alexametrics
30.3 C
Bojonegoro
Sunday, June 26, 2022

Bantuan Subsidi Upah, Data 30.000 Pekerja Disetor ke Kemenaker

Radar Bojonegoro – Data sebanyak 30.000 pekerja asal Bojonegoro telah disetorkan ke Kementerian Ketenegakerjaan (Kemenaker). BPJS Ketenagakerjaan Bojonegoro memastikan jumlah itu merupakan peserta aktif.

Dan akan diverifikasi ulang Kemenaker untuk penyaluran bantuan subsidi upah (BSU) dijadwalkan cair 25 Agustus mendatang. Kepala BPJS Ketenagakerjaan atau BPJamsostek Cabang Bojonegoro Dolik Yulianto menga takan, sebanyak 30.000 peserta aktif tersebut berasal dari 1.000 perusahaan di Bojonegoro.

Perusahaan-perusahaan tersebut sebelumnya telah menyetorkan data berupa nomor rekening peserta aktif atau karyawan swasta yang upahnya di bawah Rp 5 juta. “Jadi nanti penyalurannya ditransfer ke nomor rekening masing-masing peserta,” tuturnya.

Besaran nominal BSU Rp 600 ribu per bulan selama empat bulan. Namun, penyalurannya dibuat dua tahap. Jadi bulan Agustus ini akan disalurkan Rp 1,2 juta. Serta September sebesar Rp 1,2 juta. Acuan penyaluran BSU ialah Permenaker Nomor 14 Tahun 2020 tentang Pedoman Pemberian Bantuan Pemerintah Berupa Subsidi Gaji/Upah Bagi Pekerja/ Buruh dalam Penanganan Dampak Covid-19.

Baca Juga :  Bermasalah, Pemkab Copot Direktur Hotel GDK

BSU tersebut digunakan sebagai upaya pemulihan ekonomi nasional. Terkait verifikasi data, Dolik menyatakan, wewenangnya hanya memberikan data ke Kemenaker. Sehingga, dia tidak bisa memastikan apalagi menjanjikan semua data yang dikirim akan mendapatkan BSU.

“Kemenaker tentunya ingin penyaluran BSU tepat sasaran. Tidak tumpang tindih. Karena sebelum BSU juga sudah ada beberapa penyaluran bantuan sosial bagi yang terdampak Covid-19,” terangnya.

Salah satu karyawan swasta asal Desa/Kecamatan Sumberrejo Rizal Hari mengatakan, cukup berharap bisa mendapatkan BSU tersebut. Dia mengaku sudah menyetorkan data nomor rekening guna penyaluran BSU sejak awal Agustus lalu. “Lumayan kalau dapat BSU tersebut, semoga lolos verifikasi,” katanya.

Radar Bojonegoro – Data sebanyak 30.000 pekerja asal Bojonegoro telah disetorkan ke Kementerian Ketenegakerjaan (Kemenaker). BPJS Ketenagakerjaan Bojonegoro memastikan jumlah itu merupakan peserta aktif.

Dan akan diverifikasi ulang Kemenaker untuk penyaluran bantuan subsidi upah (BSU) dijadwalkan cair 25 Agustus mendatang. Kepala BPJS Ketenagakerjaan atau BPJamsostek Cabang Bojonegoro Dolik Yulianto menga takan, sebanyak 30.000 peserta aktif tersebut berasal dari 1.000 perusahaan di Bojonegoro.

Perusahaan-perusahaan tersebut sebelumnya telah menyetorkan data berupa nomor rekening peserta aktif atau karyawan swasta yang upahnya di bawah Rp 5 juta. “Jadi nanti penyalurannya ditransfer ke nomor rekening masing-masing peserta,” tuturnya.

Besaran nominal BSU Rp 600 ribu per bulan selama empat bulan. Namun, penyalurannya dibuat dua tahap. Jadi bulan Agustus ini akan disalurkan Rp 1,2 juta. Serta September sebesar Rp 1,2 juta. Acuan penyaluran BSU ialah Permenaker Nomor 14 Tahun 2020 tentang Pedoman Pemberian Bantuan Pemerintah Berupa Subsidi Gaji/Upah Bagi Pekerja/ Buruh dalam Penanganan Dampak Covid-19.

Baca Juga :  Pasar Buah Sepi, Outlet Buah di Jalan Raya Justru Bertebaran

BSU tersebut digunakan sebagai upaya pemulihan ekonomi nasional. Terkait verifikasi data, Dolik menyatakan, wewenangnya hanya memberikan data ke Kemenaker. Sehingga, dia tidak bisa memastikan apalagi menjanjikan semua data yang dikirim akan mendapatkan BSU.

“Kemenaker tentunya ingin penyaluran BSU tepat sasaran. Tidak tumpang tindih. Karena sebelum BSU juga sudah ada beberapa penyaluran bantuan sosial bagi yang terdampak Covid-19,” terangnya.

Salah satu karyawan swasta asal Desa/Kecamatan Sumberrejo Rizal Hari mengatakan, cukup berharap bisa mendapatkan BSU tersebut. Dia mengaku sudah menyetorkan data nomor rekening guna penyaluran BSU sejak awal Agustus lalu. “Lumayan kalau dapat BSU tersebut, semoga lolos verifikasi,” katanya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/