alexametrics
28.6 C
Bojonegoro
Wednesday, August 17, 2022

Bojonegoro Bus Community : Tetap Tidak Benarkan Sopir Bus Ugal-ugalan

- Advertisement -

TERIK panas serasa sudah di ubun-ubun saat mengunjungi Terminal Rajekwesi Bojonegoro. Kepulan asap puluhan bus pun bersahut-sahutan.

Sesekali diikuti suara klakson yang begitu memekakkan telinga.

Ketika berjalan menuju tempat parkir bus yang masih antre menunggu jadwal trayeknya, Jawa Pos Radar Bojonegoro disambut oleh seorang pria muda dengan perawakan ramping mengenakan kaus warna biru tua.

Dia mengajak ke markas besar komunitas para pencinta kendaraan besar beroda enam itu. Markas tersebut berada di pojok bagian selatan Terminal Rajekwesi Bojonegoro.

Pria itu bernama Agitya Kristantoko. Dia mengenalkan nama komunitasnya, yaitu Bojonegoro Bus Community (BBC). Di sebuah markas yang berupa warung kopi itulah rasa persaudaraan mereka terbangun.

- Advertisement -

Mereka solid bersama selama kurang lebih empat tahun. Bukan waktu yang singkat bagi mereka.

Baca Juga :  Pendidikan Rendah, Perceraian Meningkat 

’’Dari yang dulu hobinya memotret bus, lalu kini fokus menjaga silaturahmi dan tali persaudaraan,” ujarnya.

Seluruh anggota dari kalangan pemuda, mereka pun mengenal baik seluruh kru bus dari berbagai perusahaan otobus (PO) di Terminal Rajekwesi Bojonegoro.

BBC lahir dari sebuah hobi yang terlihat remeh, yaitu senang melihat bus-bus keren dan senang ketika menaikinya.

Berawal dari Facebook, Agitya bersama tiga temannya rutin main ke Terminal Rajekwesi Bojonegoro.

Mereka hobi naik bus hanya untuk menikmati kenyamanan bus keluaran terbaru dari berbagai PO.

’’Kami kerap main ke arah barat atau ke timur Bojonegoro untuk sekadar main saja,” ujar pria asal Desa Ngrawan, Kecamatan Dander, Bojonegoro itu. 

Baca Juga :  Perbaikan Perahu Karet, Datangkan Tim dari Malang

Seiring berjalannya waktu, kini anggota aktif BBC sekitar 20 orang. Namun, di grup Blackberry Messenger (BBM), ada 20 orang lebih yang ikut di dalamnya, termasuk kru-kru bus seperti supir, kernet, dan kondektur.

’’Terkadang bos PO juga ikut nimbrung di grup BBM milik BBC,” jelasnya. Kegiatan rutin BBC selain nongkrong bareng di Terminal Rajekwesi Bojonegoro, adalah rutin futsal bareng setiap pekan, tepatnya tiap Rabu.

’’Kita pun konsisten kolektif sesama anggota untuk menghias bus-bus agar lebih cantik, seperti dikasih boneka atau bunga-bunga,” ujarnya.

Selengkapnya baca di Koran Jawa Pos Radar Bojonegoro hari ini….

TERIK panas serasa sudah di ubun-ubun saat mengunjungi Terminal Rajekwesi Bojonegoro. Kepulan asap puluhan bus pun bersahut-sahutan.

Sesekali diikuti suara klakson yang begitu memekakkan telinga.

Ketika berjalan menuju tempat parkir bus yang masih antre menunggu jadwal trayeknya, Jawa Pos Radar Bojonegoro disambut oleh seorang pria muda dengan perawakan ramping mengenakan kaus warna biru tua.

Dia mengajak ke markas besar komunitas para pencinta kendaraan besar beroda enam itu. Markas tersebut berada di pojok bagian selatan Terminal Rajekwesi Bojonegoro.

Pria itu bernama Agitya Kristantoko. Dia mengenalkan nama komunitasnya, yaitu Bojonegoro Bus Community (BBC). Di sebuah markas yang berupa warung kopi itulah rasa persaudaraan mereka terbangun.

- Advertisement -

Mereka solid bersama selama kurang lebih empat tahun. Bukan waktu yang singkat bagi mereka.

Baca Juga :  Endang Yuliawati, Sejak Kecil Ikut Kakeknya Melayani Umat

’’Dari yang dulu hobinya memotret bus, lalu kini fokus menjaga silaturahmi dan tali persaudaraan,” ujarnya.

Seluruh anggota dari kalangan pemuda, mereka pun mengenal baik seluruh kru bus dari berbagai perusahaan otobus (PO) di Terminal Rajekwesi Bojonegoro.

BBC lahir dari sebuah hobi yang terlihat remeh, yaitu senang melihat bus-bus keren dan senang ketika menaikinya.

Berawal dari Facebook, Agitya bersama tiga temannya rutin main ke Terminal Rajekwesi Bojonegoro.

Mereka hobi naik bus hanya untuk menikmati kenyamanan bus keluaran terbaru dari berbagai PO.

’’Kami kerap main ke arah barat atau ke timur Bojonegoro untuk sekadar main saja,” ujar pria asal Desa Ngrawan, Kecamatan Dander, Bojonegoro itu. 

Baca Juga :  Pendidikan Rendah, Perceraian Meningkat 

Seiring berjalannya waktu, kini anggota aktif BBC sekitar 20 orang. Namun, di grup Blackberry Messenger (BBM), ada 20 orang lebih yang ikut di dalamnya, termasuk kru-kru bus seperti supir, kernet, dan kondektur.

’’Terkadang bos PO juga ikut nimbrung di grup BBM milik BBC,” jelasnya. Kegiatan rutin BBC selain nongkrong bareng di Terminal Rajekwesi Bojonegoro, adalah rutin futsal bareng setiap pekan, tepatnya tiap Rabu.

’’Kita pun konsisten kolektif sesama anggota untuk menghias bus-bus agar lebih cantik, seperti dikasih boneka atau bunga-bunga,” ujarnya.

Selengkapnya baca di Koran Jawa Pos Radar Bojonegoro hari ini….

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/