alexametrics
29.7 C
Bojonegoro
Sunday, May 22, 2022

Curah Hujan Tinggi, Tujuh Titik Tanggul Jebol

Radar Lamongan – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamongan mendata tujuh tanggul jebol akibat curah hujan yang tinggi beberapa hari terakhir. ‘’Sudah kita tutup menggunakan 70 lember gedeg, 3 ribu sak berisi pasir, dan 15 terpal,’’ tutur Kasi Tanggap Darurat BPBD Lamongan Muslimin kepada Jawa Pos Radar Lamongan kemarin (21/12).

Tiga titik jebol di antaranya tanggul aliran irigasi di Desa Gampangsejati, Kecamatan Turi. Panjangnya, 5 meter (m). Tiga titik lainnya di Kecamatan Modo. Yakni, Desa Sidomulyo (6 m), Desa Sambungrejo (8 m), dan Desa Kedungrejo (25 m).

Satu titik lagi, tanggul jebol di Desa Pomahanjanggan, Kecamatan Turi seluas 15 m. Muslimin memastikan air dari kali tidak sampai merendam pemukiman warga. ‘’Merendam persawahan yang ada di sekitarnya,’’ tutur Muslimin saat dikonfirmasi via ponsel.

Baca Juga :  Paripurna Penyampaian Nota Penjelasan Atas Raperda Perubahan APBD 2020

Sementara itu, air di sejumlah titik kali dan waduk meluber. Di antaranya di Desa Jatidrojog, Gunungrejo, dan Sidodadi, Kecamatan Kedungpring. Menurut Muslimin, luberan air tersebut hanya merendam areal persawahan. ‘’Dari data sementara, ratusan hektare persawahan teredam air,’’ ujarnya.

Muslimin menjelaskan, curah hujan yang cukup tinggi dipengaruhi fenomena La Nina. Intensitas hujan datang lebih awal dan lebih lebat 40 persen dibanding kondisi normal. ‘’Jadi musim penghujan ini diperkirakan lebih lama, karena adanya fenomena La Nina,’’ katanya.

Radar Lamongan – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamongan mendata tujuh tanggul jebol akibat curah hujan yang tinggi beberapa hari terakhir. ‘’Sudah kita tutup menggunakan 70 lember gedeg, 3 ribu sak berisi pasir, dan 15 terpal,’’ tutur Kasi Tanggap Darurat BPBD Lamongan Muslimin kepada Jawa Pos Radar Lamongan kemarin (21/12).

Tiga titik jebol di antaranya tanggul aliran irigasi di Desa Gampangsejati, Kecamatan Turi. Panjangnya, 5 meter (m). Tiga titik lainnya di Kecamatan Modo. Yakni, Desa Sidomulyo (6 m), Desa Sambungrejo (8 m), dan Desa Kedungrejo (25 m).

Satu titik lagi, tanggul jebol di Desa Pomahanjanggan, Kecamatan Turi seluas 15 m. Muslimin memastikan air dari kali tidak sampai merendam pemukiman warga. ‘’Merendam persawahan yang ada di sekitarnya,’’ tutur Muslimin saat dikonfirmasi via ponsel.

Baca Juga :  Hari Ketiga Baru Yakin Jadi, Sempat Diprediksi Tak Dapat Kursi

Sementara itu, air di sejumlah titik kali dan waduk meluber. Di antaranya di Desa Jatidrojog, Gunungrejo, dan Sidodadi, Kecamatan Kedungpring. Menurut Muslimin, luberan air tersebut hanya merendam areal persawahan. ‘’Dari data sementara, ratusan hektare persawahan teredam air,’’ ujarnya.

Muslimin menjelaskan, curah hujan yang cukup tinggi dipengaruhi fenomena La Nina. Intensitas hujan datang lebih awal dan lebih lebat 40 persen dibanding kondisi normal. ‘’Jadi musim penghujan ini diperkirakan lebih lama, karena adanya fenomena La Nina,’’ katanya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Dari Dangdut ke Salawat

Mampu Berbuah Lebih Cepat

Anak Desa Harus Semangat Kuliah


/