24.7 C
Bojonegoro
Saturday, June 3, 2023

BNI Tuban Mulai Salurkan Kartu Tani

- Advertisement -

Sebanyak 160 ribu Kartu Tani siap dibagikan PT. Bank Nasional Indonesia (BNI) untuk petani se-Kabupaten Tuban. Acara pembagian Kartu Tani itu kemarin (21/8) dimulai dengan pembagian kartu di Balai Desa Pongpongan, Kecamatan Merakurak. Dalam acara perdana tersebut, sebanyak 942 Kartu Tani sudah dibagikan untuk para petani yang tergabung dalam empat kelompok tani (Poktan) desa setempat.

Pimpinan BNI Cabang Tuban, Bintara mengatakan, empat  Poktan yang menerima yaitu Sumber Rejeki, Sumber Makmur, Harapan Tani Makmur, dan Karya Tani Makmur. Pembagian Kartu Tani merupakan komitmen BNI dalam mengemban tugas untuk membantu program pemerintah dalam mempercepat proses ketahanan pangan. Harapannya, dengan kartu tersebut, para petani bisa lebih mudah mendapat akses dan bantuan langsung dari pemerintah.

Bintara menjelaskan, selama ini Kementerian Pertanian mengalami kesulitan dalam mendata jumlah petani dan jumlah luas lahan yang masih digarap secara pasti. Sehingga Kementerian Pertanian belum memegang data valid terkait kebutuhan para petani di lapangan. 

‘’Nantinya Kartu Tani ini akan menjadi data riil karena menggunakan nomor induk kependudukan (NIK). Sehingga data tidak mungkin bisa double,’’ jelas Bintara.

Pria kelahiran Sidoarjo itu menjelaskan, pemerintah membagi empat bank BUMN untuk menyalurkan Kartu Tani di empat provinsi. BNI mendapat tugas untuk membagikan Kartu Tani di wilayah Jawa Timur. Di Tuban, pembagian Kartu Tani ditargetkan selesai hingga akhir tahun ini. Sehingga petani bisa langsung mengambil manfaat dari kartu tersebut. ‘’Nantinya akan ada banyak manfaat dari kartu ini. Petani bisa mendapat pinjaman dengan bunga rendah dan bisa mendapat bantuan langsung,’’ tutur Bintara.

- Advertisement -

Mantan Pimpinan BNI Cabang Sidoarjo itu mengatakan, syarat petani agar mendapat Kartu Tani cukup mudah. Yaitu cukup terdaftar dalam kelompok tani desa setempat. Berikutnya data dari poktan itu diserahkan ke Dinas Pertanian dan langsung ditindaklanjuti oleh pihak bank. Target sasarannya yaitu para pemilik dan penggarap lahan subur yang masih aktif bertani. ‘’Jadi kami pastikan yang mendapat kartu ini hanya pemilik dan penggarap lahan yang masih aktif,’’ tuturnya.

Setelah terdaftar, petani tinggal menunggu pembagian kartu yang sudah terjadwal di desa masing-masing. Nantinya para petani mendapat kartu yang sekaligus merupakan ATM (anjungan tunai mandiri) yang bisa multifungsi. Selain sebagai kartu identitas, Kartu Tani juga berfungsi sebagai alat tarik tunai tabungan, untuk membeli pupuk di kios resmi, serta sebagai masuknya uang bantuan sosial dari berbagai kementerian di bawah pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Terpisah, Tim Task Force BNI Pusat Sahdan Damanik mengatakan dalam penyaluran Kartu Tani, BNI menurunkan tim khusus untuk memantau dan mengawal pemberian kartu. Sehingga harapannya, penerimaan kartu tepat sasaran dan waktu. Untuk pembagian di Kabupaten Tuban, Sahdan akan mengawal dari awal pembagian kartu hingga selesai pada akhir tahun. ‘’Kami benar-benar komitmen agar program pemerintah kerja sama dengan BNI ini sukses sesuai harapan,’’ kata dia. (*/yud)

Sebanyak 160 ribu Kartu Tani siap dibagikan PT. Bank Nasional Indonesia (BNI) untuk petani se-Kabupaten Tuban. Acara pembagian Kartu Tani itu kemarin (21/8) dimulai dengan pembagian kartu di Balai Desa Pongpongan, Kecamatan Merakurak. Dalam acara perdana tersebut, sebanyak 942 Kartu Tani sudah dibagikan untuk para petani yang tergabung dalam empat kelompok tani (Poktan) desa setempat.

Pimpinan BNI Cabang Tuban, Bintara mengatakan, empat  Poktan yang menerima yaitu Sumber Rejeki, Sumber Makmur, Harapan Tani Makmur, dan Karya Tani Makmur. Pembagian Kartu Tani merupakan komitmen BNI dalam mengemban tugas untuk membantu program pemerintah dalam mempercepat proses ketahanan pangan. Harapannya, dengan kartu tersebut, para petani bisa lebih mudah mendapat akses dan bantuan langsung dari pemerintah.

Bintara menjelaskan, selama ini Kementerian Pertanian mengalami kesulitan dalam mendata jumlah petani dan jumlah luas lahan yang masih digarap secara pasti. Sehingga Kementerian Pertanian belum memegang data valid terkait kebutuhan para petani di lapangan. 

‘’Nantinya Kartu Tani ini akan menjadi data riil karena menggunakan nomor induk kependudukan (NIK). Sehingga data tidak mungkin bisa double,’’ jelas Bintara.

Pria kelahiran Sidoarjo itu menjelaskan, pemerintah membagi empat bank BUMN untuk menyalurkan Kartu Tani di empat provinsi. BNI mendapat tugas untuk membagikan Kartu Tani di wilayah Jawa Timur. Di Tuban, pembagian Kartu Tani ditargetkan selesai hingga akhir tahun ini. Sehingga petani bisa langsung mengambil manfaat dari kartu tersebut. ‘’Nantinya akan ada banyak manfaat dari kartu ini. Petani bisa mendapat pinjaman dengan bunga rendah dan bisa mendapat bantuan langsung,’’ tutur Bintara.

- Advertisement -

Mantan Pimpinan BNI Cabang Sidoarjo itu mengatakan, syarat petani agar mendapat Kartu Tani cukup mudah. Yaitu cukup terdaftar dalam kelompok tani desa setempat. Berikutnya data dari poktan itu diserahkan ke Dinas Pertanian dan langsung ditindaklanjuti oleh pihak bank. Target sasarannya yaitu para pemilik dan penggarap lahan subur yang masih aktif bertani. ‘’Jadi kami pastikan yang mendapat kartu ini hanya pemilik dan penggarap lahan yang masih aktif,’’ tuturnya.

Setelah terdaftar, petani tinggal menunggu pembagian kartu yang sudah terjadwal di desa masing-masing. Nantinya para petani mendapat kartu yang sekaligus merupakan ATM (anjungan tunai mandiri) yang bisa multifungsi. Selain sebagai kartu identitas, Kartu Tani juga berfungsi sebagai alat tarik tunai tabungan, untuk membeli pupuk di kios resmi, serta sebagai masuknya uang bantuan sosial dari berbagai kementerian di bawah pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Terpisah, Tim Task Force BNI Pusat Sahdan Damanik mengatakan dalam penyaluran Kartu Tani, BNI menurunkan tim khusus untuk memantau dan mengawal pemberian kartu. Sehingga harapannya, penerimaan kartu tepat sasaran dan waktu. Untuk pembagian di Kabupaten Tuban, Sahdan akan mengawal dari awal pembagian kartu hingga selesai pada akhir tahun. ‘’Kami benar-benar komitmen agar program pemerintah kerja sama dengan BNI ini sukses sesuai harapan,’’ kata dia. (*/yud)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Lebih Suka Belajar Bersama

Terus Bersinergi dengan Media


/