alexametrics
27 C
Bojonegoro
Sunday, May 22, 2022

Keinginan Membaca Meningkat

NITA Adivia memiliki waktu luang di sela pembelajaran daring. Dia memanfaatkan waktu tersebut untuk berselancar di media sosial.
Bersama temannya, Nita membuat project suara aksa. Kegiatannya di antaranya, bedah buku dan sharing kepenulisan. Dia ingin mengajak pembaca untuk tetap suka dengan literasi dan  produktif dalam menghasilkan karya.
Nita mengaku pembelajaran daring cukup membosankan. Alasannya, kegiatannya monoton, hanya mendengarkan pemaparan dari dosen. Kondisi itu berbeda bila ada kelas. Nita merasa bisa berdiskusi dan menghasilkan banyak ide kreatif.
‘’Kalau daring ini kadang mengantuk karena fokusnya di layar terus,” ujar mahasiswi jurusan managemen ITB AD Lamongan itu.
Nita mengatakan, awalnya dirinya iseng, pengalamannya membaca novel Tere Liye, diceritakan ulang di akunnya. Respons pembaca sangat baik. Dia lalu membuat sesi tanya jawab dan membuka peluang kritik yang membangun.
‘’Sekarang waktu saya sedikit bermanfaat sebab keinginan membaca dan mengetahui banyak hal terjadi peningkatan karena banyaknya pertanyaan,’’ tutur perempuan kelahiran Lamongan, 31 Desember 2000 tersebut.
Selama ini, Nita selalu menyisihkan sedikit uangnya untuk membeli bacaan novel sebagai koleksinya. Dia tidak menarget untuk selalu membeli novel. Alasannya, bahan bacaan itu bisa dibaca dari perpustakaan daerah. Kadang dia juga membaca dari aplikasi online.

Baca Juga :  Rindu Jelajah Malam

NITA Adivia memiliki waktu luang di sela pembelajaran daring. Dia memanfaatkan waktu tersebut untuk berselancar di media sosial.
Bersama temannya, Nita membuat project suara aksa. Kegiatannya di antaranya, bedah buku dan sharing kepenulisan. Dia ingin mengajak pembaca untuk tetap suka dengan literasi dan  produktif dalam menghasilkan karya.
Nita mengaku pembelajaran daring cukup membosankan. Alasannya, kegiatannya monoton, hanya mendengarkan pemaparan dari dosen. Kondisi itu berbeda bila ada kelas. Nita merasa bisa berdiskusi dan menghasilkan banyak ide kreatif.
‘’Kalau daring ini kadang mengantuk karena fokusnya di layar terus,” ujar mahasiswi jurusan managemen ITB AD Lamongan itu.
Nita mengatakan, awalnya dirinya iseng, pengalamannya membaca novel Tere Liye, diceritakan ulang di akunnya. Respons pembaca sangat baik. Dia lalu membuat sesi tanya jawab dan membuka peluang kritik yang membangun.
‘’Sekarang waktu saya sedikit bermanfaat sebab keinginan membaca dan mengetahui banyak hal terjadi peningkatan karena banyaknya pertanyaan,’’ tutur perempuan kelahiran Lamongan, 31 Desember 2000 tersebut.
Selama ini, Nita selalu menyisihkan sedikit uangnya untuk membeli bacaan novel sebagai koleksinya. Dia tidak menarget untuk selalu membeli novel. Alasannya, bahan bacaan itu bisa dibaca dari perpustakaan daerah. Kadang dia juga membaca dari aplikasi online.

Baca Juga :  Waspada Kemacetan di Perbatasan Lamongan-Gresik

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Dari Dangdut ke Salawat

Mampu Berbuah Lebih Cepat

Anak Desa Harus Semangat Kuliah


/