alexametrics
26.5 C
Bojonegoro
Wednesday, June 29, 2022

Tempatkan Petugas di Traffic Light

KOTA – Kawasan traffic light (lampu lalu lintas) di Lamongan tidak pernah sepi dari anak jalanan (anjal), pengemis, dan pengamen. Meski berkali-kali dirazia, tidak lama muncul kembali. Sehingga mengganggu pengguna jalan. Apalagi mereka sering melakukan tindakan yang meresahkan, seperti melakukan pengeroyokan dan berbuat tidak senonoh.

Untuk mengatasi masalah itu, Satpol PP Lamongan akan menempatkan anggota di setiap traffic light. ‘’Kami akan menempatkan anggota di beberapa traffic light untuk membebaskan dari anak jalanan, pengemis hingga pengamen,’’ kata  Kasi Operasi Dan Pembinaan Satpol PP Lamongan,  Bambang Yustiono senin(22/1).

Menurut dia, ada 30 anggota yang akan ditempatkan di kawasan itu. Selain bertugas mengawasi kawasan pertigaan dan perempatan jalan, mereka juga melakukan patroli pagi hingga sore hari. Terutama di malam minggu, jumlah anjal, pengemis hingga pengamen semakin banyak. ‘’Saya berharap warga di sekitar lokasi agar ikut berperan aktif membantu petugas. Minimal tidak memberikan fasilitas tempat untuk tidur agar tidak menjadikan tongkrongan,’’ bebernya. 

Baca Juga :  Kobarkan Semangat Pemuda sebagai Pilar Pembangunan

Dia menyebut ada empat titik yang sering dijadikan tongkrongan anja, pengemis dan pengamen. Antara lain, di pertigaan Sukodadi, Pucuk, Babat. Kemudian pertigaan atau bundaraan adipura Jalan Lamongrejo. Juga perempatan pojok selatan-timur alun-alun. 

Menurut dia, jumlah mereka semakin banyak bila di sekitar lokasi ada tempat berteduh. Selain itu juga saat ada konser musik di luar kota. Mereka bisa bertahan di lokasi hingga 10 hari. ‘’Selama ini sudah dilakukan operasi. Kemudian diserahkan ke dinas social. Selanjutnya di kirim ke penampungan di Surabaya. Tapi seringkali di kembalikan, karena penampungan sudah penuh,’’ ungkapnya. 

Menurut dia, sebenarnya pengiriman ke penampungan cukup efektif. Karena mereka diberi ketrampilan yang bisa untuk modal bekerja. Namun di Lamongan belum memilikinya. ‘’Diharapkan dinas terkait, masyarakat termasuk polisi ikut melakukan penertiban. Karena mereka sangat mengganggu lalu lintas dan pengguna jalan,’’ tukasnya.

Baca Juga :  Balita Tewas Tercebur Kali

KOTA – Kawasan traffic light (lampu lalu lintas) di Lamongan tidak pernah sepi dari anak jalanan (anjal), pengemis, dan pengamen. Meski berkali-kali dirazia, tidak lama muncul kembali. Sehingga mengganggu pengguna jalan. Apalagi mereka sering melakukan tindakan yang meresahkan, seperti melakukan pengeroyokan dan berbuat tidak senonoh.

Untuk mengatasi masalah itu, Satpol PP Lamongan akan menempatkan anggota di setiap traffic light. ‘’Kami akan menempatkan anggota di beberapa traffic light untuk membebaskan dari anak jalanan, pengemis hingga pengamen,’’ kata  Kasi Operasi Dan Pembinaan Satpol PP Lamongan,  Bambang Yustiono senin(22/1).

Menurut dia, ada 30 anggota yang akan ditempatkan di kawasan itu. Selain bertugas mengawasi kawasan pertigaan dan perempatan jalan, mereka juga melakukan patroli pagi hingga sore hari. Terutama di malam minggu, jumlah anjal, pengemis hingga pengamen semakin banyak. ‘’Saya berharap warga di sekitar lokasi agar ikut berperan aktif membantu petugas. Minimal tidak memberikan fasilitas tempat untuk tidur agar tidak menjadikan tongkrongan,’’ bebernya. 

Baca Juga :  Cabup Lamongan, Yuhronur Efendi Sowan Ke Kediaman Guru Masa Kecilnya

Dia menyebut ada empat titik yang sering dijadikan tongkrongan anja, pengemis dan pengamen. Antara lain, di pertigaan Sukodadi, Pucuk, Babat. Kemudian pertigaan atau bundaraan adipura Jalan Lamongrejo. Juga perempatan pojok selatan-timur alun-alun. 

Menurut dia, jumlah mereka semakin banyak bila di sekitar lokasi ada tempat berteduh. Selain itu juga saat ada konser musik di luar kota. Mereka bisa bertahan di lokasi hingga 10 hari. ‘’Selama ini sudah dilakukan operasi. Kemudian diserahkan ke dinas social. Selanjutnya di kirim ke penampungan di Surabaya. Tapi seringkali di kembalikan, karena penampungan sudah penuh,’’ ungkapnya. 

Menurut dia, sebenarnya pengiriman ke penampungan cukup efektif. Karena mereka diberi ketrampilan yang bisa untuk modal bekerja. Namun di Lamongan belum memilikinya. ‘’Diharapkan dinas terkait, masyarakat termasuk polisi ikut melakukan penertiban. Karena mereka sangat mengganggu lalu lintas dan pengguna jalan,’’ tukasnya.

Baca Juga :  Antisipasi Banjir, Gerakkan Setiap Rumah Buat Biopori

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/