alexametrics
28.4 C
Bojonegoro
Thursday, May 26, 2022

Masih Ada Pelaku Usaha Bingung Perizinan Online

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Pelaku usaha menengah, kecil, mikro (UMKM) rerata masih bingung dengan pengajuan perizinan menggunakan Online Single Sumbmission (OSS). Terutama pelaku UMKM sudah berusia tua, pendampingan sudah dilakukan namun belum maksimal.
Asosiasi Pengusaha Makanan Minuman dan Industri Kreatif (APMMIK) Bojonegoro Kristianingsih mengatakan, pelaku usaha belum seluruhnya mengerti tentang pengajuan perizinan melalui OSS. Rerata masih kebingungan dengan sistem online. “Kalau ingin mendaftar pasti berkunjung kepada kami untuk minta dibantu,” katanya kemarin.
Terutama bagi pelaku usaha gagap teknologi dan berusia tua, Kristin mengaku pendampingan sudah diupayakan dinas terkait melalui pelatihan di kecamatan. Namun, peserta hadir tentu terbatas karena sedang pandemi. “Kemungkinan pelaku usaha belum mengerti juga masih banyak,” ungkap dia.
Menurut Kristin, perekonomian sektor UMKM mulai bergeliat, seiring pembatasan sudah diperlonggar. Kondisi tersebut disambut baik oleh pelaku usaha, dengan menambah berbagai produk olahan. “Masuk dalam daftar perizinan, selanjutnya pengakuan brand sebagai hak kekayaan intelektual,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Sarana Prasarana dan Pemberdayaan Industri Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Ahmad Sholeh Fatoni mengatakan, jika pelaku usaha masih kebingungan dengan pengajuan OSS, bisa berkunjung ke dinas terkait. Pihaknya juga bekerja sama dengan komunitas pelaku usaha. “Jika kejauhan menuju kantor dinas bisa meminta bantuan kepada komunitas,” tuturnya.
Juga menjangkau pelaku usaha dengan pendampingan dan pelatihan di setiap kecamatan. Fatoni menjelaskan, prinsipnya OSS mempermudah pelaku usaha mendaftarkan izin produk usahanya. Fasilitas selanjutnya berupa pengakuan produk dengan hak kekayaan intelektual (Haki). (luk)

Baca Juga :  Anindita Aninda, Bayi Kembar Siam Jalani Terapi Blue Light

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Pelaku usaha menengah, kecil, mikro (UMKM) rerata masih bingung dengan pengajuan perizinan menggunakan Online Single Sumbmission (OSS). Terutama pelaku UMKM sudah berusia tua, pendampingan sudah dilakukan namun belum maksimal.
Asosiasi Pengusaha Makanan Minuman dan Industri Kreatif (APMMIK) Bojonegoro Kristianingsih mengatakan, pelaku usaha belum seluruhnya mengerti tentang pengajuan perizinan melalui OSS. Rerata masih kebingungan dengan sistem online. “Kalau ingin mendaftar pasti berkunjung kepada kami untuk minta dibantu,” katanya kemarin.
Terutama bagi pelaku usaha gagap teknologi dan berusia tua, Kristin mengaku pendampingan sudah diupayakan dinas terkait melalui pelatihan di kecamatan. Namun, peserta hadir tentu terbatas karena sedang pandemi. “Kemungkinan pelaku usaha belum mengerti juga masih banyak,” ungkap dia.
Menurut Kristin, perekonomian sektor UMKM mulai bergeliat, seiring pembatasan sudah diperlonggar. Kondisi tersebut disambut baik oleh pelaku usaha, dengan menambah berbagai produk olahan. “Masuk dalam daftar perizinan, selanjutnya pengakuan brand sebagai hak kekayaan intelektual,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Sarana Prasarana dan Pemberdayaan Industri Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Ahmad Sholeh Fatoni mengatakan, jika pelaku usaha masih kebingungan dengan pengajuan OSS, bisa berkunjung ke dinas terkait. Pihaknya juga bekerja sama dengan komunitas pelaku usaha. “Jika kejauhan menuju kantor dinas bisa meminta bantuan kepada komunitas,” tuturnya.
Juga menjangkau pelaku usaha dengan pendampingan dan pelatihan di setiap kecamatan. Fatoni menjelaskan, prinsipnya OSS mempermudah pelaku usaha mendaftarkan izin produk usahanya. Fasilitas selanjutnya berupa pengakuan produk dengan hak kekayaan intelektual (Haki). (luk)

Baca Juga :  DPRD Bojonegoro Gelar FGD Dua Raperda Inisiatif

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/