30.3 C
Bojonegoro
Saturday, March 25, 2023

Lagi, Keluhkan Polusi TPA Sampah 

- Advertisement -

KOTA – Banyak kasus lingkungan yang belum terselesaikan. Salah satunya, kasus polusi udara dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tambakrigadung. TPA itu semakin dikeluhkan warga karena pencemarannya.

‘’Kalau juri Adipura mendatangi desa-desa sekitar TPA Tambakrigadung, pasti akan lain hasilnya untuk Lamongan,’’ kata Yanto, warga Desa Tambakrigadung, kemarin (21/8).

Menurut dia, bau busuk sangat menyengat dari TPA sampah tersebut tercium setiap hari. Polusi udara itu terutama muncul habis maghrib hingga subuh. ‘’Puncaknya terutama malam hari, sekitar pukul 20.00 hingga subuh. Pada jam – jam itu warga sekitar TPA dengan radius sekitar 2 kilometer dipastikan selalu tercekik bau busuk,’’ klaimnya. 

Dia menuturkan, TPA sampah tersebut juga menimbulkan pencemaran air. ‘’Air lindi yang keluar dari TPA menyebar ke lahan-lahan pertanian di sekitarnya yang merupakan milik warga. Akibatnya, lahan pertanian yang sebelumnya subur, saat ini menjadi sulit ditanami. Sehingga warga semakin banyak yang dirugikan,’’ ujarnya.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua Komisi D DPRD Lamongan, Ali Makhfudl, mengaku sangat prihatin terhadap pengelolaan sampah di Lamongan. Selain keberadaan TPA yang meresahkan warga sekitar, saat ini juga semakin marak munculnya tempat pembuangan sampah liar di pinggir-pinggir jalan. ‘’Bisa dikatakan Lamongan sudah darurat sampah dan pemkab harus segera mengambil tindakan konkrit sebelum masalah sampah menjadi bom waktu,’’ katanya.

- Advertisement -

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Lamongan, M. Wahyudi ketika dikonfirmasi terkait masalah krusial itu hanya menjawab singkat. ‘’Iya Mas, biar menjadi perhatian dan ditangani yang baik,’’ jawabnya.

KOTA – Banyak kasus lingkungan yang belum terselesaikan. Salah satunya, kasus polusi udara dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tambakrigadung. TPA itu semakin dikeluhkan warga karena pencemarannya.

‘’Kalau juri Adipura mendatangi desa-desa sekitar TPA Tambakrigadung, pasti akan lain hasilnya untuk Lamongan,’’ kata Yanto, warga Desa Tambakrigadung, kemarin (21/8).

Menurut dia, bau busuk sangat menyengat dari TPA sampah tersebut tercium setiap hari. Polusi udara itu terutama muncul habis maghrib hingga subuh. ‘’Puncaknya terutama malam hari, sekitar pukul 20.00 hingga subuh. Pada jam – jam itu warga sekitar TPA dengan radius sekitar 2 kilometer dipastikan selalu tercekik bau busuk,’’ klaimnya. 

Dia menuturkan, TPA sampah tersebut juga menimbulkan pencemaran air. ‘’Air lindi yang keluar dari TPA menyebar ke lahan-lahan pertanian di sekitarnya yang merupakan milik warga. Akibatnya, lahan pertanian yang sebelumnya subur, saat ini menjadi sulit ditanami. Sehingga warga semakin banyak yang dirugikan,’’ ujarnya.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua Komisi D DPRD Lamongan, Ali Makhfudl, mengaku sangat prihatin terhadap pengelolaan sampah di Lamongan. Selain keberadaan TPA yang meresahkan warga sekitar, saat ini juga semakin marak munculnya tempat pembuangan sampah liar di pinggir-pinggir jalan. ‘’Bisa dikatakan Lamongan sudah darurat sampah dan pemkab harus segera mengambil tindakan konkrit sebelum masalah sampah menjadi bom waktu,’’ katanya.

- Advertisement -

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Lamongan, M. Wahyudi ketika dikonfirmasi terkait masalah krusial itu hanya menjawab singkat. ‘’Iya Mas, biar menjadi perhatian dan ditangani yang baik,’’ jawabnya.

Artikel Terkait

Most Read

Teman Kampung Beri Motivasi

Lamongan ‘Darurat’ Sampah

Redam Stres dengan Musik

Artikel Terbaru

Fokus Belajar Mapel Kimia

Bupati Ingatkan Jangan Malas

Pengaspalan Minggu Depan


/