alexametrics
24 C
Bojonegoro
Monday, June 27, 2022

Pendidikan Tetap Utama

Yang muda yang berkarya. Itulah prinsip hidup yang ditanamkan oleh Lina Ardiyanti sekarang.

Dara kelahiran 08 Desember 1997 itu punya segudang kegiatan yang mampu meningkatan skill-nya dalam bermasyarakat.

Dia sangat bangga bisa membuat sebuah karya berupa esai dengan judul ‘Kepemimpinan Berkarakter dan Idealis dari Mahasiswa Untuk Indonesia 2030’.

’’Dari esai tersebut, saya memeroleh juara harapan 1 lomba esai (umum) di UIN Sunan Ampel Surabaya,” ujar mahasiswi Unugiri jurusan pendidikan bahasa Inggris itu.

Lina, sapaan akrabnya, memang memiliki hobi menulis. Karena itu, tak heran dia mampu menelurkan sebuah esai yang lugas dan khas pemuda.

Sebab, bagi dia, pemuda harus ambil bagian apabila ingin menciptakan sebuah perubahan.

Baca Juga :  Ajak Perempuan Menyukai Fotografi

’’Banyak pemuda baik di masa sekarang, namun banyak dari mereka juga yang apatis melihat kebobrokan yang terjadi,” kata dia.

Jadi, seharusnya para pemuda yang baik harus ikut memperbaiki kebobrokan yang kerap terjadi di negeri ini. Minimal kota kelahirannya sendiri, Bojonegoro.

Perempuan asal Kecamatan Balen, Bojonegoro, itu memiliki pengalaman organisasi sebagai Aktivis Peneleh angkatan ke III dan BEM (badan eksekutif mahasiswa) di kampusnya.

Bagi dia, Peneleh itu bukan hanya sebuah organisasi, melainkan beasiswa yang diberikan kepada mereka yang aktif dalam kegiatan sosial di masing-masing daerahnya.

’’Dan bisa bergabung di Aktivis Peneleh itu juga karena di kampus aktif di organisasi BEM Unugiri,” terangnya.

Baca Juga :  Mengenal Masper, Selebgram Khas Bahasa Jawa Asal Cepu

Lina merasa memiliki banyak keuntungan ketika menjadi seorang aktivis. Berawal dari panggilan moral dan bisa dijadikan sebagai investasi untuk masa depan.

’’Menjadi aktivis mampu belajar kepemimpinan, mahir berbicara di depan umum, kerja sama, kepercayaan diri, mengorganisasi rapat, menganalisa perilaku orang di sekitar dan banyak lagi,” terangnya.

Meski begitu, Lina pun tidak ingin lupa dan lengah atas kewajiban untuk menjalankan amanah dari orang tua untuk kuliah dengan baik. 

’’Jangan sampai dengan adanya kegiatan organisasi/ sosial di luar kampus, menghalangi untuk mancapai prestasi akademis,” tutupnya.

Yang muda yang berkarya. Itulah prinsip hidup yang ditanamkan oleh Lina Ardiyanti sekarang.

Dara kelahiran 08 Desember 1997 itu punya segudang kegiatan yang mampu meningkatan skill-nya dalam bermasyarakat.

Dia sangat bangga bisa membuat sebuah karya berupa esai dengan judul ‘Kepemimpinan Berkarakter dan Idealis dari Mahasiswa Untuk Indonesia 2030’.

’’Dari esai tersebut, saya memeroleh juara harapan 1 lomba esai (umum) di UIN Sunan Ampel Surabaya,” ujar mahasiswi Unugiri jurusan pendidikan bahasa Inggris itu.

Lina, sapaan akrabnya, memang memiliki hobi menulis. Karena itu, tak heran dia mampu menelurkan sebuah esai yang lugas dan khas pemuda.

Sebab, bagi dia, pemuda harus ambil bagian apabila ingin menciptakan sebuah perubahan.

Baca Juga :  Belajar Bersyukur dari Profesi

’’Banyak pemuda baik di masa sekarang, namun banyak dari mereka juga yang apatis melihat kebobrokan yang terjadi,” kata dia.

Jadi, seharusnya para pemuda yang baik harus ikut memperbaiki kebobrokan yang kerap terjadi di negeri ini. Minimal kota kelahirannya sendiri, Bojonegoro.

Perempuan asal Kecamatan Balen, Bojonegoro, itu memiliki pengalaman organisasi sebagai Aktivis Peneleh angkatan ke III dan BEM (badan eksekutif mahasiswa) di kampusnya.

Bagi dia, Peneleh itu bukan hanya sebuah organisasi, melainkan beasiswa yang diberikan kepada mereka yang aktif dalam kegiatan sosial di masing-masing daerahnya.

’’Dan bisa bergabung di Aktivis Peneleh itu juga karena di kampus aktif di organisasi BEM Unugiri,” terangnya.

Baca Juga :  Rela Bekerja demi Kuliah

Lina merasa memiliki banyak keuntungan ketika menjadi seorang aktivis. Berawal dari panggilan moral dan bisa dijadikan sebagai investasi untuk masa depan.

’’Menjadi aktivis mampu belajar kepemimpinan, mahir berbicara di depan umum, kerja sama, kepercayaan diri, mengorganisasi rapat, menganalisa perilaku orang di sekitar dan banyak lagi,” terangnya.

Meski begitu, Lina pun tidak ingin lupa dan lengah atas kewajiban untuk menjalankan amanah dari orang tua untuk kuliah dengan baik. 

’’Jangan sampai dengan adanya kegiatan organisasi/ sosial di luar kampus, menghalangi untuk mancapai prestasi akademis,” tutupnya.

Artikel Terkait

Most Read

Sarjana Harus Bisa Berbisnis

Butuh Jawaban Nalar Tinggi

Tak Kunjung Diperbaiki

Artikel Terbaru


/