alexametrics
23.9 C
Bojonegoro
Sunday, June 26, 2022

Harus Berani Tampil

Dinda Izzah Hamdany, 21, mengakui kalau dirinya merupakan sosok yang pemalu. Ketika ditunjuk untuk tampil di depan publik, dia merasa minder dan kurang percaya diri.

Ditunjuk menjadi staf adminis Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RSNU) Tuban dua tahun yang lalu mengubah hidupnya 180 derajat. 

Dengan bekerja di pelayanan publik, kini alumni D1 Politeknik Negeri Semarang (Polines) itu jadi lebih berani.

Dara yang tinggal di Perum Bukit Karang itu mengakui kalau berani tampil di depan publik bagi pemalu membutuhkan latihan dalam waktu yang lama.

‘’Bisa tampil di depan umum itu penting, makanya saya terus melatih sejak lulus SMK,’’ tutur alumni SMKN 2 Tuban itu.

Baca Juga :  Berpandangan Secara Hukum

Dara yang akrab disapa Dinda itu menghilangkan rasa malunya dengan mengikuti latihan dance dan menjadi penyiar salah satu radio di Tuban.

Setelah terbiasa berhadapan dengan orang banyak, Dinda mulai mendaftar menjadi staf pendaftaran rawat inap di salah satu rumah sakit terbaik di Tuban itu.

‘’Sekarang jadi semakin terbiasa berhadapan dengan orang,’’ kata dia.

Dinda mengatakan, dilahirkan menjadi pemalu merupakan hal wajar. Namun, jika membiarkan rasa malu itu terus-menerus ada, itu adalah kesalahan besar.

‘’Jadi pemalu tidak akan bisa maju,’’ ucap dara yang juga hobi merias itu.

Dinda Izzah Hamdany, 21, mengakui kalau dirinya merupakan sosok yang pemalu. Ketika ditunjuk untuk tampil di depan publik, dia merasa minder dan kurang percaya diri.

Ditunjuk menjadi staf adminis Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RSNU) Tuban dua tahun yang lalu mengubah hidupnya 180 derajat. 

Dengan bekerja di pelayanan publik, kini alumni D1 Politeknik Negeri Semarang (Polines) itu jadi lebih berani.

Dara yang tinggal di Perum Bukit Karang itu mengakui kalau berani tampil di depan publik bagi pemalu membutuhkan latihan dalam waktu yang lama.

‘’Bisa tampil di depan umum itu penting, makanya saya terus melatih sejak lulus SMK,’’ tutur alumni SMKN 2 Tuban itu.

Baca Juga :  SKK Migas Pastikan Gunakan Aturan Baru Untuk PI Blok Tuban

Dara yang akrab disapa Dinda itu menghilangkan rasa malunya dengan mengikuti latihan dance dan menjadi penyiar salah satu radio di Tuban.

Setelah terbiasa berhadapan dengan orang banyak, Dinda mulai mendaftar menjadi staf pendaftaran rawat inap di salah satu rumah sakit terbaik di Tuban itu.

‘’Sekarang jadi semakin terbiasa berhadapan dengan orang,’’ kata dia.

Dinda mengatakan, dilahirkan menjadi pemalu merupakan hal wajar. Namun, jika membiarkan rasa malu itu terus-menerus ada, itu adalah kesalahan besar.

‘’Jadi pemalu tidak akan bisa maju,’’ ucap dara yang juga hobi merias itu.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/