alexametrics
27.2 C
Bojonegoro
Tuesday, May 24, 2022

Sugeng Hari Anggoro Mengaku Tak Kenal HR 

BOJONEGORO – Pemeriksaan para saksi pada kasus pencatutan nama Kapolres yang dilakukan oleh pria berinisial HR masih terus diselidiki data-datanya. HR diduga datang bersama lima orang Bojonegoro yang terdiri dari Kades Plesungan, Kades Wedi, Kades Prayungan, dan dua anggota Komisi A DPRD Bojonegoro. 

Sehingga, kelima orang tersebut dipanggil sebagai saksi untuk memberikan keterangan terkait hubungannya dengan HR. Sebelumnya, tiga kades tersebut sudah diperiksa akhir bulan lalu, sementara Ketua Komisi A DPRD Bojonegoro, Sugeng Hari Anggora baru diperiksa kemarin (21/11) dan Wakil Ketua Komisi A DPRD Bojonegoro, Anam Warsito, akan diperiksa hari ini.

Ketua Komisi A DPRD Bojonegoro, Sugeng Hari Anggoro usai diperiksa oleh tim penyidik Satreskrim Polres Bojonegoro mengungkapkan, bahwa dia mendatangi Polres Bojonegoro sesuai dengan bunyi surat pemanggilan terkait kasus dugaan pencemaran nama baik Kapolres Bojonegoro. 

Dia mengatakan diperiksa mulai pukul 09.00 dan dicecar 40 pertanyaan selama 4,5 jam oleh penyidik. “Saya datang pukul 09.00, hampir 40 pertanyaan yang saya jawab, salah satunya tentang apakah saya kenal dengan HR,” tegasnya. 

Saat diperiksa, dia mengungkapkan, telah memberikan keterangan apa adanya bahwa dia sama sekali tidak kenal dengan HR. “Saya nggak paham sama sekali siapa itu HR, jadi saya tidak ada ikatan apapun dengan HR,” tuturnya.

Baca Juga :  SMPN 1 PADANGAN LANGGANAN PRESTASI

Dia juga membantah datang  bersamaan dnegan HR ketika mendatangi Universitas Negeri Semarang (Unnes) bersama empat orang Bojonegoro. Dia mengaku berangkat menggunakan kereta api ke Semarang. “Saya berangkat naik kereta kok dan tiba-tiba HR sudah ada di parkiran stasiun,” ujarnya. 

Sementara itu, ketika ditanya seputar jadwal pemeriksaan Wakil Ketua Komisi A DPRD Bojonegoro, Anam Warsito, dia mengatakan yang bersangkutan masih ada agenda di Sukoharjo. “Besok (hari ini) mungkin diperiksa (Anam Warsito), sebab menyesuaikan jadwalnya, hari ini (kemarin) dia masih ada agenda di Sukoharjo,” jelasnya. 

Adapun Anam Warsito saat dihubungi melalui sambungan seluler. Dia mengatakan bahwa sama sekali tidak ada indikasi untuk mangkir. “Saya menyayangkan pemberitaan yang sudah mencuat, seolah-olah saya dan Ketua Komisi A dipanggil oleh Polres tidak mau datang, padahal di undangan tertera memang jadwal saya dipanggil Rabu dan pak Sugeng hari Selasa,” tuturnya. Jadi, kata dia, belum pernah mendapat panggilan lain selain undangan pada Selasa dan Rabu. 

Baca Juga :  Nur Sujito Rangkap Plt Kadisdik

Dirinya siap untuk hadir pemeriksaan sebagai saksi kasus dugaan pencemaran nama baik Kapolres Bojonegoro. “Saya pasti hadir, posisinya saya juga sudah sampai di Bojonegoro usai ada agenda di Sukoharjo,” ujarnya. Namun, imbuh dia, kedatangannya di Polres Bojonegoro kemungkinan usai rapat paripurna.

“Sepertinya saya akan menyelesaikan rapat paripurna dulu besok (hari ini), kemungkinan di atas jam 12 saya pasti hadir dan siap diperiksa sebagai saksi,” terangnya. Dia pun belum mau berkomentar adakah hubungan dengan HR. “Itu saya tidak tahu, tinggal besoklah, itu kan materi pemeriksaan penyidik, jadi tim penyidik saja yang menyampaikan kepada media” tuturnya.

Kasubbag Humas Polres Bojonegoro, AKP Mashadi menerangkan, pemeriksaan tersebut guna mengungkap identitas HR. Sebab, pencatutan nama Kapolres tersebut termasuk pencemaran nama baik.

Sebab, Kapolres tidak pernah menginstruksikan siapapun untuk melakukan lobi kepada pihak Unnes Semarang dengan membawa nama-nama calon perangkat desa yang ingin diloloskan. “Kami mengumpulkan seluruh informasi dan data seputar hubungan para saksi dengan HR yang mengaku sebagai utusan Kapolres Bojonegoro,” terangnya.

BOJONEGORO – Pemeriksaan para saksi pada kasus pencatutan nama Kapolres yang dilakukan oleh pria berinisial HR masih terus diselidiki data-datanya. HR diduga datang bersama lima orang Bojonegoro yang terdiri dari Kades Plesungan, Kades Wedi, Kades Prayungan, dan dua anggota Komisi A DPRD Bojonegoro. 

Sehingga, kelima orang tersebut dipanggil sebagai saksi untuk memberikan keterangan terkait hubungannya dengan HR. Sebelumnya, tiga kades tersebut sudah diperiksa akhir bulan lalu, sementara Ketua Komisi A DPRD Bojonegoro, Sugeng Hari Anggora baru diperiksa kemarin (21/11) dan Wakil Ketua Komisi A DPRD Bojonegoro, Anam Warsito, akan diperiksa hari ini.

Ketua Komisi A DPRD Bojonegoro, Sugeng Hari Anggoro usai diperiksa oleh tim penyidik Satreskrim Polres Bojonegoro mengungkapkan, bahwa dia mendatangi Polres Bojonegoro sesuai dengan bunyi surat pemanggilan terkait kasus dugaan pencemaran nama baik Kapolres Bojonegoro. 

Dia mengatakan diperiksa mulai pukul 09.00 dan dicecar 40 pertanyaan selama 4,5 jam oleh penyidik. “Saya datang pukul 09.00, hampir 40 pertanyaan yang saya jawab, salah satunya tentang apakah saya kenal dengan HR,” tegasnya. 

Saat diperiksa, dia mengungkapkan, telah memberikan keterangan apa adanya bahwa dia sama sekali tidak kenal dengan HR. “Saya nggak paham sama sekali siapa itu HR, jadi saya tidak ada ikatan apapun dengan HR,” tuturnya.

Baca Juga :  Guru SMK Jalani Sidang Perdana

Dia juga membantah datang  bersamaan dnegan HR ketika mendatangi Universitas Negeri Semarang (Unnes) bersama empat orang Bojonegoro. Dia mengaku berangkat menggunakan kereta api ke Semarang. “Saya berangkat naik kereta kok dan tiba-tiba HR sudah ada di parkiran stasiun,” ujarnya. 

Sementara itu, ketika ditanya seputar jadwal pemeriksaan Wakil Ketua Komisi A DPRD Bojonegoro, Anam Warsito, dia mengatakan yang bersangkutan masih ada agenda di Sukoharjo. “Besok (hari ini) mungkin diperiksa (Anam Warsito), sebab menyesuaikan jadwalnya, hari ini (kemarin) dia masih ada agenda di Sukoharjo,” jelasnya. 

Adapun Anam Warsito saat dihubungi melalui sambungan seluler. Dia mengatakan bahwa sama sekali tidak ada indikasi untuk mangkir. “Saya menyayangkan pemberitaan yang sudah mencuat, seolah-olah saya dan Ketua Komisi A dipanggil oleh Polres tidak mau datang, padahal di undangan tertera memang jadwal saya dipanggil Rabu dan pak Sugeng hari Selasa,” tuturnya. Jadi, kata dia, belum pernah mendapat panggilan lain selain undangan pada Selasa dan Rabu. 

Baca Juga :  Pilih ke Pantai Saja

Dirinya siap untuk hadir pemeriksaan sebagai saksi kasus dugaan pencemaran nama baik Kapolres Bojonegoro. “Saya pasti hadir, posisinya saya juga sudah sampai di Bojonegoro usai ada agenda di Sukoharjo,” ujarnya. Namun, imbuh dia, kedatangannya di Polres Bojonegoro kemungkinan usai rapat paripurna.

“Sepertinya saya akan menyelesaikan rapat paripurna dulu besok (hari ini), kemungkinan di atas jam 12 saya pasti hadir dan siap diperiksa sebagai saksi,” terangnya. Dia pun belum mau berkomentar adakah hubungan dengan HR. “Itu saya tidak tahu, tinggal besoklah, itu kan materi pemeriksaan penyidik, jadi tim penyidik saja yang menyampaikan kepada media” tuturnya.

Kasubbag Humas Polres Bojonegoro, AKP Mashadi menerangkan, pemeriksaan tersebut guna mengungkap identitas HR. Sebab, pencatutan nama Kapolres tersebut termasuk pencemaran nama baik.

Sebab, Kapolres tidak pernah menginstruksikan siapapun untuk melakukan lobi kepada pihak Unnes Semarang dengan membawa nama-nama calon perangkat desa yang ingin diloloskan. “Kami mengumpulkan seluruh informasi dan data seputar hubungan para saksi dengan HR yang mengaku sebagai utusan Kapolres Bojonegoro,” terangnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/