling dekat desa tersebut.

Sulitnya akses menjadi alasan belum adanya jaringan listrik di kawasan tersebut. Bahkan, dua minggu ini, petugas menyewa mobil jeep off-road 4×4 untuk mengusung material.

Manajer Rayon PLN Bojonegoro Dikdik A. S. Taufik mengatakan, memang masih ada sejumlah kawasan yang belum beraliran listrik di kawasan selatan. Salah satunya di Desa Pragelan.

Baca Juga :  LGC Berakhir, Segudang Prestasi di Bidang Lingkungan

Belum adanya listrik, murni karena sulitnya akses masuk ke kawasan tersebut. Sejauh ini, masyarakat yang berada di dalam desa tersebut ngeler listrik dari daerah lain.

- Advertisement -

“Mayoritas ngeler kabel dari daerah lain sekitar 3 hingga 7 kilometer dari desa tersebut,” kata Dikdik sapaannya. Dikdik tidak menampik jika kondisi me-ngeler kabel sejauh 3 hingga 7 km sangat berbahaya.

Sebab, melintasi kawasan hutan. Itu sangat berbahaya, karena keberadaan kabel bisa terlindas orang yang melintas. Apalagi, jika kabel sampai terkelupas.

Tentu bakal memicu terjadinya sengatan listrik. Sejak mengetahui kondisi itu, sebenarnya pihaknya melakukan perluasan ke kawasan tersebut. Hanya, sulitnya akses menjadi kendala.  

Untuk memasukkan material jaringan listrik di kawasan tersebut, diakuinya sangat sulit. Membutuhkan sebanyak 66 tiang jaringan tegangan menengah (JTM), dan 38 tiang jaringan tegangan rendah (JTR). 

Baca Juga :  Dana Abadi Bojonegoro Direncanakan Rp 500 Miliar

Masalah dihadapi ketika tiang berukuran masing-masing 13 meter dan 9 meter itu sulit masuk karena memang tidak ada akses. “Tidak ada akses dan jalurnya sulit ditempuh.

Jadi sampai sekarang listrik di kawasan tersebut belum bisa direalisasikan,” imbuh dia. Dia menambahkan, sudah mulai mengirim material ke kawasan tersebut sejak dua minggu lalu.

Tapi, sampai sekarang belum selesai karena sulitnya medan. Untuk membawa material misalnya, PLN harus menyewa Jeep off-road 4×4 dan crane. Sebab, truk hanya sampai jalan besar saja.

“Masalah paling besar memang terkait akses. Kalau aksesnya sulit, tentu perluasan jaringan terganggu,” ucapnya. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/