alexametrics
27.6 C
Bojonegoro
Tuesday, May 24, 2022

Sidak Pasar, Harga Naik tapi Tak Signifikan

KOTA – Peningkatan kebutuhan bahan pokok menghadapi natal, tahun baru, dan musim liburan di Lamongan mendapat perhatian serius. Dipimpin Bupati Fadeli, seluruh anggota forum komunikasi pimpinan daerah (forkompimda) secara lengkap turun ke lapangan melakukan sidak Kamis (21/12).

Yakni Kapolres, AKBP Feby D.P. Hutagalung; Dandim 0812 Letkol Arh Sukma Yudha Wibawa; Kajari Diah Yuliastuti; Ketua DPRD, Kaharudin, Wabup Kartika Hidayati, dan Sekkab Yuhronur Efendi.

Sidak dilakukan di Pasar Sidoharjo, pangkalan elpiji, hingga gudang bulog. ‘’Sidak ini untuk memastikan ketersediaan bahan pokok,’’ kata Kepala Dinas Persindustrian dan perdagangan Lamongan M. Zamroni.

Bupati Fadeli membenarkan adanya kenaikan harga. Ditemukan beberapa komoditi yang harganya naik karena permintaan meningkat.

Baca Juga :  Bojonegoro Lancar, Lamongan Internet Sempat Trouble 

Namun kondisi stok barang dipastikan aman dan terkendali.

“Dari hasil hasil sidak tadi memang ada kenaikan sejumlah barang kebutuhan, namun tidak signifikan. Kami akan memastikan bahwa stok tersedia, “ terangnya.

Dia mengungkapkan, pihaknya dalam sidak kali ini juga melibatkan forkopimda setempat.

Sebab untuk memastikan ketersediaan stok bahan pokok dan harga komiditas saat menjelang tutup tahun ini.

Saat operasi berlangsung, Bupati Fadeli tampak berdiskusi dengan sejumlah pedagang, terutama pedagang kebutuhan rumah tangga, seperti telur, cabai dan beras.

“Juga sudah mulai secara rutin dilaksanakan operasi pasar dengan komoditi beras, gula dan minyak goreng, “ ungkap Fadeli.

Sementara itu, data yang dihimpun tim Pemkab Lamongan, harga kebutuhan yang naik diantaranya beras premium.

Baca Juga :  Polisi Ikutan Pantau Harga Sembako

Minggu lalu dijual Rp 9 ribu per kilogram (kg) dan minggu ini menjadi Rp 11 ribu hingga Rp 12 ribu per kg.

Kemudian cabai rawit naik dari Rp 20 ribu menjadi Rp 30 ribu per kg. Dan telur ayam dari Rp 22.500 per kg menjadi Rp 25 ribu per kg.

Sedangkan kuota elpiji untuk Lamongan hingga akhir tahun 1.149.200 tabung atau 47.833 tabung per hari.

Pertamina sudah melakukan antisipasi kelangkaan dengan menyiapkan 20 SPBU di Lamongan untuk melayani pembelian elpiji 3 kg dan tetap melakukan droping di hari libur.

KOTA – Peningkatan kebutuhan bahan pokok menghadapi natal, tahun baru, dan musim liburan di Lamongan mendapat perhatian serius. Dipimpin Bupati Fadeli, seluruh anggota forum komunikasi pimpinan daerah (forkompimda) secara lengkap turun ke lapangan melakukan sidak Kamis (21/12).

Yakni Kapolres, AKBP Feby D.P. Hutagalung; Dandim 0812 Letkol Arh Sukma Yudha Wibawa; Kajari Diah Yuliastuti; Ketua DPRD, Kaharudin, Wabup Kartika Hidayati, dan Sekkab Yuhronur Efendi.

Sidak dilakukan di Pasar Sidoharjo, pangkalan elpiji, hingga gudang bulog. ‘’Sidak ini untuk memastikan ketersediaan bahan pokok,’’ kata Kepala Dinas Persindustrian dan perdagangan Lamongan M. Zamroni.

Bupati Fadeli membenarkan adanya kenaikan harga. Ditemukan beberapa komoditi yang harganya naik karena permintaan meningkat.

Baca Juga :  Dipicu Keterlambatan, Proyek Jadi Atensi

Namun kondisi stok barang dipastikan aman dan terkendali.

“Dari hasil hasil sidak tadi memang ada kenaikan sejumlah barang kebutuhan, namun tidak signifikan. Kami akan memastikan bahwa stok tersedia, “ terangnya.

Dia mengungkapkan, pihaknya dalam sidak kali ini juga melibatkan forkopimda setempat.

Sebab untuk memastikan ketersediaan stok bahan pokok dan harga komiditas saat menjelang tutup tahun ini.

Saat operasi berlangsung, Bupati Fadeli tampak berdiskusi dengan sejumlah pedagang, terutama pedagang kebutuhan rumah tangga, seperti telur, cabai dan beras.

“Juga sudah mulai secara rutin dilaksanakan operasi pasar dengan komoditi beras, gula dan minyak goreng, “ ungkap Fadeli.

Sementara itu, data yang dihimpun tim Pemkab Lamongan, harga kebutuhan yang naik diantaranya beras premium.

Baca Juga :  Bojonegoro Lancar, Lamongan Internet Sempat Trouble 

Minggu lalu dijual Rp 9 ribu per kilogram (kg) dan minggu ini menjadi Rp 11 ribu hingga Rp 12 ribu per kg.

Kemudian cabai rawit naik dari Rp 20 ribu menjadi Rp 30 ribu per kg. Dan telur ayam dari Rp 22.500 per kg menjadi Rp 25 ribu per kg.

Sedangkan kuota elpiji untuk Lamongan hingga akhir tahun 1.149.200 tabung atau 47.833 tabung per hari.

Pertamina sudah melakukan antisipasi kelangkaan dengan menyiapkan 20 SPBU di Lamongan untuk melayani pembelian elpiji 3 kg dan tetap melakukan droping di hari libur.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/