alexametrics
27.2 C
Bojonegoro
Tuesday, May 24, 2022

Lagi, Keluhkan Polusi TPA Sampah 

KOTA – Banyak kasus lingkungan yang belum terselesaikan. Salah satunya, kasus polusi udara dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tambakrigadung. TPA itu semakin dikeluhkan warga karena pencemarannya.

‘’Kalau juri Adipura mendatangi desa-desa sekitar TPA Tambakrigadung, pasti akan lain hasilnya untuk Lamongan,’’ kata Yanto, warga Desa Tambakrigadung, kemarin (21/8).

Menurut dia, bau busuk sangat menyengat dari TPA sampah tersebut tercium setiap hari. Polusi udara itu terutama muncul habis maghrib hingga subuh. ‘’Puncaknya terutama malam hari, sekitar pukul 20.00 hingga subuh. Pada jam – jam itu warga sekitar TPA dengan radius sekitar 2 kilometer dipastikan selalu tercekik bau busuk,’’ klaimnya. 

Dia menuturkan, TPA sampah tersebut juga menimbulkan pencemaran air. ‘’Air lindi yang keluar dari TPA menyebar ke lahan-lahan pertanian di sekitarnya yang merupakan milik warga. Akibatnya, lahan pertanian yang sebelumnya subur, saat ini menjadi sulit ditanami. Sehingga warga semakin banyak yang dirugikan,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Bioskop Tetap Tayang dengan Keterbatasan

Dikonfirmasi terpisah, Ketua Komisi D DPRD Lamongan, Ali Makhfudl, mengaku sangat prihatin terhadap pengelolaan sampah di Lamongan. Selain keberadaan TPA yang meresahkan warga sekitar, saat ini juga semakin marak munculnya tempat pembuangan sampah liar di pinggir-pinggir jalan. ‘’Bisa dikatakan Lamongan sudah darurat sampah dan pemkab harus segera mengambil tindakan konkrit sebelum masalah sampah menjadi bom waktu,’’ katanya.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Lamongan, M. Wahyudi ketika dikonfirmasi terkait masalah krusial itu hanya menjawab singkat. ‘’Iya Mas, biar menjadi perhatian dan ditangani yang baik,’’ jawabnya.

KOTA – Banyak kasus lingkungan yang belum terselesaikan. Salah satunya, kasus polusi udara dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tambakrigadung. TPA itu semakin dikeluhkan warga karena pencemarannya.

‘’Kalau juri Adipura mendatangi desa-desa sekitar TPA Tambakrigadung, pasti akan lain hasilnya untuk Lamongan,’’ kata Yanto, warga Desa Tambakrigadung, kemarin (21/8).

Menurut dia, bau busuk sangat menyengat dari TPA sampah tersebut tercium setiap hari. Polusi udara itu terutama muncul habis maghrib hingga subuh. ‘’Puncaknya terutama malam hari, sekitar pukul 20.00 hingga subuh. Pada jam – jam itu warga sekitar TPA dengan radius sekitar 2 kilometer dipastikan selalu tercekik bau busuk,’’ klaimnya. 

Dia menuturkan, TPA sampah tersebut juga menimbulkan pencemaran air. ‘’Air lindi yang keluar dari TPA menyebar ke lahan-lahan pertanian di sekitarnya yang merupakan milik warga. Akibatnya, lahan pertanian yang sebelumnya subur, saat ini menjadi sulit ditanami. Sehingga warga semakin banyak yang dirugikan,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Miliki Dua Unit CT Scan, MRI, dan Microscope Neurosurgery

Dikonfirmasi terpisah, Ketua Komisi D DPRD Lamongan, Ali Makhfudl, mengaku sangat prihatin terhadap pengelolaan sampah di Lamongan. Selain keberadaan TPA yang meresahkan warga sekitar, saat ini juga semakin marak munculnya tempat pembuangan sampah liar di pinggir-pinggir jalan. ‘’Bisa dikatakan Lamongan sudah darurat sampah dan pemkab harus segera mengambil tindakan konkrit sebelum masalah sampah menjadi bom waktu,’’ katanya.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Lamongan, M. Wahyudi ketika dikonfirmasi terkait masalah krusial itu hanya menjawab singkat. ‘’Iya Mas, biar menjadi perhatian dan ditangani yang baik,’’ jawabnya.

Artikel Terkait

Most Read

Kelelahan Ekstrem Picu Kematian KPPS

Ngabuburit dengan Mendongeng

Artikel Terbaru


/