alexametrics
29.8 C
Bojonegoro
Sunday, August 14, 2022

”Garong” Sembilan Showroom 

- Advertisement -

TUBAN – Kasus penipuan dengan korban berjamaah terjadi di Tuban. Kali ini pelakunya pria berinisial SMR alias Azam.

Pria yang dikenal sebagai pemilik salah satu toko jam di sebuah supermarket di Tuban itu diduga menipu sejumlah showroom mobil. Kini, pria tersebut diduga kabur bersama istri dan anaknya.

Hendro, ketua Paguyuban Jual Beli Mobil Bekas (PJBM) membenarkan banyak showroom yang jadi korban SMR, termasuk dirinya.

Hendro membeberkan, modus pelaku adalah membeli mobil bekas di showroom. Awalnya, SMR mengaku mobil tersebut untuk keperluan pribadi.

‘’Setiap beli (mobil bekas) selalu membawa uang muka dalam jumlah besar,’’ tutur dia.

- Advertisement -

Ketika baru bayar cicilan separo, SMR meminta buku pemilikan kendaraan bermotor (BPKB) kepada pemilik showroom.

Alasannya, dia ingin menjual dan ganti mobil yang baru. Karena kedekatan SMR dengan pemilik showroom, BPKB diberikan.

Baca Juga :  Akuwan Ajukan Pensiun dari PNS

Ternyata mobil yang masih dalam masa kredit itu dijual ke kota lain. ‘’Modus yang sama dilakukan berulang kali ke showroom yang berbeda,’’ terang dia kemarin (21/9).

Pemilik showroom Simpang Dua Mobil itu mengatakan, sementara sembilan pemilik showroom yang menjadi korban penipuan tersebut. Nominalnya pun beragam. Kisaran Rp 100-300 juta. 

Hendro menaksir kerugian sejumlah korban jika diakumulasikan lebih dari Rp 1 miliar. Pria berkumis itu menambahkan, SMR sudah lama melakukan aksi kejahatan dengan modus yang sama.

Namun, beberapa pemilik showroom memilih diam dengan harapan uangnya bisa kembali dengan cara kekeluargaan.

Bahkan, Hendro tak segan menyebutkan, hampir semua anggota paguyubannya pernah menjadi korban penipuan orang yang sama. ‘’Semua pemilik showroom selalu terbujuk rayuan manis (pelaku),’’ tambah dia.

Baca Juga :  Pos Padangan Atensi, 21 Mobil Ditindak Putar Balik

Dikonfirmasi terpisah, Udin, owner Almas Motor, korban lain mengeluhkan hal yang sama. Bulan lalu, SMR membeli Mitsubishi Pajero Sport di showroom-nya seharga Rp 360 juta.

Mobil tipe SUV itu dibeli dengan uang muka Rp 60 juta. Dalam perjanjian akan dicicil Rp 150 juta pada September dan Rp 150 juta pada Oktober.

Namun, mendekati deadline pembayaran cicilan kedua, SMR berkelit. Dia bahkan diindikasi kabur dari tanggung jawab dengan menutup toko jam tangannya.

Selain itu, rumahnya di Kelurahan Latsari, Kecamatan Tuban terkunci rapat. Berdasar keterangan tetangga, terduga kasus penipuan itu sudah tidak di rumah.

‘’Saya laporkan ke polisi dan dilacak menggunakan GPS, terakhir diketahui posisi di Tegal, Jawa Tengah,’’ tutur dia.

TUBAN – Kasus penipuan dengan korban berjamaah terjadi di Tuban. Kali ini pelakunya pria berinisial SMR alias Azam.

Pria yang dikenal sebagai pemilik salah satu toko jam di sebuah supermarket di Tuban itu diduga menipu sejumlah showroom mobil. Kini, pria tersebut diduga kabur bersama istri dan anaknya.

Hendro, ketua Paguyuban Jual Beli Mobil Bekas (PJBM) membenarkan banyak showroom yang jadi korban SMR, termasuk dirinya.

Hendro membeberkan, modus pelaku adalah membeli mobil bekas di showroom. Awalnya, SMR mengaku mobil tersebut untuk keperluan pribadi.

‘’Setiap beli (mobil bekas) selalu membawa uang muka dalam jumlah besar,’’ tutur dia.

- Advertisement -

Ketika baru bayar cicilan separo, SMR meminta buku pemilikan kendaraan bermotor (BPKB) kepada pemilik showroom.

Alasannya, dia ingin menjual dan ganti mobil yang baru. Karena kedekatan SMR dengan pemilik showroom, BPKB diberikan.

Baca Juga :  Target Sebulan, Vaksinasi Anak di Lamongan

Ternyata mobil yang masih dalam masa kredit itu dijual ke kota lain. ‘’Modus yang sama dilakukan berulang kali ke showroom yang berbeda,’’ terang dia kemarin (21/9).

Pemilik showroom Simpang Dua Mobil itu mengatakan, sementara sembilan pemilik showroom yang menjadi korban penipuan tersebut. Nominalnya pun beragam. Kisaran Rp 100-300 juta. 

Hendro menaksir kerugian sejumlah korban jika diakumulasikan lebih dari Rp 1 miliar. Pria berkumis itu menambahkan, SMR sudah lama melakukan aksi kejahatan dengan modus yang sama.

Namun, beberapa pemilik showroom memilih diam dengan harapan uangnya bisa kembali dengan cara kekeluargaan.

Bahkan, Hendro tak segan menyebutkan, hampir semua anggota paguyubannya pernah menjadi korban penipuan orang yang sama. ‘’Semua pemilik showroom selalu terbujuk rayuan manis (pelaku),’’ tambah dia.

Baca Juga :  Gelapkan Mobil, Diamankan

Dikonfirmasi terpisah, Udin, owner Almas Motor, korban lain mengeluhkan hal yang sama. Bulan lalu, SMR membeli Mitsubishi Pajero Sport di showroom-nya seharga Rp 360 juta.

Mobil tipe SUV itu dibeli dengan uang muka Rp 60 juta. Dalam perjanjian akan dicicil Rp 150 juta pada September dan Rp 150 juta pada Oktober.

Namun, mendekati deadline pembayaran cicilan kedua, SMR berkelit. Dia bahkan diindikasi kabur dari tanggung jawab dengan menutup toko jam tangannya.

Selain itu, rumahnya di Kelurahan Latsari, Kecamatan Tuban terkunci rapat. Berdasar keterangan tetangga, terduga kasus penipuan itu sudah tidak di rumah.

‘’Saya laporkan ke polisi dan dilacak menggunakan GPS, terakhir diketahui posisi di Tegal, Jawa Tengah,’’ tutur dia.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/