alexametrics
24.9 C
Bojonegoro
Monday, May 23, 2022

Identitas Siswa ANBK Masih Bisa Berubah

Radar Bojonegoro – Persiapan siswa SD dan SMP menghadapi asesmen nasional berbasis komputer (ANBK) harus lebih matang. Hingga kini nama-nama siswa akan mengikuti ANBK belum dipastikan. Sebab, data siswa yang muncul dalam simulasi masih bisa berubah.

Rencananya, ANBK jenjang SMP rencananya digelar 4-7Oktober,sedangkan SD pada 8-11 November. Kepala SMPN 1 Padangan Rasmadi mengatakan, sesuai arahan pusat tidak ada persiapan khusus menghadapi ANBK.

Hanya menjalani simulasi dan geladi bersih ANBK. Termasuk materi pengenalan lingkungan sekolah menghadapi asesmen. Rencananya, ANBK diikuti 45 siswa kelas VIII secara acak. Nama-nama siswa tersebut sudah diketahui dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) saat simulasi beberapa waktu lalu.

Terkait kesiapan sarana dan prasarana, Rasmadi mengaku di sekolahnya sudah tersedia, karena pernah menggelar UNBK. Menurut dia, ANBK wajar dan perlu digelar, karena setiap kegiatan belajar mengajar perlu evaluasi dan asesmen. Sehingga bisa menentukan kebijakan selanjutnya.

Baca Juga :  PPKM, Penumpang KA Lamongan Masih Minim

Kabid Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan (Disdik) Bojonegoro Suyanto mengatakan, ANBK jenjang SMP digelar Oktober. Sedangkan untuk jenjang SD pada November. “Untuk tanggalnya kami belum tahu,” ungkapnya.

Sebelum digelar ANBK, menurut Suyanto, terlebih dahulu siswa dipersiapkan melalui try out, simulasi ANBK. Sehingga diketahui instrumen ANBK, juga kesiapan siswa dan sekolah. Hasilnya dianalisa untuk mengetahui kekurangan. “Persiapan masih panjang,” terangnya.

Menurut Suyanto siswa yang akan mengikuti ANBK jenjang SMP adalah kelas VIII, sedangkan jenjang SD kelas lima. Namun hingga kini data siswa menjadi sampel belum ada kepastian. “Masih ada kemungkinan berubah-ubah,” jelasnya. (Irv)

Radar Bojonegoro – Persiapan siswa SD dan SMP menghadapi asesmen nasional berbasis komputer (ANBK) harus lebih matang. Hingga kini nama-nama siswa akan mengikuti ANBK belum dipastikan. Sebab, data siswa yang muncul dalam simulasi masih bisa berubah.

Rencananya, ANBK jenjang SMP rencananya digelar 4-7Oktober,sedangkan SD pada 8-11 November. Kepala SMPN 1 Padangan Rasmadi mengatakan, sesuai arahan pusat tidak ada persiapan khusus menghadapi ANBK.

Hanya menjalani simulasi dan geladi bersih ANBK. Termasuk materi pengenalan lingkungan sekolah menghadapi asesmen. Rencananya, ANBK diikuti 45 siswa kelas VIII secara acak. Nama-nama siswa tersebut sudah diketahui dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) saat simulasi beberapa waktu lalu.

Terkait kesiapan sarana dan prasarana, Rasmadi mengaku di sekolahnya sudah tersedia, karena pernah menggelar UNBK. Menurut dia, ANBK wajar dan perlu digelar, karena setiap kegiatan belajar mengajar perlu evaluasi dan asesmen. Sehingga bisa menentukan kebijakan selanjutnya.

Baca Juga :  Empat Atlet Junior Lamongan Borong Enam Medali

Kabid Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan (Disdik) Bojonegoro Suyanto mengatakan, ANBK jenjang SMP digelar Oktober. Sedangkan untuk jenjang SD pada November. “Untuk tanggalnya kami belum tahu,” ungkapnya.

Sebelum digelar ANBK, menurut Suyanto, terlebih dahulu siswa dipersiapkan melalui try out, simulasi ANBK. Sehingga diketahui instrumen ANBK, juga kesiapan siswa dan sekolah. Hasilnya dianalisa untuk mengetahui kekurangan. “Persiapan masih panjang,” terangnya.

Menurut Suyanto siswa yang akan mengikuti ANBK jenjang SMP adalah kelas VIII, sedangkan jenjang SD kelas lima. Namun hingga kini data siswa menjadi sampel belum ada kepastian. “Masih ada kemungkinan berubah-ubah,” jelasnya. (Irv)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Dari Dangdut ke Salawat

Mampu Berbuah Lebih Cepat

Anak Desa Harus Semangat Kuliah


/