alexametrics
31.2 C
Bojonegoro
Monday, May 23, 2022

Diakui Tingkat Provinsi

LAMONGAN, Radar Lamongan – Inovasi pelayanan publik di Lamongan mendapat apresiasi di tingkat Provinsi Jawa Timur. Lewat inovasi pengelolaan sampah terpadu, Samtaku (Sampahku Tanggung Jawabku), Pemkab Kota Soto tersebut meraih Anugerah Top 30 Kovablik (Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik) Provinsi Jawa Timur 2021. Penghargaan tersebut diserahkan Men PAN-RB, Tjahjo Kumolo kepada Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi di Surabaya Jumat (19/11).  
Menurut Bupati Yes – panggilan akrab Bupati Yuhronur Efendi -, tempat pengelolaan sampah terpadu (TPST) Samtaku memberi dampak ekonomi secara langsung maupun tidak langsung pada masyarakat. Dampak secara langsung, dirasakan para pekerja pemilah sampah. Sedangkan dampak tidak langsung dapat dirasakan para pemulung maupun pengumpul sampah.
“Banyak manfaat yang dapat dirasakan masyarakat dari adanya Samtaku ini. Sampah yang awalnya tidak memiliki nilai guna sama sekali, bahkan menjadi limbah, kini bisa menjadi sesuatu yang bernilai ekonomis. Hasil olahannya bisa didaur ulang menjadi botol, papan, kaos, bahkan pupuk kompos yang saat ini sudah diproduksi dan hasilnya 100 Ton per tahun. Untuk sementara masih diberikan gratis kepada masyarakat,” ungkap Pak Yes.
Selain manfaat secara finansial, lanjut dia, adanya Samtaku juga membantu pengolahan limbah di Lamongan. Sampah yang masuk pada TPA Tambakrigadung yang awalnya 50-60 Ton per hari, bisa berkurang menjadi 6-10 Ton per hari (hanya residu). Penanganannya juga meningkat menjadi 77,5 Persen dari yang sebelumnya yang hanya 45,5 Persen. ‘’Hal itu diikuti dengan pengurangan sampah dari 8,9 Persen menjadi 22,5 Persen,’’ terangnya.
Pak Yes berharap, penghargaan yang diterima secara langsung dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Men PAN-RB) RI di Grand City Surabaya itu dapat terus dikembangkan dan memberi dampak serta manfaat besar bagi masyarakat Lamongan. Bila perlu bisa dibangun di wilayah Lamongan utara dan selatan juga.
“Samtaku ini inovasi yang luar biasa, pengolahan sampah dengan skema kemitraan yang menggunakan teknologi berstandar internasional (verra). Inovasi ini harus dikembangkan dan terus diperbaiki, serta tidak boleh berhenti sampai di sini. Semoga kedepannya Samtaku dapat mengubah limbah menjadi berkah dan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tambah Pak Yes.

Baca Juga :  Utamakan Track Menikung Dulu

LAMONGAN, Radar Lamongan – Inovasi pelayanan publik di Lamongan mendapat apresiasi di tingkat Provinsi Jawa Timur. Lewat inovasi pengelolaan sampah terpadu, Samtaku (Sampahku Tanggung Jawabku), Pemkab Kota Soto tersebut meraih Anugerah Top 30 Kovablik (Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik) Provinsi Jawa Timur 2021. Penghargaan tersebut diserahkan Men PAN-RB, Tjahjo Kumolo kepada Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi di Surabaya Jumat (19/11).  
Menurut Bupati Yes – panggilan akrab Bupati Yuhronur Efendi -, tempat pengelolaan sampah terpadu (TPST) Samtaku memberi dampak ekonomi secara langsung maupun tidak langsung pada masyarakat. Dampak secara langsung, dirasakan para pekerja pemilah sampah. Sedangkan dampak tidak langsung dapat dirasakan para pemulung maupun pengumpul sampah.
“Banyak manfaat yang dapat dirasakan masyarakat dari adanya Samtaku ini. Sampah yang awalnya tidak memiliki nilai guna sama sekali, bahkan menjadi limbah, kini bisa menjadi sesuatu yang bernilai ekonomis. Hasil olahannya bisa didaur ulang menjadi botol, papan, kaos, bahkan pupuk kompos yang saat ini sudah diproduksi dan hasilnya 100 Ton per tahun. Untuk sementara masih diberikan gratis kepada masyarakat,” ungkap Pak Yes.
Selain manfaat secara finansial, lanjut dia, adanya Samtaku juga membantu pengolahan limbah di Lamongan. Sampah yang masuk pada TPA Tambakrigadung yang awalnya 50-60 Ton per hari, bisa berkurang menjadi 6-10 Ton per hari (hanya residu). Penanganannya juga meningkat menjadi 77,5 Persen dari yang sebelumnya yang hanya 45,5 Persen. ‘’Hal itu diikuti dengan pengurangan sampah dari 8,9 Persen menjadi 22,5 Persen,’’ terangnya.
Pak Yes berharap, penghargaan yang diterima secara langsung dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Men PAN-RB) RI di Grand City Surabaya itu dapat terus dikembangkan dan memberi dampak serta manfaat besar bagi masyarakat Lamongan. Bila perlu bisa dibangun di wilayah Lamongan utara dan selatan juga.
“Samtaku ini inovasi yang luar biasa, pengolahan sampah dengan skema kemitraan yang menggunakan teknologi berstandar internasional (verra). Inovasi ini harus dikembangkan dan terus diperbaiki, serta tidak boleh berhenti sampai di sini. Semoga kedepannya Samtaku dapat mengubah limbah menjadi berkah dan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tambah Pak Yes.

Baca Juga :  Utamakan Track Menikung Dulu

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/