alexametrics
25.2 C
Bojonegoro
Sunday, August 14, 2022

Cintai Budaya Sendiri

- Advertisement -

Salah satu kekayaan Indonesia adalah keragaman budayanya. Itu yang menjadikan dokter Ernawati menekankan pada dirinya dan keluarga agar memahami warisan budaya tersebut. Termasuk mengenal dan menerapkan nilai positifnya dalam kehidupan sehari-hati. Sebagai orang Jawa, Erna, sapaan akrabnya selalu mengingatkan pentingnya menggunakan bahasa krama Inggil untuk orang yang lebih tua.

Wanita yang tinggal di Kelurahan Latsari, Kecamatan Tuban ini mengatakan, saat ini banyak orang yang lupa identitasnya. Itu ditunjukkan dari banyaknya orang yang lebih fasih berbahasa Inggris, namun tidak bisa berbahasa daerah. Padahal, bahasa daerah mempunyai nilai kesopanan yang jarang dimiliki  bahasa lainnya. ‘’Banyak orang bisa bahasa Jawa, tapi jarang yang bisa krama inggil, ini jangan sampai punah,’’ tegasnya.

Baca Juga :  CPNS Dokter Mengundurkan Diri

Dokter yang praktik di Watu Gajah Regency Semanding ini mengatakan, minimnya penguasaan bahasa krama inggil cukup dimaklumi. Sebab, sebagian besar instansi saat ini sudah tidak ada lagi yang mempraktikkan bahasa Jawa halus tersebut. Bahasa krama inggil hanya diajarkan saat pendidikan di sekolah saja. ‘’Di sekolah pun jam pelajaran bahasa Jawa sangat terbatas,’’ tutur dia. 

Karena itu, agar warisan bangsa tersebut tidak punah harus dimulai dari diri sendiri dan lingkungan terkecil. Seperti di keluarga dan tetangga rumah. ‘’Akan jadi nilai plus jika kita menguasai bahasa daerah plus bahasa internasional,’’ tambah dokter jebolan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini.

Salah satu kekayaan Indonesia adalah keragaman budayanya. Itu yang menjadikan dokter Ernawati menekankan pada dirinya dan keluarga agar memahami warisan budaya tersebut. Termasuk mengenal dan menerapkan nilai positifnya dalam kehidupan sehari-hati. Sebagai orang Jawa, Erna, sapaan akrabnya selalu mengingatkan pentingnya menggunakan bahasa krama Inggil untuk orang yang lebih tua.

Wanita yang tinggal di Kelurahan Latsari, Kecamatan Tuban ini mengatakan, saat ini banyak orang yang lupa identitasnya. Itu ditunjukkan dari banyaknya orang yang lebih fasih berbahasa Inggris, namun tidak bisa berbahasa daerah. Padahal, bahasa daerah mempunyai nilai kesopanan yang jarang dimiliki  bahasa lainnya. ‘’Banyak orang bisa bahasa Jawa, tapi jarang yang bisa krama inggil, ini jangan sampai punah,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Kekurangan Dokter Spesialis

Dokter yang praktik di Watu Gajah Regency Semanding ini mengatakan, minimnya penguasaan bahasa krama inggil cukup dimaklumi. Sebab, sebagian besar instansi saat ini sudah tidak ada lagi yang mempraktikkan bahasa Jawa halus tersebut. Bahasa krama inggil hanya diajarkan saat pendidikan di sekolah saja. ‘’Di sekolah pun jam pelajaran bahasa Jawa sangat terbatas,’’ tutur dia. 

Karena itu, agar warisan bangsa tersebut tidak punah harus dimulai dari diri sendiri dan lingkungan terkecil. Seperti di keluarga dan tetangga rumah. ‘’Akan jadi nilai plus jika kita menguasai bahasa daerah plus bahasa internasional,’’ tambah dokter jebolan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/