alexametrics
23.3 C
Bojonegoro
Tuesday, June 28, 2022

Bojonegoro Belum Miliki Penyelam Bersertifikasi

BOJONEGORO – Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Bojonegoro Andik Sujarwo memastikan, selama ini belum ada personel memiliki sertifikat menyelam. Termasuk, personel dari badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) setempat juga belum memilikinya.

Sedangkan, tim menyelam dari TNI dan Polri masih terbatas. Padahal, penyelam sangat dibutuhkan, terutama ketika terjadi bencana atau mencari korban tenggelam.

Sehingga, Andik sapaannya memastikan pentingnya memiliki personel tersertifikasi mampu menyelam. 

Andik mengatakan, urgennya tim penyelam karena banyaknya kasus orang tenggelam di Bengawan Solo. Karena itu, kini dinas damkar memfokuskan enam personelnya menjalani latihan menyelam.

Sekaligus, untuk memeroleh sertifikasi dengan mendatangkan dua instruktur dari Scuba Schools International (SSI). Selain di kolam renang, instruktur juga meminta enam personel menjalani latihan di laut pasir putih Situbondo.

Baca Juga :  Tetap Waspada, Meski Tren TMA Turun

“Nantinya enam personel mampu membentuk tim penolong selam secara profesinal dengan cepat. Dan sigap membantu operasi musibah di perairan,” jelasnya.

Termasuk, kata Andik, enam personel ini mampu menyelam di Bengawan Solo, dengan air tidak jernih alias butek. 

BOJONEGORO – Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Bojonegoro Andik Sujarwo memastikan, selama ini belum ada personel memiliki sertifikat menyelam. Termasuk, personel dari badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) setempat juga belum memilikinya.

Sedangkan, tim menyelam dari TNI dan Polri masih terbatas. Padahal, penyelam sangat dibutuhkan, terutama ketika terjadi bencana atau mencari korban tenggelam.

Sehingga, Andik sapaannya memastikan pentingnya memiliki personel tersertifikasi mampu menyelam. 

Andik mengatakan, urgennya tim penyelam karena banyaknya kasus orang tenggelam di Bengawan Solo. Karena itu, kini dinas damkar memfokuskan enam personelnya menjalani latihan menyelam.

Sekaligus, untuk memeroleh sertifikasi dengan mendatangkan dua instruktur dari Scuba Schools International (SSI). Selain di kolam renang, instruktur juga meminta enam personel menjalani latihan di laut pasir putih Situbondo.

Baca Juga :  Pingin Cepat Kaya, tapi Utamakan Rasionalitas

“Nantinya enam personel mampu membentuk tim penolong selam secara profesinal dengan cepat. Dan sigap membantu operasi musibah di perairan,” jelasnya.

Termasuk, kata Andik, enam personel ini mampu menyelam di Bengawan Solo, dengan air tidak jernih alias butek. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/