alexametrics
26 C
Bojonegoro
Thursday, May 26, 2022

Tidak Ada Persiapan Khusus dalam Pelaksanaan ANBK

Radar Lamongan – Pelaksanaan asesmen nasional berbasis komputer (ANBK) di level SMK berakhir kemarin (21/9). ANBK dilaksanakan semionline seperti saat ujian nasional. Kepala SMKN 1 Lamongan Adhim menjelaskan, ANBK diselenggarakan oleh setiap lembaga sesuai arahan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

Pelaksanaannya dua hari. Materi yang diujikan bagi siswa, literasi, numerasi, survei karakter, dan survei lingkungan belajar. Sedangkan bagi guru hanya survei lingkungan belajar. Asesmen itu diberlakukan untuk memastikan situasi pembelajaran di sekolah sesuai dengan ketentuan yang dimaksud.

Menurut Adhim, ANBK di lembaganya diikuti 45 siswa dengan lima cadangan. Mereka yang tidak hadir bisa langsung diisi cadangan. Namun, dia memastikan selama dua hari pelaksanaan siswa yang mengikuti bisa hadir di seluruh rangkaian tes.

Baca Juga :  KKM MI Lamongan Juga All-out Ikuti Try Out

Adhim menambahkan, menghadapi pelaksanaan ANBK, tidak ada persiapan khusus. “Sebenarnya ada simulasi, tapi semua jawaban siswa murni sesuai dengan pengetahuannya,” jelasnya. Menurut dia, ANBK siswa dilaksanakan semionline.

Pelaksanaannya nyaris tanpa kendala karena siswa sudah terbiasa. Sedangkan asesmen guru dilakukan full online. Mereka bisa memanfaatkan ponsel masing-masing. Sesuai arahan kementrian, asesmen guru hanya sehari. Kepala SMKN 2 Lamongan Matekur menuturkan, pelaksanaan ANBK berjalan lancar.

Hasilnya langsung dievaluasi kementrian sebagai tolok ukur sistem pendidikan di suatu lembaga. Selain itu, sebagai evaluasi pemenuhan hak-hak siswa dalam pembelajaran. Peserta yang mengikuti tes tidak boleh dilakukan persiapan khusus.

“Jawaban siswa nanti sebagai bahan evaluasi pusat untuk menentukan mutu pendidikan lembaga terkait,” tuturnya. Sementara itu, Kepala SMAN 2 Lamongan Muki mengatakan, AN jenjang SMA dilaksanakan 27 – 31 September. Pelaksanaannya digilir dan jadwalnya menunggu pusat. “Nanti ada AN untuk guru dan tenaga kependidikan juga, sehingga jadwalnya tidak bersamaan,” katanya. 

Baca Juga :  Vaksinasi Jadi Penentu Kasus Turun Level

Radar Lamongan – Pelaksanaan asesmen nasional berbasis komputer (ANBK) di level SMK berakhir kemarin (21/9). ANBK dilaksanakan semionline seperti saat ujian nasional. Kepala SMKN 1 Lamongan Adhim menjelaskan, ANBK diselenggarakan oleh setiap lembaga sesuai arahan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

Pelaksanaannya dua hari. Materi yang diujikan bagi siswa, literasi, numerasi, survei karakter, dan survei lingkungan belajar. Sedangkan bagi guru hanya survei lingkungan belajar. Asesmen itu diberlakukan untuk memastikan situasi pembelajaran di sekolah sesuai dengan ketentuan yang dimaksud.

Menurut Adhim, ANBK di lembaganya diikuti 45 siswa dengan lima cadangan. Mereka yang tidak hadir bisa langsung diisi cadangan. Namun, dia memastikan selama dua hari pelaksanaan siswa yang mengikuti bisa hadir di seluruh rangkaian tes.

Baca Juga :  Belum Lantik Perangkat, Bupati Tegur Kades

Adhim menambahkan, menghadapi pelaksanaan ANBK, tidak ada persiapan khusus. “Sebenarnya ada simulasi, tapi semua jawaban siswa murni sesuai dengan pengetahuannya,” jelasnya. Menurut dia, ANBK siswa dilaksanakan semionline.

Pelaksanaannya nyaris tanpa kendala karena siswa sudah terbiasa. Sedangkan asesmen guru dilakukan full online. Mereka bisa memanfaatkan ponsel masing-masing. Sesuai arahan kementrian, asesmen guru hanya sehari. Kepala SMKN 2 Lamongan Matekur menuturkan, pelaksanaan ANBK berjalan lancar.

Hasilnya langsung dievaluasi kementrian sebagai tolok ukur sistem pendidikan di suatu lembaga. Selain itu, sebagai evaluasi pemenuhan hak-hak siswa dalam pembelajaran. Peserta yang mengikuti tes tidak boleh dilakukan persiapan khusus.

“Jawaban siswa nanti sebagai bahan evaluasi pusat untuk menentukan mutu pendidikan lembaga terkait,” tuturnya. Sementara itu, Kepala SMAN 2 Lamongan Muki mengatakan, AN jenjang SMA dilaksanakan 27 – 31 September. Pelaksanaannya digilir dan jadwalnya menunggu pusat. “Nanti ada AN untuk guru dan tenaga kependidikan juga, sehingga jadwalnya tidak bersamaan,” katanya. 

Baca Juga :  Penggantian Tanaman Vertical Garden Dianggarkan Rp 200 Juta

Artikel Terkait

Most Read

Bisa Mengingat Masa Lalu

Gapura Dipasang Slogan Baru

Tak Masuk Terminal, Bus Ditilang 

Artikel Terbaru


/