alexametrics
25.7 C
Bojonegoro
Thursday, June 30, 2022

202 Warga Bojonegoro Mencari Cuan di Luar Negeri

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Jumlah warga Bojonegoro mengadu nasib di luar negeri ternyata cukup banyak. Hingga kemarin (21/6) ada 202 warga Bojonegoro berangkat ke luar negeri sebagai pekerja migran. Jumlah itu diperkirakan bakal terus meningkat.

 

Kabid Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Bojonegoro Slamet mengatakan, dibanding tahun lalu peminat pekerja migran jumlahnya naik drastis. Tahun lalu ada 137 orang menjadi pekerja migran.

 

‘’Tahun 2022 hingga bulan ini sudah ada 202 orang berangkat. Jumlahnya kemungkinan akan terus naik,’’ jelasnya.

 

Faktor naiknya jumlah pekerja migran adalah mulai dibukanya keran pekerja di negara-negara lain. Sehingga, mulai banyak berminat mengadu nasib di luar negeri. Berbeda tahun lalu, banyak negara tidak menerima pekerja dari negara lain karena kasus Covid-19.

Baca Juga :  Api Porprov Dikirab Melewati 10 Kecamatan

 

Tujuan pekerja migran rerata Asia Pasifik hingga Eropa. Paling banyak ke Taiwan dan Hongkong. Jumlah warga Bojonegoro yang ke Taiwan tahun ini sebanyak 121 orang. Sedangkan, ke Hongkong sebanyak 39 orang. ‘’Yang ke Taiwan rata-rata bekerja di sektor formal. Yakni, perusahaan-perusahaan,’’ jelasnya.

 

Sedangkan, di Hongkong rata-rata bekerja sektor nonformal. Yakni, pembantu rumah tangga dan perawat usia lanjut (lansia).

 

Slamet menjelaskan, banyaknya warga berangkat ke luar negeri bukan karena sulit mendapatkan pekerjaan di dalam negeri. Namun, disebabkan faktor besaran upah rendah di dalam negeri. Sebab, jika upah luar negeri dikurs rupiah akan mendapatkan uang cukup besar.

 

‘’Selain itu banyaknya orang sukses saat bekerja di luar negeri membuat sebagian lainnya ingin mengikuti jejaknya,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Gaet Konsumen, Tak Naikkan Harga

 

Ketua Komisi C DPRD Bojonegoro Mochlasin Afan mengatakan, banyaknya warga menjadi pekerja migran memang bagus. Salah satunya bisa menyumbang devisa negara. Namun, itu juga bisa menjadi tidak bagus jika dikaitkan perkembangan ekonomi. Terutama penyediaan lapangan pekerjaan di dalam negeri dan besaran upahnya.

 

‘’Ini harus menjadi evaluasi pemerintah agar bisa menyediakan lapangan pekerjaan lebih banyak,’’ jelasnya. (zim/rij)

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Jumlah warga Bojonegoro mengadu nasib di luar negeri ternyata cukup banyak. Hingga kemarin (21/6) ada 202 warga Bojonegoro berangkat ke luar negeri sebagai pekerja migran. Jumlah itu diperkirakan bakal terus meningkat.

 

Kabid Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Bojonegoro Slamet mengatakan, dibanding tahun lalu peminat pekerja migran jumlahnya naik drastis. Tahun lalu ada 137 orang menjadi pekerja migran.

 

‘’Tahun 2022 hingga bulan ini sudah ada 202 orang berangkat. Jumlahnya kemungkinan akan terus naik,’’ jelasnya.

 

Faktor naiknya jumlah pekerja migran adalah mulai dibukanya keran pekerja di negara-negara lain. Sehingga, mulai banyak berminat mengadu nasib di luar negeri. Berbeda tahun lalu, banyak negara tidak menerima pekerja dari negara lain karena kasus Covid-19.

Baca Juga :  Pelukis Bak Truk, Dulu Pemandangan, Kini Lebih Sering Lukis Wajah

 

Tujuan pekerja migran rerata Asia Pasifik hingga Eropa. Paling banyak ke Taiwan dan Hongkong. Jumlah warga Bojonegoro yang ke Taiwan tahun ini sebanyak 121 orang. Sedangkan, ke Hongkong sebanyak 39 orang. ‘’Yang ke Taiwan rata-rata bekerja di sektor formal. Yakni, perusahaan-perusahaan,’’ jelasnya.

 

Sedangkan, di Hongkong rata-rata bekerja sektor nonformal. Yakni, pembantu rumah tangga dan perawat usia lanjut (lansia).

 

Slamet menjelaskan, banyaknya warga berangkat ke luar negeri bukan karena sulit mendapatkan pekerjaan di dalam negeri. Namun, disebabkan faktor besaran upah rendah di dalam negeri. Sebab, jika upah luar negeri dikurs rupiah akan mendapatkan uang cukup besar.

 

‘’Selain itu banyaknya orang sukses saat bekerja di luar negeri membuat sebagian lainnya ingin mengikuti jejaknya,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Gaet Konsumen, Tak Naikkan Harga

 

Ketua Komisi C DPRD Bojonegoro Mochlasin Afan mengatakan, banyaknya warga menjadi pekerja migran memang bagus. Salah satunya bisa menyumbang devisa negara. Namun, itu juga bisa menjadi tidak bagus jika dikaitkan perkembangan ekonomi. Terutama penyediaan lapangan pekerjaan di dalam negeri dan besaran upahnya.

 

‘’Ini harus menjadi evaluasi pemerintah agar bisa menyediakan lapangan pekerjaan lebih banyak,’’ jelasnya. (zim/rij)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/