alexametrics
24.5 C
Bojonegoro
Sunday, June 26, 2022

Disidangkan Pekan Depan

LAMONGAN, Radar Lamongan – Kasus dugaan kredit fiktif Rp 1,5 miliar di BRI Unit Mantup segera disidangkan di Pengadilan Tipikor Surabaya. Sebab, Kejaksaan Negeri (Kejari) Lamongan telah mengirimkan berkas dengan dengan tersangka Arief Tyarachman, mantan mantri BRI Unit Mantup.

”Minggu ini sudah kita serahkan berkasnya ke Pengadilan Tipikor Surabaya,” tutur Kasi Pidsus Kejari Lamongan, Yugo Susandi, kepada Jawa Pos Radar Lamongan, kemarin (21/9). 

Menurut dia, sidang perdana dijadwalkan minggu depan. Yugo memastikan tersangka terancam pelanggaran pasal 2 jo pasal 64 KUHAP UU Nomor 31 Tahun 1999. Juga, pasal 3 jo pasal 64 KUHAP UU 31 Tahun 1999. Serta, pasal 8 UU Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

Baca Juga :  Khawatirkan Pembatasan 50 Persen Pengunjung Tempat Wisata

‘’Ancamannya di atas 5 tahun penjara,’’ ujarnya.

Seperti diberitakan, Arief Tyarachman bekerja di BRI sejak 2011. Dia diangkat menjadi mantri sejak 2016. Arief juga pernah ditunjuk menjadi Pj kepala BRI Unit Mantup.

Dia yang mengetahui password aplikasi Brispot, mengentri data nasabah yang telah lunas dan pernah mengajukan kredit namun ditolak. Mereka diajukan kredit lagi tanpa sepengetahuan dari seluruh nasabah.

‘’Nasabanya yang fiktif ada 38 nasabah yang dilakukan antara tahun 2018 – tahun 2019 awal. Ada beberapa nama yang diulang-ulang,’’ tutur Yugo. 

Dengan memanfaatkan aplikasi di PC komputer kepala BRI Unit Mantup, tersangka asal Desa Bedahan, Kecamatan Babat, itu berhasil mengalirkan Rp 1,5 miliar ke rekeningnya. 

Baca Juga :  Diduga Palsukan AJB Tanah, Kunardi Dituntut 3 Tahun

‘’Kami telah melakukan penyidikan sejak 25 Juni 2019 berdasarkan surat perintah penyidikan nomor 01/0.5.35/FD.1/06/2019,’’ kata Yugo. 

Penyidik telah memeriksa sepuluh orang sebagai saksi. Selain kepala BRI Unit Mantup beserta jajarannya, juga debitur yang namanya dipergunakan kredit fiktif. Serta, auditor dari internal BRI.

LAMONGAN, Radar Lamongan – Kasus dugaan kredit fiktif Rp 1,5 miliar di BRI Unit Mantup segera disidangkan di Pengadilan Tipikor Surabaya. Sebab, Kejaksaan Negeri (Kejari) Lamongan telah mengirimkan berkas dengan dengan tersangka Arief Tyarachman, mantan mantri BRI Unit Mantup.

”Minggu ini sudah kita serahkan berkasnya ke Pengadilan Tipikor Surabaya,” tutur Kasi Pidsus Kejari Lamongan, Yugo Susandi, kepada Jawa Pos Radar Lamongan, kemarin (21/9). 

Menurut dia, sidang perdana dijadwalkan minggu depan. Yugo memastikan tersangka terancam pelanggaran pasal 2 jo pasal 64 KUHAP UU Nomor 31 Tahun 1999. Juga, pasal 3 jo pasal 64 KUHAP UU 31 Tahun 1999. Serta, pasal 8 UU Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

Baca Juga :  Bantuan Sosial untuk Eks Napiter

‘’Ancamannya di atas 5 tahun penjara,’’ ujarnya.

Seperti diberitakan, Arief Tyarachman bekerja di BRI sejak 2011. Dia diangkat menjadi mantri sejak 2016. Arief juga pernah ditunjuk menjadi Pj kepala BRI Unit Mantup.

Dia yang mengetahui password aplikasi Brispot, mengentri data nasabah yang telah lunas dan pernah mengajukan kredit namun ditolak. Mereka diajukan kredit lagi tanpa sepengetahuan dari seluruh nasabah.

‘’Nasabanya yang fiktif ada 38 nasabah yang dilakukan antara tahun 2018 – tahun 2019 awal. Ada beberapa nama yang diulang-ulang,’’ tutur Yugo. 

Dengan memanfaatkan aplikasi di PC komputer kepala BRI Unit Mantup, tersangka asal Desa Bedahan, Kecamatan Babat, itu berhasil mengalirkan Rp 1,5 miliar ke rekeningnya. 

Baca Juga :  Kinerja Pemkab Lamongan Naik Peringkat

‘’Kami telah melakukan penyidikan sejak 25 Juni 2019 berdasarkan surat perintah penyidikan nomor 01/0.5.35/FD.1/06/2019,’’ kata Yugo. 

Penyidik telah memeriksa sepuluh orang sebagai saksi. Selain kepala BRI Unit Mantup beserta jajarannya, juga debitur yang namanya dipergunakan kredit fiktif. Serta, auditor dari internal BRI.

Artikel Terkait

Most Read

Antre Pembagian Zakat

Minta Bupati Lobi Pusat

Artikel Terbaru


/