alexametrics
29.7 C
Bojonegoro
Wednesday, August 10, 2022

PJU Terpasang, Jalanan Khayangan Api Kini Tak Gelap Lagi

Radar Bojonegoro – Tahapan waktu proyek pemasangan lampu penerangan jalan umum (PJU) 3.600 titik harus tepat. Sebab, pemasangan lampu PJU mengikuti penyelesaian proyek peningkatan jalan cor.

Rerata PJU dipasang di jalan cor yang kini masih dikerjakan. Hingga saat ini pengerjaan masih berjalan sekitar 60 persen. Dari 3.600 titik, setiap unit lampu PJU yang terpasang tetap didominasi aliran listrik konven sional dari PLN. Sedangkan, listrik tenaga surya hanya digunakan di titik-titik belum teraliri listrik PLN.

“Contohnya seperti di jalan arah ke Kahyangan Api itu pakai tenaga surya. Dan beberapa titik kawasan hutan juga pakai tenaga surya. Sisanya tetap didominasi listrik konvensional dari PLN,” kata Kepala Bidang (Kabid) Pertamanan, Pemakaman, dan PJU Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya (PKPCK) Bojonegoro Fitra Malabuana.

Baca Juga :  Jajanan Kedaluwarsa Rawan Beredar

Adapun jenis lampu dibeli oleh dinas PKPCK melalui e-katalog ialah lampu light emitting diode (LED) 90 watt. Fitra menjelaskan, bahwa lampu LED dengan daya 90 watt setara dengan lampu biasa daya 250 watt. Cahaya lampunya lebih terang dan lebih hemat energi.

Lalu, terkait pemasangannya, tiap lampu PJU itu akan dipasang dengan jarak 40-50 meter. Tinggi tiang sekitar 7 meter. Jadwal pemasangan lampu PJU menyesuaikan proyek peningkatan jalan cor. Ada yang dipasangkan setelah jalan cor rampung, ada juga yang dikerjakan secara simultan atau bersamaan.

“Saat ini, kami masih menunggu tiang-tiang PJU yang akan segera didatangkan oleh para rekanan,” tuturnya. Sementara itu, acuan pema sangan lampu PJU sudah diatur dalam Permenhub Nomor PM 27 Tahun 2018 tentang Alat Penerangan Jalan. Sehingga, spesifikasi lampu PJU, tiang, serta pemasangan, hingga pemeliharannya sudah di dalam permenhub tersebut.

Baca Juga :  Jadi Percontohan Se-Indonesia

Radar Bojonegoro – Tahapan waktu proyek pemasangan lampu penerangan jalan umum (PJU) 3.600 titik harus tepat. Sebab, pemasangan lampu PJU mengikuti penyelesaian proyek peningkatan jalan cor.

Rerata PJU dipasang di jalan cor yang kini masih dikerjakan. Hingga saat ini pengerjaan masih berjalan sekitar 60 persen. Dari 3.600 titik, setiap unit lampu PJU yang terpasang tetap didominasi aliran listrik konven sional dari PLN. Sedangkan, listrik tenaga surya hanya digunakan di titik-titik belum teraliri listrik PLN.

“Contohnya seperti di jalan arah ke Kahyangan Api itu pakai tenaga surya. Dan beberapa titik kawasan hutan juga pakai tenaga surya. Sisanya tetap didominasi listrik konvensional dari PLN,” kata Kepala Bidang (Kabid) Pertamanan, Pemakaman, dan PJU Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya (PKPCK) Bojonegoro Fitra Malabuana.

Baca Juga :  Ada yang Sebulan Rp 8 Juta, Tren Perempuan Tertarik Driver

Adapun jenis lampu dibeli oleh dinas PKPCK melalui e-katalog ialah lampu light emitting diode (LED) 90 watt. Fitra menjelaskan, bahwa lampu LED dengan daya 90 watt setara dengan lampu biasa daya 250 watt. Cahaya lampunya lebih terang dan lebih hemat energi.

Lalu, terkait pemasangannya, tiap lampu PJU itu akan dipasang dengan jarak 40-50 meter. Tinggi tiang sekitar 7 meter. Jadwal pemasangan lampu PJU menyesuaikan proyek peningkatan jalan cor. Ada yang dipasangkan setelah jalan cor rampung, ada juga yang dikerjakan secara simultan atau bersamaan.

“Saat ini, kami masih menunggu tiang-tiang PJU yang akan segera didatangkan oleh para rekanan,” tuturnya. Sementara itu, acuan pema sangan lampu PJU sudah diatur dalam Permenhub Nomor PM 27 Tahun 2018 tentang Alat Penerangan Jalan. Sehingga, spesifikasi lampu PJU, tiang, serta pemasangan, hingga pemeliharannya sudah di dalam permenhub tersebut.

Baca Juga :  Jajanan Kedaluwarsa Rawan Beredar

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/